Makalah Membangun Nilai Hidup

Makalah Membangun Nilai Hidup
Arti Nilai
Sangat sulit membuat batasan/definisi tentang nilai. Namun, sebagai pegangan kita bisa mengatakan nilai adalah sesuatu yang penting, selalu dicari, menyenangkan, disukai, dan
diinginkan. Nilai adalah segala hal yang menjadi dasar dan keyakinan atau sikap seseorang terhadap sesuatu.
Menurut Dr. H.E Krischmer Nilai kehidupan sering kali di abaikan bahkan di salah gunakan, TUHAN sebagai SANG PENCIPTA Alam semesta menyuruh umatnya untuk menjalankan nilai kehidupan dengan baik dan benar. Manusia sebagai mahluk sosial di anjurkan untuk saling tolong menolong dan nasehat menasehati agar bisa hidup damai di dunia.Oleh sebab itu mari kita renungkan arti kehidupan itu.

Pandangan Nilai
Ada banyak macam nilai kehidupan. Agama yang dianut oleh manusia juga dikategorikan sebagai suatu jenis nilai kehidupan, atau lebih tepatnya sistem nilai kehidupan, karena agama mengajarkan berbagai jenis nilai. Kesusilaan, keadilan, kejujuran, kekuasaan, dan kesejahteraan adalah di antara contoh nilai kehidupan. Nilai-nilai yang dicari oleh manusia dalam perjalanannya menjadi nilai-nilai kolektif (bersama), ketika sekelompok manusia berkumpul membentuk kelompok sosial. Anggota kelompok sosial tersebut menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok dengan menerima dan mempraktekkan nilai-nilai kelompoknya. Nilai-nilai tersebut kemudian dengan sengaja diwariskan dari generasi ke generasi.
Konsekuensinya, ketika kita berada dalam sebuah kelompok sosial (keluarga, sekolah, masyarakat) kita seolah-olah dituntut untuk menyadari, menerima, menghayati, dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai sosial, dan kemudian mengadopsinya untuk dijadikan sebagai nilai-nilai pribadi. Karena nilai-nilai ini ada dan terus berproses selama hidup manusia, maka nilai-nilai tersebut disebut sebagai nilai kehidupan.
Dengan demikian, nilai kehidupan yang dianut oleh seseorang terdiri atas nilai pribadi dan nilai sosial. Manusia merasa tenteram ketika ia merasa bahwa apa yang ia jalani mengandung atau sejalan dengan nilai hidupnya
Pandangan para ahli tentang nilai kehidupan:
I KETUT GEDE YUDANTARA Kehidupan merupakan anugerah dan amanah sebagai ciptaan Tuhan Kehidupan merupakan cobaan hidup yang selalu dirundung suatu permasalahan Kehidupan merupakan penebus dosa serta merupakan suatu proses reinkarnasi
CAMPBELL, REECE, MITCHELL Kehidupan merupakan suatu hirarki, dimana setiap tingkat sruktur biologis merupakan pengembangan dari tingkatan di bawahnya
SUHAIRI AWANG Kehidupan merupakan suatu kisah yang penuh berliku. kelangsungannya senantiasa  berputar – putar di ruang lingkup yang serupa dari satu generasi sejak mula manusia diciptakan hinggalah menjejak kepada waktu yang paling hampir dan kisahnya selalu  berulang  – ulang
Pengertian pandangan hidup :
         Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati, sehingga pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.
Macam-macam sumber pandangan hidup :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup muslim :
      Pandangan hidup Islam dicanangkan oleh Nabi di Makkah melalui penyampaian wahyu Allah dengan cara-cara yang khas. Setiap kali Nabi menerima wahyu yang berupa ayat-ayat al-Qur’an, beliau menjelaskan dan menyebarkannya kemasyarakat. Cara-cara seperti ini tidak sama dengan cara-cara yang ada pada scientific worldview,dan oleh sebab itu Prof.Alparslan menamakan worldview Islam sebaai ‘quasi-scientific worldview’. Penjelasan lebih detail tentang pandangan hidup Islam akan dilakukan kemudian.
