Menyusun Anggaran Rumah Tangga

                Rumah tangga merupakan salah satu bagian dari ekonomi mikro dalam skala kecil yang cukup rumit. Dikatagorikan dalam skala kecil karena jumlah anggotanya yang relatif sedikit dibandingkan dengan perusahaan. Dikatakan rumit karena terjadinya arus pemasukan dan pengeluaran yang fluktuatif setiap harinya.
            Seorang Ibu rumah tangga dituntut untuk menjadi manajer handal di lingkungan suami dan putera-puterinya, terutama di bidang keuangan. Manajemen keuangan yang buruk akan sangat mempengaruhi kehidupan satu keluarga. Dampak buruknya akan mempengaruhi keharmonisan pernikahan.
            Berikut tips cara menyusun anggaran rumah tangga yang paling sederhana :
1.      Mengumpulkan informasi pemasukan.
Anda terlebih dahulu harus mengetahui pemasukan yang Anda dan suami kumpulkan selama satu bulan. Pada tahap ini, seluruh pemasukan harus Anda catat dengan rinci. Hasilnya anda kalikan 12 untuk mengetahui jumlah total pemasukan selama setahun.
2.      Sistem Amplop.
Sistem pembagian uang ke dalam beberapa amplop berdasarkan kebutuhan ini memang tidak ada matinya. Amplop bisa Anda ganti menjadi tabungan di bank atau celengan. Mengumpulkan sejumlah uang ke dalam satu tempat sama sekali bukan ide yang baik. Gunakan amplop untuk memisahkan berdasarkan katagori. Dari mulai biaya pengeluaran bulan, asuransi, cicilan, sampai pendidikan anak. Untuk masing-masing katagori bisa kembali Anda bagi-bagi berdasarkan prioitas.
3.      Mencatat pengeluaran dengan detail.
Mencatat pengeluaran dengan detail akan membantu Anda mengelola keuangan dengan mudah. Dengan cacatan, Anda bisa mengkatagorikan urutan priotas kebutuhan sekaligus mengemilasi beberapa pengeluaran yang ternyata dianggap tidak penting. Hal terpenting dari tahap ini ialah Anda harus melakukannya dengan detail.
4.      Mengelola keuangan.
Mengelola keuangan artinya Anda harus mulai membaca situasi. Bandingkan dengan pemasukan dan pengeluaran yang keluarga Anda habiskan. Bagilah beban pengeluaran di awal tahun sehingga untuk tahun-tahun berikutnya Anda sudah mengetahui arus masuk-keluarnya keuangan. Selain itu, sediakan biaya tidak terduga yang bisa terjadi karna kesalahan perhitungan.
5.      Waktu berbelanja.
Waktu berbelanja akan menentukan besarnya pengeluaran. Biasakan Anda berbelanja sekaligus di awal maupun akhir bulan. Berbelanja dengan sistem menyicil akan membuat pengeluaran Anda menjadi tercecer dan berantakan.
6.      Membayar hutang.
Segera lunasi hutang jika keluarga Anda memilikinya. Pemasukan yang besar akan sia-sia jika Anda terus menerus menangguhkan hutang. Hutang bisa berbentuk apapun. Tunai maupun kredit.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.