Makalah Kreatifitas dan Inovasi


KREATIVITAS DAN INOVASI
Kelompok 6
Fransiscus Xaverius Bevan S-32150068
Matthew Sebastian T-32150062
Paulus Rians M.P. – 32150090
Kata pengantar :
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas Rahmat-Nya yang telah pembahasan laporan mengenai Kreatifitas dan Inovasi. Makalah ini kami kembangkan diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Dalam makalah ini, terdapat berdasarkan fakta dan keperluan.



Makalah ini juga dapat dikembangkan lagi oleh guru atau teman-teman lain nya. Kami berharap supaya makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan pembaca sekalian. Semoga makalah ini dapat mencapai hasil sesuai yang telah diharapkan.


Makalah ini membahas mengenai Kreatifitas dan Inovasi yang telah disertai dengangambar-gambar sehingga lebih mudah dipahami dan dipelajari oleh yang lain nya.
Akhir nya, kami berharap makalah ini dapat bermanfaat, berguna dan dapat menambah lagi pengetahuan bagi pembaca nya. Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penyusunan kata-kata.




Daftar Isi :


No
Lembar
Halaman
1.
Halaman Judul/Cover
1
2.
Kata Pengantar
2
3.
Daftar Isi
3-29
4.
Kesimpulan
30
5.
Daftar Pustaka
31



BAB 1
Arti Kreativitas dan Inovasi


Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau anggitan baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.(Sumber: Wikipedia)


Inovasi dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

BAB 2
Jenis Kreativitas dan Inovasi


Jenis Jenis Kreativitas


Menurut Teori 4P’s Creativty (Person,Process,Press and Product)
1.Person  : Upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada individu atau person dari individu yang dapat disebut kreatif.


2.Process : Upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada proses berpikir sehingga memunculkan ide-ide unik atau kreatif.


3.Press  : Kreativitas yang menekankan faktor press atau dorongan, baik dorongan internal diri sendiri berupa keinginan dan hasrat untuk mencipta atau bersibuk diri secara kreatif,
   maupun dorongan eksternal dari lingkungan sosial dan psikologis.


4.Product : Upaya mendefinisikan kreativitas yang berfokus pada produk atau apa yang dihasilkan oleh individu baik sesuatu yang baru/original atau sebuah elaborasi/penggabungan yang inovatif.


Jenis Jenis Inovasi:


1.Invensi ( penemuan baru )
2.Ekstensi (pengembangan dari yang sudah ada sebelumnya )
3.Duplikasi  (penggandaan, memperbanyakproduk yang sudah ada dan terkenal )
4.Sintesis ( penggabungan atau  mengkombinasikan konsep dan formula yang sudah ada menjadi formula yang baru )


BAB 3
Ciri Kreativitas dan Inovasi


Komponen/Indikator Ciri-Ciri Kreativitas


1.Kelancaran Berfikir


Kelancaran berpikir adalah merupakan proses di mana seseorang mampu menghasilkan banyak ide atau pemecahan masalah dalam waktu yang cepat. Adapun indikator kelancaran berpikir meliputi kemampuan untuk :
  1. Mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan
  2. Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal
  3. Selalu memberikan lebih dari satu jawaban
2.Keluwesan
Keluwesan adalah merupakan kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan dalam mengatasi persoalan. Indicator dari keluwesan meliputi kemampuan :


  1. Menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi
  2. Dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbedabeda
  3. Mencari banyak alternative
  4. Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran
3.Orisinalitas
Orisinalitas adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan atau penyelesaian tentang suatu permasalahan dengan cara yang asli, gagasan tersebut sangat jarang atau bahkan belum pernah diungkapkan sebelumnya. Definisi ketrampilan berpikir orisinal menurut antara lain :
  1. Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik
  2. Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri
  3. Mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
4.Ketrampilan-Mengolaborasi
Ketrampilan Mengelaborasi adalah merupakan kemampuan untuk mengembangkan gagasan dan mengurai secara terperinci. Adapun indikator dari ketrampilan mengelaborasi dapat disebutkan sebagai berikut :
  1. Mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk
  2. Menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu obyek, gagasan, atau situasi sehingga  menjadi lebih menarik


.
Ciri personal lainnya:

1. Sangat emosional


Orang-orang kreatif itu biasanya sangat emosional. Itu sebabnya mereka menggunakan seni untuk mengekspresikan diri, untuk mengekspresikan perasaan mereka. Kreativitas adalah cara mereka untuk mengatakan segala sesuatu yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata atau ucapan.

2. Memiliki pandangan pribadi


Orang-orang kreatif memiliki pandangan pribadi mereka sendiri untuk dunia yang yang diperhatikannya. Mereka cenderung melihat dan bereaksi terhadap hal-hal yang berbeda dan mereka bahkan cenderung untuk mendapatkan semangat atas hal-hal yang menurut orang lain belum tentu berharga. Sebagai contoh, banyak fotografer memilih mata pelajaran yang luar biasa untuk foto, seperti serangga atau daun jatuh atau garpu dll
 


3. Menjaga pemampilan


Orang yang kreatif menjaga penampilan dan gaya mereka, karena mereka ingin terlihat kreatif. Mereka bisa memakai pakaian yang unik atau berpakaian dengan berbagai warna-warna cerah. Tentu saja, ada banyak orang-orang kreatif yang suka fokus pada seni dan benci untuk berpikir bahwa seni dan pakaian dapat dihubungkan.