      Proses pembentukan pandangan hidup melalui penyebaran ilmu pengetahuan diatas akan lebih jelas lagi jika kita lihat dari proses pembentukan elemen-elemen pokok yang merupakan bagian dari struktur pandangan hidup itu serta fungsi didalamnya. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa pandangan hidup dibentuk oleh jaringan berfikir (mental network) yang berupa keseluruhan yang saling berhubugan (architectonic whole).
     Namun, ia tidak merepresentasikan suatu totalitas konsep dalam pikiran kita. Ketika akal seseorang menerima pengetahuan terjadi proses seleksi yang alami, dimana pengetahuan tertentu diterima dan pengetahuan yang lain ditolak. Pengetahuan yang diterima oleh akal kita akan menjadi bagian dari struktur worldview yang dimilikinya.
     Meskipun pengetahuan yang diterima oleh akal manusia itu bersifat acak, namun ia akan terstruktur dengan sendirinya dalam pikiran manusia. Dari konsep-konsep yang ada dalam diri manusia maka kita dapat menyusun kedalam beberapa struktur konsep. Professor Alparslan mengkategorikan struktur pandangan hidup menjadi lima:
1) Struktur tentang kehidupan,
2) Struktur tentang dunia,
3) Struktur tentang manusia,
4) Struktur tentang nilai dan
5) strutktur tentang pengetahuan.
      Proses terbentuknya struktur konsep dalam worldview ini bermula dari struktur tentang kehidupan, yang didalamnya termasuk cara-cara manusia menjalani kegiatan kehidupan sehari-hari, sikap-sikap individual dan sosialnya, dan sebagainya. Struktur tentang dunia adalah konsepsi tentang dunia dimana manusia hidup. Struktur tentang ilmu pengetahuan adalah merupakan pengembangan dari struktur dunia (dalam transparent worldview).
    Gabungan dari struktur kehidupan, dunia dan pengetahuan ini melahirkan struktur nilai, dimana konsep-konsep tentang moralitas berkembang. Setelah keempat struktur itu terbentuk dalam pandangan hidup seseorang secara transparent, maka struktur tentang manusia akan terbentuk secara otomatis.
     Meskipun proses akumulasi kelima struktur diatas dalam pikiran seseorang tidak selalu berurutan seperti yang disebut diatas, tapi yang penting kelima struktur itu pada akhirnya menjadi suatu kesatuan konsepsi dan berfungsi tidak saja sebagai kerangka umum (general scheme) dalam memahami segala sesuatu termasuk diri kita sendiri, tapi juga mendominasi cara berfikir kita. Disini dalam konteks lahirnya ilmu pengetahuan di masyarakat, struktur ilmu pengetahuan merupakan asas utama dalam memahami segala sesuatu. Ini berarti bahwa teori atau konsep apapun yang dihasilkan oleh seseorang dengan pandangan hidup tertentu akan merupakan refleksi dari struktur-struktur diatas.
        Teori ini berlaku secara umum pada semua kebudayaan dan dapat menjadi landasan yang valid dalam menggambarkan timbul dan berkembanganya pandangan hidup manapun, termasuk pandangan hidup Islam. Berarti, kegiatan keilmuan apapun baik dalam kebudayaan Barat, Timur maupun peradaban Islam dapat ditelusur dari pandangan hidup masing-masing.

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :

Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati karena ia menentukan masa depanseseorang. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjukhidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarahmenurut waktu dan tempat hidupnya. Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktuyang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diujikenyataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar itu manusiamenerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.Pandangan hidup berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :1.Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya2.Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada suatuNegara3.Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka panandanganhidup itu disebut ideology. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha,keyakinan/kepercayaan. CIta-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai,tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.
B. Cita – Cita
Menurut kamus umum bahasa Indonesia, yang disebut cita – cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita – cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita – cita merupakan semacam garis linier yang makin tinggi, dengan perkataan lain, cita – cita merupakan keinginan, harapan dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.

C. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma – norma agama dan etika.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan senditi apa yang baik dan apa yang buruk. Suara hati selalu memilih yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya.
Sebagai anggota masyarakat, maka seseorang juga terikat dengan suara masyarakat. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi – pribadi, sebagaimana suara hati tiap pribadi selalu menginginkan yang baik.
Sebagai mahluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan perintah Tuhan. Perintah tuhan selalu memerintahkan agar manusia berbuat baik dan menghindari perbuatan yang tidak baik.
