Sisi Terdalam Seorang Tino

Hari ini (04 september 2015), banyak perasaan yang berkecimpung dalam hati seorang tino, yang mana mengaku multi talent dihadapan beberapa orang. Namun hari ini perasaan rindu akan kampung halaman menjadi beban berat yang dialaminya hingga tak dapat menahan air mata yang menandakan kerinduan yang amat dalam telah dirasakannya. Kini apa yang dapat dibuat olehnya karena berada begitu jauh dengan rekan,saudara dan teman lamanya. Apa yang menjadi alasan pemicu utama perasaan rindu seorang tino muncul hingga membuatnya begitu rapuh seperti saat ini?


Perasaan bersalah adalah bagian utamanya, penyesalanya kini tak berguna lagi. Seandainya Ia dapat memilih kembali maka kini ia akan memilih kota terdekat untuk melanjutkan kuliah, namun apa hendak dkata semua sudah terjadi ibarat kata nasi sudah menjdai bubur dan tidak mungkin lagi kembali menjadi nasi semula. Penyesalan yang begitu dalam juga dikarenakan telah berfoya-foya karena menggunakan tenaga orang tua untuk menghidupi dirinya padahal tidak ada yang istimewa yang pernah diberikan kepada orang tuanya. Seandainya sekolahku dapat dicancel aku ingin kembali pulang dan berkata aku tidak perlu kuliah aku hanya ingin ada dihadapan ibu bapak mebantu ibu dan bapak saja sudah menjadi kebanggan bagiku. Namun apakah perasaan ini hanya timbul sesaat karena harus menyesuaikan diri atau ini memang timbul karena rasa bersalah?

Seandainya kini aku dapat melakukan pindah kuliah maka aku akan pidah saat ini juga, aku sadar aku adalah salah satu dari jutaan anak yang beruntuk masih dapat berkuliah namun kini perlahan-lahan aku mneyadari betapa beratnya orangtuaku saat ini membiayai sekolahku. perasaan bersalah menghantuiku, rasa rindu membuatku ingin kembali atau ini hanya sementara?
aku ingin bertahan dengan segalanya disini namun aku merasa tak mampu. tetes tetes air mata terus mengalir saat artikel ini ditulis menandakan betapa aku benar2 ingin kembali dengan keadaan yang biasa saja seperti dahulu yang hanya membantu bapak saat musim panen dan bersatai saat tidak ada pekerjaan. Aku menyadari akan tingkat pendidikan yang saat ini sangat diperlukan namun aku juga sadar betapa beratnya orang tuaku mencari uang.

sudah panjang lebar aku menulis mengenai diriku sendiri kali ini aku akan memberikan pesan-pesan kepada pembaca mengenai tulisan yang sudah ku buat ini.

“Jika ada diantara anda yang ingin bersekolah mohon dilihat keadaan orang tua anda, mungkin saja anda melihat meraka itu selalu bahagia melihat anda berada dijenjan yang lebih tinggi tapi anda harus sadar bahwa orang tua anda bekerja sangat keras untuk anda jadi janganlah memilih untuk memfoya-foyakan uang untuk membayar yang tidak perlu atau sekolah yang mahal”

Sekian perasaan yang penulis rasakan semoga bermanfaat.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.