4. Suka tantangan


Orang-orang kreatif selalu suka dengan tantangan. Mereka dapat dengan mudah memikirkan cara-cara untuk memecahkan situasi yang sulit, karena kesulitan yang sedang dihadapi itu akan merangsang pikiran artistik mereka.

5. Banyak melamun


Orang yang kreatif biasa suka melamun. Itu sebabnya kenapa mereka tampaknya seperti menutup diri dari lingkungannya. Ada banyak alasan mengapa mereka mencintai menghabiskan waktu sendiri. Melamun adalah salah satu cari dari mereka yang kreatif untuk mengisi waktu untuk memikirkan sesuato konsep yang akan dilaksanakannya.

6. Sering berantakan


Jangan heran jika orang-orang kreatif itu sering berantakan. Mereka suka tempat yang penuh dengan hal-hal yang mereka cintai dan juga hasil kreativitasnya, seperti warna untuk pelukis atau instrumen untuk musisi.

7. Bisa murung


Orang-orang kreatif juga bisa murung. Seperti ciri sebelumnya, mereka sangat emosional, yang berarti mereka juga dapat berbalik dari rasa bersemangat kepada perasaan kecewa. Senyum mereka dapat dengan mudah berubah menjadi air mata.
 


8. Mengamati sesuatu


Orang-orang kreatif biasanya sering mengamati segala sesuatu. menurut pendapatnya, dunia adalah tiram di mana mereka terus-menerus mengambil informasi yang menjadi bahan untuk ekspresi kreatif.

9. Tidak suka aturan


Orang-orang kreatif tidak suka aturan, karena mereka mengatur sendiri! Banyak dari mereka bertindak seperti pemberontak, karena mereka benar-benar tidak ingin apa-apa untuk mengatur batas-batas sifat artistik mereka.



10. Mudah bosan


Orang yang kreatif selalu mudah mendapatkan bosan. Mereka perlu dirangsang agar tetap aktif. Mereka tidak akan fokus pada sesuatu yang mereka tidak suka.

11. Pengalaman baru


Orang-orang kreatif selalu mencari pengalaman baru. Mereka suka mengekspos diri mereka untuk mencari sensasi baru. Mereka juga senang bepergian sendiri dan dapat melakukan perjalan panjang meskipun hanya seorang diri.

12. Agak kekanakan


Orang-orang kreatif juga agak kekanak-kanakan. Mereka cenderung melihat dunia dengan mata seorang anak. Ada sebagian dari mereka yang tidak pernah berubah, dan mungkin ini adalah rahasia sebenarnya, mengamati dunia dengan mata anak-anak.

13. Tidak mencari pekerjaan


Orang-orang tidak terlalu senang untuk mencari pekerjaan. Oleh karenanya mereka sering diberitahu oleh orang lain untuk mencari pekerjaan nyata yang benar-benar menghasilkan uang. Tapi, karena sudah menyadari, orang-orang kreati seperti seniman selalu tetap ingin mengikuti impian mereka.

14. Suara hati


Orang-orang kreatif akan mendengarkan suara hati mereka. Bahkan sering pikiran mereka berpikir sebaliknya, orang-orang kreatif lebih cenderung kuatir tentang masalah yang akan mengambil lebih banyak risiko. Mendengarkan suara hati memang terkadang memberikan keputusan yang salah, tetapi tidak sedikit justru keputusan salah itu membawah kearah yang benar. Itulah alasan yang membuat mereka istimewa.


Ciri-ciriafektif / Inovasi:


