PERANAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

1.      Data umum perdagangan Internasional
Sejarah telah mencacat berbagai peristiwa perdagangan internasional yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Pola perdagangan internasional telah berubah dan jauh berbeda misalnya bila dibandingkan dengan mekatilisme. Sekitar 2800 tahun sebelum masehi yang lalu, perdagangan mendorong terjadinya investasi langsung sebagai salah satu alasan untuk mengamankan sumber suplai bahan baku dan sumber alam lainnya. Perusahaan British East India Company yang didirikan tahun 1602 merupakan perusahaan internasional yang pertama yang ada di dunia. Perusahaan ini sebagai contoh yang telah melakukan investasi langsung. Perusahaan multinasional yang kita kenal sampai saat ini adalah Singer Company yang memperluas jaringan usahamelalui agen-agen internasional di beberapa Negara dan mulai beroperasi secara global.
2.      Efek terhadap Konsumsi
Akibat langsung dari perdagangan internasional, terbukanya pasar bebas dan menimbulkan tatanan dunia baru ekonomi internasional, dengan produk-produk baru mengarah pada pola-pola paradigm neo-liberalism yang mengakibatkan Negara-negara yang sedang berkembang secara tidak langsung tidak dapat memperluas ekspor mereka, malah mereka sebaliknya memerlukan impor barang-barang investasi dan menanggung resiko untuk penghamburan sumber-sumber valuta asing mereka melalui valuta asing melalui impor karena penggunaan kenaikan money income mereka. Negara-negara tersebut bahkan harus meminjam dari luar negeri.
            Tetapi, sangat disayangkan dana yang tersedia dana adalah terbatas, lagi pula tidaklah tepat bila pinjaman itu digunakan untuk pembiayaan konsumsi, demikian menurut Dr.Rault Prebisch, bahwa perkembangan ekonomi yang sebaik-baiknya harus disertai dengan rencana pengganti impor, berupa pembangunan industry domestic untuk menghasilkan barang-barang konsumsi yang biasanya diimpor, dan melakukan pengawasan impor selama industry belum dewasa.
            Ternyata banyak persoalan-persoalaan lain yang disampingkan penggantian impor. Perencanaan ekonomi diharapkan pada sumber-sumber yang terbatas, terutama untuk investasi. Apakah sumber-sumber modal sebaiknya dialokasikan pada industry-industri ekspor, atau kepada proyek social seperti jalan-jalan kereta api, pembangkitan tenaga, irigasi yang akan memejukan ekspor ?atau terms of trade jangka panjang akan merugikan hasil-hasil produksi primer sehingga penting sekali untuk membatasi investasi di sector tersebuut untuk menguntungkan.
            Prebich dan lain-lain ahli ekonomi seperti Mydrl lebih menyetujui perkembangan ekonom secara berencana dimana dicurahkan perhatian terbatas pada hokum keuntungan komperatif. Sedang, Viner berpendapat bahwa Negara-negara tersebut harus memperluas hal-hal yang oleh system harga ditunjukkan sebagai kesempatan-kesempatan yang menguntungkan, seperti sector di Agraria, pertambangan manufaktur, ataupun disektor industry jasa-jasa.
            Alasan tidak disetujuinya perdagangan yang relative bebas oleh Negara-negara yang belum berkembang sebagian didasarkan pada argument perlindungan industry-industri muda. Di samping itu ada pendapat-pendapat bahwa perdagangan bebas hanyalah untuk Negara yang sudah maju yaitu Negara yang menemukan pendapatan-pendapatan baru untuk mengendalikan persaingan.
            Meskipun hokum keuntungan komperatif dalam ukuran statis memberikan dasar yang kuat untuk spesialis dalam hasil produksi primer dan perdagangan bebas. Negara-negara yang belum maju harus memperhatikan du hal berikut:
·         Kemungkinan perubahan teknologi yang mungkin dapat menggantikan produksinya seperti: karet, wol, sutra, dan lain-lain
·         Instabilitas jangka pendek dari harga-harga bahan mentah.
Dan pengaruh pentinng pada adanya perdagangan masyarakat dapat berkonsumsi masyarakat jauh lebih besar, dan bergesernya garis CPF. Ini mempunyai arti bahwa masyarakat dapat berkonsumsi dalam jumlah yang lebih besar daripada sebelumnyaada perdagangan. Dan, ini sama saja dengan mengatakan bahwa pendapatan real masyarakat yaitu pendapatan yang dari beberapa jumlah barang yang bias dibeli oleh jumlah uang tersebut, meningkat dengan adanya perdagangan.
           mengenai makna pergeseran CPF ini kita bias melihatnya dari segi lain, dengan diperkenakannya konsep yang sering disebut dengan adanya transformasi. Terjadinya proses pengubahan sumber-sumber ekonomi atau barang dalam negeri menjadi barang-barang lain yang bias memenuhi kebutuhan (konsumsi) masyarakat. Konsep ini mencangkup, transformasi melalui produksi dan melalui perdagangan.
3.      Efek terhadap produksi
Perdaganagn luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks terhadap sector produksi di dalam negeri. Secara umum kita bias menyebutkan dalam empat macam pengaruh yang bekerja melalui adanya:
·         Spesialisasi produksi
·         Kenaikan investasi surplus
·         Vent for suplus
·         Kenaikan produktifitas
a.       Spesialisasi
Kita telah melihat bahwa perdagangan internasional mendorong masing-masing Negara kea rah spesialisasi dalam produksi barang dimana Negara tersebut memiliki keunggulan komperatif yang penuh, sedangkan dalam kasus increasing-cost terjadi spealisasi yang tidak penuh. Yang perlu diingat adalah bahwa spesialisasi itu sendiri tidak membawa manfaat kepada masyarakat kecuali apabila disertai kemungkinan hasil produksinya dengan barang-barang lain yang membutuhkan spesialisasi plus perdagangan bias meningkatkan pendapatan real masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa perdagangan mungkin justru menurunkan pendapatan real dan kesejahteraan masyarakat.
b.      Investasi surplus
Investasi surplus adalah adanya perdagangan yang meningkatkan pendapatan real masyarakat, dengan pendapatan yang real yang lebih tinggi berarti Negara tersebut mampu menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi. Dengan adnya investasi yang lebih tinggi berarti laju pertumbuhan ekonomi yang lebih juga.
c.       Vent for surplus
Konsep ini adalah buah piker dari Adam Smith, dimana perdagangan luar negeri membuka daerah pasar baru yang lebih luas bagi hasil-hasil dalam negeri. Produksi dalam negeri yang semula terbatas karena terbatasnya pasar dalam negeri sekarang bias diperbesar lagi. Sumber-sumber ekonomi yang semula mengganggur sekarang memperoleh saluran untuk bias memanfaatkan, karena adanya daerah pasar baru. Inti dari konsep vent for surplus adalah bahwa pertumbuhan ekonomi trtarik oleh terbukanya daerah pasar baru.
d.      Kenaikan produktifitas
Adalah pengaruh yang diraskan sangat penting dari perdagangan luar negeri terhadap sector produksi berupa peningkatan produktifitas dan efisiensi pada umumnya.
4.      Efek terhadap neraca perdagangan
Tantangan terhadap Tata Internasional yang ada khususnya menyangkut pengkotan-pengkotan Negara berdasrkan geoekonomi data geopolitik masyarakat dunia. Persekutuan Negara-negara “non kecapean” yang berharap untuk menantang hubungan neo-kolonialisme sesudah perang secra berangsur-angsur diperluas dan diperkuat antara konprensi bandung pada tahun 1955 dan konperensi Aljazair pada tahun 1973.     

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.