Siklus Perdagangan Nasional Negara

Perdagangan antar kota atau antar pulau dalam suatu Negara dapat dibandingkan dengan perdagangan antar Negara atau dengan mempelajari analisis koomperatif antara ekonomi regional dengan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional lebih banyak menurut komponen-komponen biaya dengan konskuensi yang akan memberikan manfaat yang lebih besar.

Biaya untuk melakuakan perdagangan internasional pertama, terdiri dari biaya investasi pendirian pabrik, biaya operasional dan pemeliharaan, biaya variable pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh sampai menjadi harga barang dari pintu pabrik. Kedua, bahan baku asal impor dapat diperoleh denagn transportasi dan biaya pengapalan sampai dinegara tujuan importir menjadi harga Cost Insurance and Freight(C.i.f). ketiga, barang hasil produksi dalam negeri untuk diekspor untuk menambahharga pabrik dengan biaya-biaya handling, transportasi ke pelabuhan, biaya packing dan pengapalan menjadi harga ekspor yang disebut free on board.

Setelah selesai mengerjakan beberapa latihan tentang manfaat dan biaya-biaya dari suatu kegiatan dengan perdagangan internasional dan tanpa peragangan internasional, kehidupan dari perdagangan internasional dapat dipelajari melalui suatu siklus yang terdiri dari:

Siklus 1  : dimana peranan dari perdagangan bebas(free trade) sangat dominan.·
Siklus 2 : di lain waktu terjadi system perlindungan tariff terhadap produk hasil industry dalam negeri.

1. Free Trade
Adam Smith dan David Ricardo membawa konsep perdagangan bebeas(free Trade) untuk menciptakan spesialis perdagangan antar Negara melalui pembagian kerja untuk menghasilkan produk yang melibihi kebutuhan dalam negeri dan menukarkan kelebihannya dengan produk lain yang tidak dihasilkan atau kurang produktif. Pertukaran dua barang X dengan barang Y yang terjadi antara dua Negara A dan Negara B dalam siklus free trade dapat dilakukan tanpa hambatan-hambatan tariff atau campur tangan pemerintah.

2. Tarif Protection
Salah satu hasil penelitian Earn Engel dapat mengungkapkan terjadinya perubahan perdagngan berdasarkan fast track of rapid Growth Development, dimana suatu Negara mendahulukan berdirinya perusahaan-perusahaan industry yang mendukung sector pertanian. Kegiatan perdangan internasional menurut Robbock dan Simoond kegiatan inio dilakukan oleh perusahaan multinasional antara terjdinya transfer and good and service( pertukaran barang dan jasa) sebagai akibat adany kemajuan dan perkembangan teknologi di bidang angkutan laut dan kereta api.

Teknologi angkutan laut dan darat telah memungkinkan untuk dilakukannya pengangkutan barang-brang hsil produk pertanian yang telah diolah menjadi produk hasil manufacturing secara besar-besaran dari Negara-negara berkembang ke Amerika dan Eropa. Bongkar muat barang dagangan dan pengangkutan barang impor-ekspor, dilakukan dalam waktu yang semakin sempit.

Harga barang impor yang lebih rendah dari harga barang sejenis hasil produk Negara-negara Eropa, merupakan pukulan dan persainagn yang sangat berat hasil produk Eropa. Untuk melindungi industry dalam negeri eropa, Negara-negara MEE( masyarakat Ekonomi Eropa) berlakuakn perlindungan tariff.
Dari uraian diatas, terlihat bahwa siklus perdangan telah beralih dari sitem free trade menjai system tariff proteksi.
3. Blok-blok Perdagangan
System kode berdasarkan pengelompokan komoditif perdagangan yang dikenal dengan nama CCCN, ternyata menunjukkan kelemahannya dimana dalam periode 1990-1994 sistem nomor baru yang dikenal dengan nama Harmonized System tidak hanya dapat mengatasi maslah perdagangan internasional dengn system tariff. Antara lain:

a.       Nomor pos tariff telah beberapa kali berubah dari 6 digit BTN tahun 1980 menjadi 7 digit CCCN tahun 1985 dan menjadi 9 digit HS tahun 1990

b.      Dalam periode 1990-1994, Negara industry seperti Amerika dan Negara-negara eripa merasa tidak cukup dilindungi dengan system HS

c.       Tahun 1993-1994, anggota-anggota GATT di Geneva tidak dapat mencapai kesepakan tingkat tariff.