Ciri-ciri afektif dari kreativitas merupakan ciri-ciri yang berhubungan dengan sikap mental atauperasaan individu.Ciri-ciri afketif inisaling berhubungan dan saling mempengaruhi dengan ciri-ciri kognitif. Kreativitas yang berkaitan dengan sikap dan perasaan seseorang. Ada beberapa ciri-ciri afektif, yaitu:
1) Rasa ingin tahu.
Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak, misalnya: selalu bertanya, memperhatikan banyak hal, peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui atau meneliti. Ada beberapa perilaku peserta didik yang mencerminkan rasa ingin tahu, misalnya sering mempertanyakan segala sesuatu, senang menjajaki buku-buku, peta-peta, gambar-gambar, dan sebagainya untuk mencari gagasan gagasan baru, menggunakan semua panca inderanya untuk mengenal, tidak takut menjajaki bidang-bidang baru, ingin mengamati perubahan-perubahan dari hal-hal atau kejadian – kejadian.
2) Bersifat imajinatif / fantasi
Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang tidak atau belum pernah terjadi dan menggunakan daya khayal namun dapat membedakan mana khayalan dan mana yang kenyataan.Perilaku yang terlihat pada siswa biasanya berupa memikirkan atau membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi, memikirkan bagaimana jika melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain, meramalkan apa yang akan dikatakan atau dilakukan orang lain, mempunyai firasat tentang sesuatu yang belum terjadi, melihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat orang lain, membuat cerita tentang tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi atau tentang kejadian-kejadian yang belum pernah dialami.
3) Merasatertantangolehkemajemukan
Mempunyai dorongan untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, merasa tertantang olehs ituasi-situasi yang rumit serta lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.Perilaku anak didik yang mencerminkan sikap tertantang oleh kemajemukan, adalah menggunakan gagasan atau masalah-masalah yang rumit, melibatkan diri dalam tugas-tugas yang majemuk, tertantang oleh situasi yang tidak dapat diramalkan keadaannya, mencaripenyelesaiantanpabantuan orang lain, tidak cenderung mencari jalan tergampang, berusahaterus-menerus agar berhasil, mencari jawaban-jawaban yang lebih sulit atau rumit dari pada menerima yang mudah, dan senang menjajaki jalan yang lebih rumit.
4) Sifat berani mengambil risiko (tidak takut membuat kesalahan)
Berani mempunyai pendapat meskipun belum tentu benar, tidak takut gagal atau mendapatkritik dari orang lain. Perilaku anak didik yang memiliki sifat berani dalam mengambil risiko adalah beran imempertahankan gagasan-gagasan atau pendapat nyawa kalaupun mendapatkan tantangan atau kritik, bersedia mengakui kesalahan-kesalahannya, berani menerima tugas yang sulit meski pun ada kemungkinan gagal, berani mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah yang tidak dikemukakan orang lain, tidak mudah dipengaruhi orang lain, melakukan hal-hal yang diyakini, meskipun tidak disetujui sebagian orang, berani mencobahal-hal baru, berani mengakui kegagalan dan berusaha lagi.
5) Sifat menghargai
Kemampuan untuk dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup, menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.Perilaku anak didik yang memiliki sifat menghargai adalah menghargai hak-hak sendiridan orang lain, menghargai diri sendiri dan prestasi sendiri, menghargai makna orang lain, menghargai keluarga, sekolah lembaga pendidikan lainnya serta teman-teman, menghargai kebebasan tetapi tahu bahwa kebebasan menuntut tanggung jawab, tahu apa yang betul-betul penting dalam hidup, menghargai kesempatan-kesempatan yang diberikan, senang dengan penghargaan terhadap dirinya.


Inovasi mempunyai 4 ciri, berikut penjelasannya:


  • Mempunyai ciri khas artinya sebuah inovasi mempunyai ciri yang khas dalam setiap aspeknya, entah itu program, ide atau gagasan, tatanan, sistem dan kemungkinan hasil yang baik sesuai yg diharapkan.
  • Mempunyai ciri atau unsur kebaruan, artinya adalah suatu inovasi harus mempunyai sebuah karakteristik sebagai suatu karya dan buah pemikiran yang mempunyai ke originalan & kebaruan.
  • Program inovasi dilakukan lewat program yang terencana, artinya bahwa sebuah inovasi dilakukan lewat bentuk proses yang tidak tergesa-gesa, tapi dipersiapkan dengan matang, jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
  • Sebuah Inovasi yang diluncurkan mempunyai tujuan, suatu program inovasi yang dilakukan harus mempunyai arah kemana tujuannya dan target yang ingin dicapai.

Bab 4
Syarat Kreativitas dan Inovasi


Syarat-syarat berpikir Kreatif:


A.Melibatkan respons atau gagasan yang baru.


B.Memecahkan persoalan secara realistis.


C.Mempertahankan dan mengembangkan orisinalitas.


D.Berpikir secara divergen: fluency, flexibility, originality


E.Berpikir analogis: berpikir tidak konvensional, mampu melihat berbagai hubungan yang tidak terlihat.


Para psikolog menyebutkan lima tahap berpikir kreatif. Semua tahap harus dipraktekkan dengan kesadaran untuk memperoleh hasil yang paling baik. Lima syarat tersebut yaitu:
1. Orientasi (persiapan)
Masalah dirumuskan, dan aspek-aspek masalah diidentifikasi. Tahap ini juga dikenal dengan tahap persiapan. Persiapan adalah tahap mendapatkan fakta mengenai sesuatu persoalan khusus dan menen-tukannya dengan teliti.


Persiapan mungkin memerlukan fakta lebih lanjut yang dapat memperlengkapi bahan untuk mengerjakan empat tahap berikutnya.


2. Preparasi (usaha)
Pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah. Dalam proses kedua ini diproduksi dan dicatat sejumlah banyak ide. Banyak di antara ide itu kelihatan aneh atau tidak berhubungan dengan persoalan.
Hal ini bukanlah suatu kerugian, walaupun tidak menyenangkan bagi orang analitis yang tidak dapat melihat keuntungannya. Sebenarnya produksi ide yang aneh, yang menimbulkan suasana humor dalam tahap ini, dapat disusul suatu arus ide yang paling berguna.