D. Usaha / Perjuangan

Usaha / perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha / perjuangan. Perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha / perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita – cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras. Apabila seseorang bercita – cita menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.
E. Keyakinan / Kepercayaan
Keyakinan / kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme dan aliran gabungan.
Aliran Naturalisme, hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi.
Aliran Intelektualisme, dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik walaupun bertentangan dengan hati nurani.
Aliran Gabungan, dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuata gaib artinya kekuatany yang berasal dari Tuhan (percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan). Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
F. Langkah – Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah – langkah berpandangan hidup. Adapun langkah – langkah itu sebagai berikut :
Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktifitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
Mengerti, yang dimaksud dengan mengerti disini adalah mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati, dengan menghayati pandangan hidup kita dapat memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
Meyakini, merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Mengabdi, pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima, baik oleh dirinya lebih – lebih orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaat dari tujuan hidup yang kita hayati dan yakini tersebut.

Prinsip hidup atau biasa disebut juga  dengan pandangan hidup adalah merupakan sebuah draft atau konsep dari kehidupan yang akan kita jalani. pandangan hidup yang dimiliki pada umumnya dimasyarakat adalah pandangan yang sesuai dengan agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Suatu pandangan hidup merupakan hal yang mutlak untuk dimiliki oleh setiap manusia didunia ini. Karena dengan memiliki pandangan hidup seseorang dapat mengarahkan kehidupannya kedepan nanti. Dan dengan pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang akan membuat atau mebentuk jati diri dari seseorang tersebut.Jati diri adalah gambaran suatu sifat atau karakter dari seseorang. Jati diri dalam setiap orang biasanya berupa prinsip hidup yang membuat seseorang tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan tempat dia berada.Jangan sampai prinsip hidup yang kita miliki melanggar yang sudah di atur dalam agama dan norma-norma dalam masyarakat dan hukum. Seseorang yang memiliki prinsip hidup pasti juga memiliki arah hidup. Arah hidup adalah adalah merupakan pemahaman terhadap jati diri itu sendiri. Yang berarti tujuan dari kehidupan itu sendiri. Arah hidup itu bagaikan sebuah rel kereta api  dimana merupakan bagian dari kereta api dan selalu akan menunjukan kemana tujuan dari kereta api tersebut. Demikianpun arah hidup sebuah bagian dari kehidupan yang akan menunjukan kemana tujuan hidup seseorang apakah dia menjadi orang yang sukses di dunia atau menjadi orang yang gagal dalam menjalani kehidupan.
      Sesorang yang memiliki suatu prinsip dalam kehidupannya berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki prinsip dalam kehidupannya. Seseorang yang memiliki prinsip dalam kehidupannya pasti dalam bertingkah laku tidak sembarang bertingkah laku. Seseorang yang memiliki prinsip dalam kehidupannya juga lebih bersemangat, disiplin, dan sabar dalam menghadapi ujian-ujian dalam kehidupan. Dengan memiliki suatu prinsip hidup sesorang akan lebih mengetahui perbedaan mana yang benar dan salah, mana yang baik dan yang buruk, dan mana yang halal dan mana yang haram. Pandangan hidup yang demikianlah yang harus seseorang memiliki.
      Dengan pandangan hidup diri sendirilah seseorang akan menjadi dirinya sendiri dan seseorang akan sukses dalam menjalani kehidupan dengan segala ujian yang akan dihadapi. Janganlah dalam menghadapi kehidupan yang nyata ini seseorang tanpa bekal dan memiliki pandangannya sendiri untuk menyongsong kehidupan kedepan. Karena seseorang yang sukses atau berhasil dalam menghadapi kehidupannya adalah seseorang yang sudah siap dalam menjalani kehidupannya, siap dengan bekal ilmu, pengalaman, dan prinsip-prinsip atau pandangan hidup diri senderi.
        Pandangan hidup adalah nilai-nilai yang di anut oleh suatu masyarakat yang di pilih secara selektif oleh para individu dan golongan dalam masyarakat. Setiap manusia memiliki keinginan baik maupun buruk. Sikap hidup adalah perasaan hati dalam menghadapi hidup,sikap tersebut bisa positif,negatif,apatis atau sikap optimis maupun pesimis tergantung kepada pribadi dan lingkungannya.