4. Bentuk-bentuk Proteksi di Indonesia
Alat-alat perlindungan tarif terdiri dari:

a.       Tariff barier
Yaitu tindakan pembebanan bea impor atas pos tariff hasil industry yang akan diimpor dan dimssukkan kedaerah pabean Indonesia.  Bila bea masuk tidak cukup maka aka nada penambahan bea masuk.

b.      Quota( pembatasan Impor)
Dengan kuota benar-benar efektif untuk melindungi produk hasil dalam negeri, misalnya gula pasir hail produksi Pabrik Gula Mini. Bila produksi gula 1500 juta ton tidak mencukupi kebutuhan gula sekitar 1800 on, maka untuk memenuhi kebutuhan yang kurang itu gula sekitar 300 ton, diberikan kuota sebanyak 300 ton. Dengan demikian konsumen gula local tidak akan beralih kegul impor.

c.       Non tariff Barier(NTB)
Perizinan impor komoditif yang dibutuhkan didalam negeri dilakukan dengan system penunjukan terhadap bebrapa perusahaan sebagai pelaksana impor.

d.      Duty draw Back and Duty Exemption
Pemberian subsidi ekspor yang dikenal sebagai sertifikat ekspor telah berhasil mendorong ekspor non migas, tetapi menghadapi tindkan balaan dari negra tujuan ekspor.
Pada tahun 1985, pemerintah mengeluarkan paket Deregulasi 6 Mei 1985, tentang pelayanan kemudahan untuk mendorong ekspor non migas melalui pembebas bea masuk atau pengambalian bea masuk.

 

5. Bentuk-bentuk proteksi di luar negeri
Amerika dan Eropa merupakan negar tujuan ekspor untuk hasil produksi dari Indonesia dan Negara berkembangan lainnya. Perkembangan eknologi di bidang jasa angkutankereta apidan angkutan laut, lancarnya transfer dibidang perbankkan. Telah mendorong perpindahan barang dari Indonesia dan membanjiri pasar diluar negeri.

1)      Tariff tinggi
Setelah krisis minyak tahun 1973-1974, disusun dengan resensi yang berkepanjangan, negar-negara industry maju dibenua amerika, Jepang, dan negra-negara Eropa yang merasa terdesak oleh barang impor, telah lama beralih dari system free trade ke system tariff protection untuk melindungi hasil industry sejenis barang impor seperti tekstil dan pakaian.
Tindakan proteksionisme dari Negara-negara industry bertujuan untuk menghalang-halangi masuknya barang Indonesia, Malaysia, Filipina, india, dan brazilia.

2)      Quota
Tekstil dan germent hasil industry dalam negeri Indonesia dianggap meruakan sainagn bagi hasil industry dalam negeri Amerika. Maka atas tekstil dan garment asal Indonesia, Amerika telah mengenakan quota.

3)      Restriktif (larangan Impor)
Jerman Barat menerapkan tindakan restriktif atau laranagn impor untuk menghalangi masuknya barang impor dari berbagai Negara Asia.
Amerika dan eropa melakukan restriktif impor melalui system dan prosedur pabean (bea cukai), misalnya hasil produk impor harus memenuhi persyaratan kesehatan, misalnya minuman tidak menagandung zat warna tekstil sebagai penyebab penyakit kanker.
Prancis mempersulit administrasi pabean untuk menghalani masuknya barang impor.

4)      Counter vailing duty
Tindakan-tindakan proteksi baik antara sesame Negara maju maupun Negara berkembang mencapai titik kritis pada tahun 1985 dan mengarah kepada tindakan balasan. Tindakan balasan di Amerika Serikat dikenal dengan istilah “ country vailing duty” dari senator jenkin Bill yang telah gagal akibat veto dari presden Ronald Reagen. Namun tindakan balasan untuk membatasi impor tekstil ke Amerika telah menggoncangkan Negara-negara pengekpor tekstil seperti Indonesia.

6.  Blok-blok perdagangan
Untukl mengatasi masalah-masalah pemasaran barang-barang hasil industry dalam negeri, Negara-negara sosialis sudah sejak lama melakukan praktek blok-blok perdagangan.

a)      Counter Pruchases
Negara sosialis melakukan praktek blok-blok perdagangan melalui barter gaya baru yang disebut imbal-beli

b)      Blok perdagangan MEE
Lahirnya economic European Community(EEC) adalah untuk melakukan perdagangan regional atau kerja sama perdagangan diantara Negara-negara anggota MEE.

c)      Blok perdagangan Amerika
NAFTA terdiri dari Negara-negra Amerika, Kanada dan Amerika latin. Pada hakikatnya, tjuan NAFTA adalah untuk engatakan masalah perdagangan hasil industry  dalam negeri anggota blok perdagangan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.