3. Inkubasi
Pikiran beristirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan berhadapan dengan jalan buntu. Pada tahap ini, proses pemecahan masalah berlang-sung terus dalam jiwa bawah sadar kita. Suatu pribahasa umum “Bawalah tidur persoalan itu”.

Setelah bangun pagi hari, seringkali kita dapat menemukan jawaban terhadap persoalan pada sore hari sebelum-nya kelihatan tidak mungkin dipecahkan. Dalam brainstorming(sumbangsaran), inkubasi terjadi dengan secara sadar membaca daftar ide, seraya semua anggota kelompok diam.


Hal ini selalu menghasilkan suatu arus ide baru. Para peserta dapat juga mengambil jalan lain dengan membaca daftar ide untuk merangsang timbulnya ide berikutnya.


4. Iluminasi (pengertian)
Masa inkubasi berakhir ketika pemikir memperoleh semacam ilham, serangkaian insightyang memecahkan masalah. Ini kadang-kadang dikenal sebagai tahap “Aha” atau “Eureka” dari berpikir kreatif.


Ciri khas dari tahap ini ialah adanya sinar penerangan atau fajar yang mendadak yang menginsyafkan orang akan ditemukannya jawaban. Selain itu, tahap ini biasanya disertai suatu perasaan lega, atau hilangnya tekanan.


5.Verifikasi (evaluasi)
Tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan masalah yang diajukan pada tahap keempat. 


Dalam tahap ini, ide yang diciptakan dalam tahap-tahap sebelumnya diperiksa dengan kritis dan disisihkan kalau tidak berguna, tidak sesuai, di luar hukum, tidak susila atau bahkan terlalu mahal biayanya. Semua pengalaman dan penilaian sangat diperlukan.


Syarat-syarat inovasi
– Menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya.


– Menghasilkan produk yang relatif baru.


– Menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok.


Syarat-syarat berpikir inovatif
– Elastisitas yang tinggi


– Produktivitas yang tinggi


– Orisinalitas yang tinggi


– Sensitivitas yang tinggi


BAB 5
Cara Membangun Kreativitas dan Inovasi


Cara membangun kreativitas dapat dilakukan secara bertahap dan tiap orang sepertinya memiliki daya kreativitas dan imajinasi nya sendiri-sendiri. Dapatkah anda bayangkan seluruh alam semesta dengan semua planet dan bintang-bintang di dalamnya?
Hanya mampu membayangkan hal-hal tersebut menunjukkan bahwa Anda sudah memiliki imajinasi. Setiap orang itu terlahir dengan itu, tetapi dengan mudah bisa dipoles.


Mengapa kreativitas itu perlu untuk dibangun? Tidak ada yang tau bagaimana nantinya jalan hidup Anda. Bagaimana bila Anda bekerja di bidang desainer, arsitek, desain interior, ataupun programmer IT yang membuat program-program?
Banyak pekerjaan lainnya yang membutuhkan kreativitas, inovasi dan imajinasi yang tinggi agar bisa lebih sukses ke depannya. Disini ada beberapa tips yang menginformasikan bagaimana caranya untuk mengembangkan kreativitas Anda.


  • Kembangkan Hobi
Bahakna seorang workaholic memiliki hobi. Kuncinya adalah untuk meluangkan waktu Anda untuk mengembangkan hobi. Anda dapat belajar untuk bermain alat music, menulis cerita, membuat sketsa gambar, membangun robot dan mobil-mobilan dari awal atau bahkan mencoba berkebun.
Hobi tidak harus menjadi kreatif. Tetapi jika anda memanjakan diri di dalmnya tanpa meminta bimbingan atau bantuan orang lain, Anda bisa mengasah diri dan mendorong diri Anda untuk lebih kreatif. Imajinasi Anda akan berkembang untuk memikirkan cara-cara menyelesaikan kegiatan dan mencoba untuk membentuk sesuatu.


  • Memecahkan masalah-masalah
Anda mungkin tidak berpikir bahwa memecahkan masalah bisa megembangkan kreativitas, tetapi pemecahan masalah memerlukan imajinasi. Ini juga memerlukan rasionalitas dan imajinasi kreatif kadang-kadang membutuhkan bantuan rasionalitas.
Anda dapat menguji diri Anda dengan membuat situasi atau masalah yang perlu untuk dipecahkan atau dicari solusinya. Anda akan menmukan bahwa ada banyak solusi kreatif yang dapat diterapkan untuk masalah jika Anda memiliki inovasi dan mendorong imajinasi Anda sedikit.
  • Ikut serta dalam kelas
Salah satu cara termudah untuk membuka imajinasi dan membangun kreativitas Anda adalah dengan berpatisipasi dalam sebuah kelas yang memungkinkan Anda untuk menjadi kreatif. Kelas apa saja itu?
Mengikuti kelas seni seperti lukisan, patung, sketsa, menulis, dan musik befokus pada kreativitas Anda. Di sini Anda memilki kesempatan untuk mencoba berbagai teknik artistic, terlepas dari apakah Anda memiliki pengalaman sebelumnya atau tidak. Intinya adalah untuk membuat Anda berpikir menggunakan bagian kreatif dari otak Anda.
  • Banyak membaca
Banyak membaca dapat membantu mengembangkan imajinasi Anda. Buku merupakan jendela dunia bukan? Anda mungkin telah banyak membaca ketika masih sekolah dan buku membuka pikiran Anda kepada dunia.
Banyak hal yang Anda bisa kembangkan dan juga berimajinasi dari membaca, entah itu buku anak-anak mau pun tentang fashion. Be creative!
  • Berkhayal
Anda mungkin telah sering melamun di sekolah atau di tempat kerja, tetapi melamun dapat melakukan keajaiban dan  meningkatkan kemampuan imajinasi Anda. Berkhayal benar-benar dapat menguji kretivitas Anda karena kadang-kadang terjadi secara tidak sadar.


