Membangun Personal Branding dan Sugesti

MEMBANGUN
PERSONAL BRANDINGMenurut Wikipedia, Personal branding adalah proses dimana orang-orang dan karir mereka
ditandai sebagai merk. Telah dicatat bahwa meskipun sebelumnya usaha individu dalam teknik
manajemen adalah tentang perbaikan diri, keberhasilan konsep branding seseorang bukan
berasal dari kemasan diri. Selanjutnya didefinisikan sebagai penciptaan aset yang berkaitan
dengan orang tertentu atau individu; hal ini tidak terbatas
pada tubuh, pakaian, penampilan dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya, yang
menyebabkan kesan tak terhapuskan yang unik dan dibedakan. Istilah ini diduga pertama kali
digunakan dan dibahas oleh Tom Peter pada tahun 1997.
Kalimat sederhana menurut saya, personal branding atau citra diri adalah gambaran yang
terlintas di pikiran seseorang saat menyebut nama kita. Kasarnya, orang menilai Anda seperti
apa, itulah branding yang anda miliki. Contohnya saat saya menyebut nama Mas Hengky,
bayangan pertama yang terlintas di pikiran Anda pasti tidak jauh-jauh dari Paypal dan VCC
Indonesia.

Sempat terjadi perdebatan mengenai penting tidaknya seorang blogger membangun branding.
Di satu sisi ada yang serius membentuk persepsi public dengan segenap kehati-hatian tingkah
lakunya. Di lain pihak ada yang cuek dengan ini itu dan menganggap blogging sebagai ajang
ekspresi seluas-luasnya dalam menunjukkan eksistensi dirinya.
Terlepas Anda berada di pihak mana, jika Anda seorang blogger yang orientasi ke depannya
berjualan produk lewat internet, maka Anda tidak dapat mengesampingkan hal ini begitu saja.
Banyak praktek di lapangan yang membuktikan bahwa jika 2 orang menjual produk yang sama
yang memiliki branding lebih baik.
Lalu, membangun personal branding dimulai dari mana? Ada banyak cara. Salah satu cara
paling mudah adalah dari nama panggilan (nickname) dan foto profil di situs jejaring social.
Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas dalam tulisan berikut.

Sebuah Nama, Sebuah Do’a .
Anda tidak pernah tahu dan tidak punya pilihan akan dilahirkan dalam kondisi lingkungan yang
bagaimana. Bisa jadi dalam kancah peperangan, tatanan ekonomi yang labil, medan
pertarungan budaya dan berbagai ketidaknyamanan lain.
Saya sendiri tidak pernah meminta dilahirkan dalam keluarga yang memegang teguh prinsip
budaya Jawa. Sehingga saat saya lahir diberi nama Agus Siswoyo. Nama yang terkesan jadul
dan pasaran untuk ukuran saat ini. Namun cukup keren untuk tahun 80-an.
Saat awal ngeblog dulu, sempat terpikir memakai nickname Agsis (hasil comot sana sini) dalam
setiap artikel yang saya publikasikan. Tapi saya pikir aneh juga kalau orang Indonesia pakai
nama tersebut. Terkesan lebay dan tidak nasionalis. Hehehe.

Saya pernah iseng-iseng bertanya kepada orangtua saya, apa maksud pemberian nama
tersebut? Mengapa saya tidak diberi nama yang lebih Islami seperti kedua kakak saya. Meski
pertanyaan saya terkesan protes, namun Ibu saya dengan tenang dan sabar bersedia
menjelaskan. Agus dalam kosakata Jawa diidentikkan dengan kata bagus yang artinya baik,
bijaksana atau terpuji. Sedangkan Siswoyo berarti pelajar (siswa) seumur hidup.
Kalau ditafsirkan, orang tua saya berharap pemilik nama Agus Siswoyo mampu menjadi orang
yang menghabiskan seumur hidupnya untuk selalu belajar hal-hal baru untuk menjadi lebih
bagus, lebih bijak dalam bertingkah laku sehari-hari.
Apakah harapan tersebut berlebihan? Tentu tidak. Sudah menjadi kewajiban setiap manusia
untuk selalu mempelajari hal-hal baru yang mendukung kemajuan taraf pemikirannya.

Ampuhnya Sebuah Sugesti
Sejak kejadian tersebut, saya benar-benar terpacu membuktikan arti nama yang saya sandang.
Saya adalah Agus Siswoyo. Seorang pembelajar abadi. Hal ini memotivasi saya untuk tidak
pernah malu bertanya dalam menjawab tantangan meningkatkan standard pencapaian.
Banyak contoh nyata kekuatan sugesti pikiran terhadap langkah ke depan yang kita ambil.
Memulai karir di dunia blogging sungguh tidak mudah. Terlebih lagi untuk membangun personal
branding sebagai modal awal meretas jalan di bisnis online.
Semangat membuktikan kebenaran nama, membuat saya segera bangkit saat rasa malas
datang. Saya tanamkan dalam mindset saya: Akan memalukan sekali kalau Agus Siswoyo tiba-
tiba berhenti belajar dan cukup bangga terhadap hasil yang ada saat ini.
Saya adalah pelajar abadi. Setiap saat harus siap membuka mata, telinga dan hati terhadap
pembaruan yang ada. Maka, saya tidak malu belajar dari tulisan kawan-kawan blogger yang
harus bisa mencuri ilmu yang dimiliki sedikit demi sedikit. Ya, saya ter-sugesti menjadi Agus
Siswoyo yang sebenarnya yang sesuai harapan orang tua. This is me, Agus Siswoyo.
Saya tidak tahu pasti arti nama Anda, namun Anda pun bisa memodifikasi keadaan ini
sedemikian rupa sehingga situasi yang tercipta benar-benar memacu spirit Anda luar dalam.

Diterbitkan oleh: Agus Siswoyo | Catatan Motivasi Blogging Indonesia

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.