Yang Harus Diperhatikan Terkait Suku Bunga Kartu Kredit

            Seperti kata pepatah terkenal, tak kenal maka tak sayang, pepatah tersebut sesuai bagi para pemilik kartu kredit untuk memahami seluk beluk kartu kredit yang dipakai lengkap dengan suku bunga. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan :
ü  Memahami cara kerja dari kartu kredit.
Kartu kredit selalu dikirim lengkap dengan infromasi cara kerja suku bunga yang dibebankan. Namun sayangnya, banyak pemilik kartu kredit yang abai terkait hal tersebut. Akibatnya, banyak pemilik yang terbebani dengan besarnya suku bunga yang membengkak tanpa mereka sadari di akhir bulan.
Berikut informasi yang menyebabkan ternjadinya pembengkakan suku bunga :
o   Tenggat pembayaran yang telat.
o   Melakukan pembayaran minimum.
o   Pembayaran kurang dari jumlah miniumum.
o   Gegabah melakukan transaksi penarikan tunai.

ü  Melupakan suku bunga saat melakukan transaksi.
Para pemilik kartu kredit seringkali memiliki hobbi baru, yaitu kerap menggesek mengambil tunai. Padahal hal ini menyebebkan membengkaknya jumlah dua tagihan sekaligus. Harus membayar gesek tunai dan harus membayar suku bunga yang dihasilkan. Kondisi ini akan semakin parah ketika pemilik memiliki lebih dari satu kartu kredit.
ü  Buta soal cara perhitungan bunga.
Bank Indonesia menetapkan bahwa suku bunga kartu kredit bulanan yaitu maksimal sebesar 29.5 % dan 35.40% dalam setahun. Setiap bank bisanya telah menyantumkan cara perhitungan bunga di websitenya. Namun seringkali, para pemilik kartu kredit tidak peduli. Padahal seharusnya para pemilik harus teliti supaya pihak bank tidak dapat memanipulasi data kita.
ü  Abai terhadap perubahan suku bunga yang fluktuatif.
Suku bunga yang sebelumnya diatur oleh masing-masing bank telah semakin menurun berdasarkan keputusan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pemilik kartu kredit yang mengikuti perkembangan suku bunga ini pasti akan jauh lebih berpikir ribuan kali ketika akan melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit.
ü  Sembarangan memilih kartu kredit.
Biasanya kebiasaan ini muncul karena gengsi di antara teman sepermainan. Padahal kartu kredit yang dipilih sudah satu paket dengan  suku bunga dan segala ketentuannya yang cukup beresiko.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.