Hal ini memungkinkan Anda untuk mengakses bagian dari otak Anda yang mungkin ketika dewasa jadi jarang digunakan. Jadi ini juga dapat menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan Anda.


Langkah membangun kreatifitas:
  • Ubahlah cara berpikir Anda dari negatif ke positif. Semakin positif cara berpikir Anda, membuat Anda semakin percaya diri dan optimis dalam menghadapi permasalahan.
Selanjutnya Anda akan semakin kreatif dalam mencari solusi segala permasalahan Anda.


  • Tulislah secara detail mengenai situasi kesulitan yg Anda hadapi, Tulislah segala hal yg berkaitan dengan tantangan Anda, Apa yg menjadi penyebab Anda tertekan? Apa yg Anda kuatirkan? Ini bukan berarti berpikir negatif, tapi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.


  • Selalu bertanya, Berlatihlah juga untuk menjawab sebuah permasalahan atau pertanyaan dari sudut pandang yg berbeda. Misalnya bisnis Anda sedang menurun, kenapa menurun? mengapa penjualannya menurun? apa karena semakin banyak kompetitor? Dengan semakin banyak pertanyaan yg dapat Anda buat, maka Anda akan terpacu untuk semakin kreatif mencari solusinya.


  • Anda harus Take Action (Bertindak), Bertindaklah, sibukkanlah diri, dan terus bergerak. Tentukan Prioritas Tujuan. Semakin cepat dan semakin jelas tujuan, semakin kreatif diri dalam mencapai tujuan.


  • Mencari Sudut Pandang Lain. Salah satu latihan untuk mengasah kreatifitas adalah dengan mencoba memandang sesuatu dari perspektif lain yg sama sekali baru. Misalnya : ambil sebuah pensil, lalu pikirkanlan dan tuliskanlah sebanyak mungkin ide anda terhadap kegunaan pensil tersebut – selain untuk menulis – misalnya sebagai tusuk konde, sumpit makan, dsb.


Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu membangun kemampuan pribadi dalam program peningkatan kreativitas sebagaimana dikemukakan oleh James L. Adams (1986) :
a. Mengenali hubungan
Banyak penemuan dan inovasi lahir sebagai cara pandang terhadap suatu hubungan yang baru dan berbeda antara objek, proses, bahan, teknologi, dan orang. Seperti mencampurkan aroma bunga melati dengan air teh kemudian dibotolkan menjadi teh botol yang harum dan segar rasanya.
Untuk membantu meningkatkan kreativitas, kita dapat melakukan cara  pandang kita yang statis terhadap hubungan orang dan lingkungan yang telah ada. Dari sini kita coba melihat mereka dengan cara pandang yang baru dan berbeda.  Orang yang kreatif akan memiliki intuisi tertentu untuk dapat mengembangkan dan mengenali hubungan yang baru dan berbeda dari fenomena tersebut. 
Hubungan ini nantinya dapat emperlihatkan ide-ide, produk dan jasa yang baru. Sebagai contoh, kita dapat melakukan latihan dengan melihat hubungan antara pasangan-pasangan: suami-istri, kue coklat dan es krim vanili, atlet dan pelatih serta manajer de-ngan buruh.
b. Pengembangan Perspektif Fungsional
Kita dapat melihat adanya suatu perspektif yang fungsional dari benda dan orang. Seseorang yang kreatif akan dapat melihat orang lain sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan mem-bantu menyelesaikan suatu pekerjaan.
Misalnya, sering secara tidak sadar kita menggunakan pisau dapur untuk memasang baut gara-gara palu yang kita cari tidak ketemu. Cara lain, kita harus me-mulainya dari cara pandang yang nonkonvensional dan dari perspektif yang berbeda. Sebagai contoh, cobalah sebutkan fungsi lain dari sebuah kursi, batang korek api, dan lain-lain.
c. Gunakan Akal
Fungsi otak pada bagian yang terpisah antara kiri dan kanan.  Otak bagian kanan dipakai untuk hal-hal seperi analogi, imajinasi, dan lain-lain. Sedangkan otak bagian kiri dipakai untuk kerja-kerja seperti analisis, melakukan pendekatan yang rasional terhadap pemecahan masalah, dan lain-lain. Meski secara fungsi nya berbeda, tetapi dalam kerjanya ia harus saling berhubungan.
Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan anlitis terhadap pengetahuan, dan evaluasi. Jadi, bila kita ingin lebih kreatif, kita harus melatih dan mengembangkan kemampuan kedua belah otak kita tersebut.
d. Hapus Perasaan Ragu-ragu
Kebiasaan mental yang membatasi dan menghambat pemikiran kreatif, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemikiran  Lain,   Perkembangan kehidupan seseorang banyak terpenuhi  oleh  hal-hal yang tidak pasti dan meragukan. Banyak orang yang menyerah dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapi.
Bagi orang yang kreatif lebih baik belajar menerima keadaan tersebut dalam hidupnya, bahkan mereka sering menemukan sesuatu yang berharga dalam kondisi tersebut.
2. Mencari Selamat, Dalam kehidupannya orang akan cenderung menghindari risiko seminimal mungkin, tetapi seorang inovator akan senang menghadapi risiko, misalnya risiko kesalahan  atau  kegagalan.
Bahkan kegagalan dianggap sebagai permainan yang menarik yang dapat dijadikan guru yang baik untuk keberhasilan di masa yang akan datang.
3. Stereotipe (penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan.), Seperti sudah ada ketentuan atau karakteristik tertentu untuk suatu hal, begitu pula halnya akan kesuksesan yang dapat diraih.
Karena keterbatasan ini, seseorang yang ingin melakukan suatu hal, karena asas  stereotipe ini, akan terlimitasi cara pandang dan persepsinya terhadap kemungkinan lain yang sebenarnya dapat diraih.
4. Pemikiran Kemungkinan/Probabilitas, Guna memperoleh keamanan dalam membuat keputusan, seseorang akan cenderung percaya kepada teori kemungkinan.  Bila berlebihan, maka hal ini hanya akan menghambat seseorang mencari kesempatan yang hanya akan datang sekali saja dalam hidupnya.