        Manusia adalah bagian dari pandangan hidup. Dalam kehidupan tidak ada seorang pun manusia yang tidak memiliki pandangan hidup. Apapun yang di katakan manusia adalah sebuah pandangan hidup karena dapat dipengaruhi oleh pola pikir tertentu pada setiap individu. Pandangan hidup bersifat elastis, tergantung kepada situasi dan kondisi dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan hidup dimana manusia tsb berada.
Sumber pandangan hidup berasal dari agama, ideologi maupun hasil perenungan seseorang yang bersifat relatif. Setiap individu memiliki pandangan hidup dan cita-citanya sendiri dan selalu bermimpi untuk mencapai apa yang dia inginkan sesuai dengan cita-citanya.Tidak sedikit manusia yang mimpinya menjadi kenyataan. Bermula dari mimpi akan menjadikan kita semangat untuk mengejar mimpi tersebut.
1. Pandangan hidup yang diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
    a. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya
    b. Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat
        pada negara tersebut
    c. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
2. Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu :
    a. Cita-cita
       Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, atau tujuan yang selalu ada pada pikiran. Tidak ada orang
        hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebijakan, dan tanpa sikap hidup
    b. Kebijakan
        Kebijakan merupakan terjemahan dari kata policy yang berasal dari bahasa Inggris. Kata policy
      diartikan sebagai sebuah rencana kegiatan atau pernyataan mengenai tujuan-tujuan, yang diajukan atau    diadopsi oleh suatu pemerintahan, partai politik, dan lain-lain. Kebijakan juga diartikan sebagai pernyataan-pernyataan mengenai kontrak penjaminan atau pernyataan tertulis. Pengertian ini mengandung arti bahwa yang disebut kebijakan adalah mengenai suatu rencana, pernyataan tujuan, kontrak penjaminan dan pernyataan tertulis baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, partai politik, dan lain-lain. Dengan demikian siapapun dapat terkait dalam suatu kebijakan.
    c. Usaha
        Usaha merupakan kegiatan dengan mengerahkan tenaga pikiran atau badan untuk mencapai usaha yang dimaksud. Tentu pengertian usaha ini berbeda jika usaha yang dimaksud adalah ruang lingkup ilmu tertentu.
    d. Keyakinan atau kepercayaan
    Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran. jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul, dan kesalahan akan sering kali menghalangi.
3. Langkah-langkah agar berpandangan hidup yang baik
    a. Mengenal
       Suatu kodrat bagi manusia yang merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal
       ini mengenal apa itu pandangan hidup
    b. Mengerti
        Maksudnya mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri
    c. Menghayati
        Menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran
        pandangan hidup itu sendiri
    d. Meyakini
        Suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidup
    e. Pengabdian
        Suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakinkan suatu yang telah dibenarkan dan baik oleh
        dirinya dan orang lain
4. Ada 3 hal faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap manusia
    a. Faktor bawaan yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan
    b. Faktor lingkungan dimana mereka tinggal dan hidup dalam lingkungan yang baik maupun tidah baik
   c. Faktor pengalaman yang khas yang pernah dialami sewaktu dia mulai hidup dan sehingga samapai
        dewasa
     Pada dasarnya meskipun pandangan hidup manusia berbeda-beda namun kita di tuntut untuk dapat membawa kebaikan dalam berpandangan tentang hidup. Selalu berfikir positif adalah hal yang akan membawa kita ini hidup penuh dengan kebaikan dan akan membawa kita kepada pribadi yang tangguh, pribadi yang dapat menyesuaikan diri dimanapun kita berada, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang ada di lingkungan tempat kita tinggal.
B.Orientasi Nilai Budaya
            Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia. Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di dunia ini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari lima masalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.
     Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia ( kerangka Kluckhohn ) :
Hakekat Hidup
Hidup itu buruk
Hidup itu baik
Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
Hakekat Karya
Karya itu untuk menafkahi hidup
Karya itu untuk kehormatan.
Persepsi Manusia Tentang Waktu
Berorientasi hanya kepada masa kini. Apa yang dilakukannya hanya untuk hari ini dan esok. Tetapi orientasi ini bagus karena seseorang yang berorientasi kepada masa kini pasti akan bekerja semaksimal mungkin untuk hari-harinya.