Menurut pendapat Kao (1989), ada beberapa hal yang dapat menumbuhkan bahkan mengembangkan pemikiran kreativitas dilihat dari prilaku seseorang, sebagai berikut :
  • Menciptakan struktur organisasi terbuka dan desentraslisasi (penyerahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengurusi urusan rumah tangganya sendiri berdasarkan prakarsa dan aspirasi dari rakyatnya dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia),


  • Mendukung budaya yang memberi kesempatan atas percobaan,


  • Menekankan pada peran dari pemegang atau juara,


  • Tersedianya semua sumber atas sesuatu inisiatif baru,


  • Mendorong sikap eksperimental (suatu set tindakan dan pengamatan, yang dilakukan untuk mengecek atau menyalahkan hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat antara gejala),


  • Berikan kebebasan,
  • Tanpa bebas waktu,
  • Memberikan hal-hal yang berhasil,
  • Hindari mematikan ide-ide baru,


  • Singkirkan birokrasi (suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.) dari pengalokasian sumber,


  • Beri penghargaan atas suatu keberhasilan,
  • Ciptakan budaya pengambilan resiko,
  • Kurangi hal-hal yang bersifat administratif,
  • Memberikan kebebasan untuk melakukan kesalahan,
  • Komunikasi efektif pada semua tingkatan, dan
  • Delegasikan tanggung jawab untuk mulai tugas baru.


Di sini seorang  harus mampu mengelola empat fase pembuatan inovasi proses yaitu sebagai berikut:
  • Pengamatan dan penyelidikan terhadap lingkungan, baik internal maupun eksternal.
  • Pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovasi.


  • Adanya opsi sumber daya dan penciptaan melalui riset. Pengembangan sumber daya yang diperoleh melalui pengalihan teknologi dan adanya sumber daya pengetahuan untuk dilaksanakan seorang Wirausaha.


  • Penerapan  inovasi lahir dari gagasan-gagasan, ide-ide, melalui berbagai tahap pengembangan untuk dilimpahkan sebagai produk atau pelayanan baru pada pasar eksternal, metode baru atau proses baru.


Untuk dimensi tipe-tipe  inovasi, tahapan-tahapan  inovasi, dan level analisisnya adalah sebagai berikut:


  • Inovasi produk, adalah hasil dari organisasi perusahaan.


  • Inovasi administrasi, adalah  inovasi yang terkait dengan manajemen, serta berorientasi  dengan proses struktur, manajemen sumber daya manusia (SDM), dan sistem akuntansi.


  • Inovasi kontinum, adalah sebagai inkremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk melaksanakan inovasi.


  • Inovasi proses, adalah upaya untuk menghasilkan produk atau pelayanan yang baik.


  • Inovasi teknik, adalah  inovasi yang  terkait langsung dengan produksi produk.


Adapun beberapa faktor yang dapat mendukung  tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovasi-inovasi menurut James Brian Quinn (1955) adalah  sebagai berikut:


  • Iklim  inovasi dan visi, dimana perusahaan yang  inovasi mempunyai visi yang singkat dan jelas serta memberi dukungan nyata  untuk terwujudnya suasana inovasi.


  • Orientasinya pada pasar. Perusahaan yang berinovasi melandaskan visi mereka yang ada pada pasar.


  • Organisasi yang tetap datar dan kecil. Kebanyakan perusahaan yang inovasi berusaha menjaga keseluruhan perusahaan tetap datar serta tim proyek yang kecil.
  • Proses belajar interaktif, dimana di dalam suatu lingkungan yang inovasi, proses belajar dan penelitian ide-ide mengabaikan garis fungsi tradisional dalam suatu perusahaan.


BAB 6
Faktor Penghambat Kreativitas Dan Inovasi


Penghambat kreativitas menurut Munandar

Menurut Munandar (2009) terdapat beberapa hal yang dapat menghambat pengembangan kreativitas yaitu:
  1. Evaluasi, menekankan salah satu syarat untuk memupuk kreativitas konstruktif ialah bahwa pendidik tidak memberikan evaluasi atau paling tidak menunda pemberian evaluasi sewaktu anak sedang asyik berkreasi.
  2. Hadiah, pemberian hadiah dapat merubah motivasi intrinsik dan mematikan kreativitas.
  3. Persaingan (kompetisi), persaingan terjadi apabila siswa merasa bahwa pekerjaannya akan dinilai terhadap pekerjaan siswa lain dan bahwa yang terbaik akan menerima hadiah. Hal ini dapat mematikan kreativitas.
  4. Lingkungan yang membatasi


Kendala lain yang juga diungkapkan oleh Munandar, yang merupakan faktor yang menghambat kreativitas, yaitu:


Kendala dari rumah
Menurut Amabile (dalam Munandar, 2009) lingkungan keluarga dapat menghambat kreativitas anak dengan tidak menggunakan secara tepat empat pembunuh kreativitas yaitu evaluasi, hadiah, kompetisi dan pilihan atau lingkungan yang terbatas.


Kendala dari sekolah
Ada beberapa hal yang dapat menghambat kreativitas antara lain:
  1. Sikap guru, tingkat motivasi instrinsik akan rendah jika guru terlalu banyak mengontrol, dan lebih tinggi jika guru member lebih banyak otonomi.
  2. Belajar dengan hafalan mekanis, hal ini dapat menghambat perkembangan kreativitas siswa karena materi pelajaran hanya cocok untuk menjawab soal pilihan ganda bikan penalaran.
  3. Kegagalan, semua siswa pernah mengalami kegagalan dalam kegagalan mereka tetapi frekuensi kegagalan dan cara bagaimana hal itu ditafsirkan mempunyai dampak nyata terhadap motivasi intrinsic dan kreativitas.
  4. Tekanan akan konformitas, anak-anak usia sekolah dapat saling menghambat kreativitas mereka dengan menekankan konformitas.
  5. Sistem sekolah, bagi anak yang memiliki minat-minat khusus dan kreativitas yang tinggi sekolah bisa sangat membosankan.

Kendala konseptual
Adams (dalam Munandar, 2009) menggunakan istilah conceptual blocks yaitu dinding mental yang merintangi individu dalam pengamatan suatu masalah serta pertimbangan cara-cara pemecahannya. Kendala itu memiliki dua sifat yaitu eksternal dan internal.


Kendala yang bersifat eksternal antara lain:

Kendala kultural
Kendala kultural, menurut Adams (Munandar, 2009) ada beberapa contoh kendala kultural yaitu:
  • Berkhayal atau melamun adalah membuang-buang waktu.
  • Suka atau sikap bermain hanyalah cocok untuk anak-anak.
  • Kita harus berpikir logis, kritis, analitis dan tidak mengandalkan pada perasaan dan firasat.
  • Setiap masalah dapat dipecahkan dengan pemikiran ilmiah dan dengan uang yang banyak.
  • Ketertarikan pada tradisi.
  • Adanya atau berlakunya tabu.
Kendala lingkungan dekat
Kendala lingkungan dekat (fisik dan sosial), contoh kendala lingkungan dekat:
  • Kurang adanya kerja sama dan saling percaya antara anggota keluarga atau antara teman sejawat.
  • Majikan (orang tua) yang otokrat dan tidak terbuka terhadap ide- ide bawahannya (anak).
  • Ketidaknyamanan dalam keluarga atau pekerjaan.
  • Gangguan lingkungan, keributan atau kegelisahan.
  • Kurang adanya dukungan untuk mewujudkan gagasan-gagasan.

Kendala yang bersifat internal antara lain:

Kendala perceptual
Kendala perceptual, kendala perceptual dapat berupa:
  • Kesulitan untuk mengisolasi masalah.
  • Kecenderungan untuk terlalu membatasi masalah.
  • Ketidakmampuan untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.
  • Melihat apa yang diharapkan akan dilihat, pengamatan stereotip memberi label terlalu dini.
  • Kejenuhan, sehingga tidak peka lagi dalam pengamatan.
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan semua masukan sensoris.

Kendala emosional
Kendala emosional, kendala ini mewarnai dan membatasi bagaimana kita melihat, dan bagaimana kita berpikir tentang suatu masalah. Sebagai contoh:
  • Tidak adanya tantangan, masalah tersebut tidak menarik perhatian kita.
  • Semangat yang berlebih, terlalu bermotivasi untuk cepat berhasil, hanya dapat melihat satu jalan untuk diikuti.
  • Takut membuat kesalahan, takut gagal, takut mengambil resiko.
  • Tidak tenggang rasa terhadap ketaksaan (ambiguity) kebutuhan yang berlebih akan keteraturan dan keamanan.
  • Lebih suka menilai gagasan, daripada member gagasan.
  • Tidak dapat rileks atau berinkubasi.


Kendala imajinasi
Kendala imajinasi, hal ini menghalangi kebebasan dalam menjajaki dan memanipulasi gagasan-gagasan. Contoh:
  • Pengendalian yang terlalu ketat terhadap alam pra-sadar atau tidak sadar.
  • Tidak memberi kesempatan pada daya imajinasi.
  • Ketidakmampuan untuk membedakan realitas dari fantasi.


Kendala intelektual
Kendala intelektual, hal ini timbul bila informasi dihimpun atau dirumuskan secra tidak benar. Contoh:
  • Kurang informasi atau informasi yang salah.
  • Tidak lentur dalam menggunakan strategi pemecahan masalah.
  • Perumusan masalah tidak tepat.
Kendala dalam ungkapan
Kendala dalam ungkapan, misalnya:
  • Keterampilan bahasa yang kurang untuk mengungkapkan gagasan.
  • Kelambatan dalam ungkapan secara tertulis.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menghambat kreativitas terdiri dari kendala dari rumah, kendala dari sekolah dan kendala konseptual.
Dunia pendidikan membutuhkan inovasi terutama inovasi pembelajaran, hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Sebuah inovasi harus dapat dilaksanakan agar terjadi perubahan namun dalam penerapannya, sebuah inovasi biasanya menghadapi berbagai hambatan dan sulit diterima oleh masyarakat. Olehnya itu menurut Ibrahim, 1988, faktor penghambat inovasi antara lain :
1. Estimasi tidak tepat terhadap inovasi
Disebabkan oleh tidak tepatnya perencanaan atau estimasi dalam proses difusi inovasi, antara lain tidak tepat dalam mempertimbangkan implementasi inovasi, kurang adanya kerja sama antar pelaksana inovasi, tidak adanya persamaan pendapat tentang tujuan yang akan dicapai, tidak jelas struktur pengambilan keputusan, komunikasi yang tidak lancar, adanya tekanan dari pemerintah untuk mempercepat hasil inovasi dalam waktu yang sangat singkat.
2. Konflik dan motivasi
Disebabkan oleh karena adanya masalah-masalah pribadi seperti pertentangan antara anggota tim, rasa iri antara anggota, ada anggota tim yang tidak semangat kerja, pimpinan terlalu kaku dan berpandangan sempit, kurang adanya
penguatan atau hadiah terhadap anggota yang melaksanakan tugas dengan baik.
3. Inovasi tidak berkembang
Tidak ada upaya untuk mengembangkan inovasi disebabkan oleh lambatnya material yang diterima, alokasi dana yang tidak tepat, terjadi inflasi, pergantian pengurus yang terlalu cepat.
4. Masalah keuangan
Tidak memadainya dana dari pemerintah, kondisi perekonomian secara nasional mengakibatkan penundaan penyampaian dana.
5. Penolakan inovasi dari kelompok tertentu
Pro dan kontra dalam memandang inovasi selalu mewarnai kehadiran sebuah inovasi bahkan dapat menggiring opini masyarakat sehingga curiga dengan inovasi tersebut.
6. Kurang adanya hubungan sosial
Hubungan dimaksudkan disini adalah hubungan antara anggota kelompok pelaksana dan hubungan dengan masyarakat.

Kesimpulan :
Bisa di tarik kesimpulan bahwa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi kita membutuhkan berbagai aspek seperti tertulis di atas , maka dari itu jika kita ingin mengembangkan kreativitas dan inovasi , kita di harus memiliki semangat dan kerja keras yang tinggi agar cita-cita kita untuk menciptakan sesuatu yang baru tercapai

Daftar pustaka :
Sandra Moriarty, Nancy Mitchell, & William Wells, Advertising, Edisi ke-8, Jakarta: Kencana, 2011.
J.G Rawlinson, Berfikir Kreatif & Brainstorming, Terjemahan B.N. Marbun, SH & Djoerban Wachid, SH, Jakarta : Erlangga, 1983.
Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2009.
Carol  Kinsey  Goman.   1999,   Kreativitas  Dalam  Bisnis, Binarupa Aksara, Jakarta.
Kao, John. 1989. Entrepreneurship, Creativity and Organization, Taxs, Cases and Readings,  Englewood cliffs, New Jesey,Prentice Hall.
Kuratko,  Donal F.  and  Richard  M,  Hodgets, 1995.  Entrepreneurship, A. Contemporary Approach, 3rd edition, the Dryden Press.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.