Orientasi masa lalu. Masa lalu memang bagus untuk diorientasikan untuk menjadi sebuah evolusi diri mengenai apa yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak dilakukan.
Orientasi masa depan. Manusia yang futuristik pasti lebih maju dibandingkan dengan lainnya, pikirannya terbentang jauh kedepan dan mempunyai pemikiran nyang lebih matang mengenai langkah-langkah yang harus di lakukann nya.
Pandangan Terhadap Alam
Manusia tunduk kepada  alam yang dashyat.
Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
Manusia berusaha menguasai alam.
Hubungan Manusia Dengan Manusia
Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotong royong.
Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
Individualisme, menilai tinggi uaha atas kekuatan sendiri.
perubahan kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Contoh :
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional seperti teknik menumbuk padi dilesung diganti oleh teknik “Huller” di pabrik penggilingan padi. Peranan buruh tani sebagai penumbuk padi jadi kehilangan pekerjaan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat perubahan kebudayaan yaitu:
a. Mendorong perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi ( kebudayaan material).Adanya individu-individu yang mudah menerima unsure-unsur perubahan kebudayaan, terutama generasi muda.Adanya faktor adaptasi dengan lingkungan alam yang mudah berubah.
b. Menghambat perubahan kebudayaan
Adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar berubah
seperti :adat istiadat dan keyakinan agama ( kebudayaan non material)
Adanya individu-individu yang sukar menerima unsure-unsur perubahan terutama generasi tu yang kolot.
Ada juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan kebudayaan :
1. Faktor intern
• Perubahan Demografis
Perubahan demografis disuatu daerah biasanya cenderung terus bertambah, akan mengakibatkan terjadinya perubahan diberbagai sektor kehidupan, c/o: bidang perekonomian, pertambahan penduduk akan mempengaruhi persedian kebutuhan pangan, sandang, dan papan.
• Konflik social
Konflik social dapat mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dalam suatu masyarakat. c/o: konflik kepentingan antara kaum pendatang dengan penduduk setempat didaerah transmigrasi, untuk mengatasinya pemerintah mengikutsertakan penduduk setempat dalam program pembangunan bersama-sama para transmigran.
• Bencana alam
Bencana alam yang menimpa masyarakat dapat mempngaruhi perubahan c/o; bencana banjir, longsor, letusan gunung berapi masyarkat akan dievakuasi dan dipindahkan ketempat yang baru, disanalah mereka harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat sehingga terjadi proses asimilasi maupun akulturasi.
• Perubahan lingkungan alam
Perubahan lingkungan ada beberapa faktor misalnya pendangkalan muara sungai yang membentuk delta, rusaknya hutan karena erosi atau perubahan iklim sehingga membentuk tegalan. Perubahan demikian dapat mengubah kebudayaan hal ini disebabkan karena kebudayaan mempunyai daya adaptasi dengan lingkungan setempat.
2. Faktor ekstern
• Perdagangan
Indonesia terletak pada jalur perdagangan Asia Timur denga India, Timur Tengah bahkan Eropa Barat. Itulah sebabnya Indonesia sebagai persinggahan pedagang-pedagang besar selain berdagang mereka juga memperkenalkan budaya mereka pada masyarakat setempat sehingga terjadilah perubahan budaya dengan percampuran budaya yang ada.
• Penyebaran agama
Masuknya unsur-unsur agama Hindhu dari India atau budaya Arab bersamaan proses penyebaran agama Hindhu dan Islam ke Indonesia demikian pula masuknya unsur-unsur budaya barat melalui proses penyebaran agama Kristen dan kolonialisme.
• Peperangan
Kedatangan bangsa Barat ke Indonesia umumnya menimbulkan perlawanan keras dalam bentuk peperangan, dalam suasana tersebut ikut masuk pula unsure-unsur budaya bangsa asing ke Indonesia
Tujuan Nilai
Setiap orang pasti memiliki kehidupan yang diimpikan masing-masing. Dengan minat dan hasrat yang berbeda, kita semua terus maju ke depan untuk menjalani kehidupan. Namun, masih ada orang yang masih bingung, mau kemana sih hidup kita? atau untuk apa hidup kita ini? Nah, kalo mau tahu, yuk kita pahamin perbedaan tujuan hidup dan makna hidup.
Benang Tipis antara Tujuan Hidup dengan Makna Hidup terletak dari kesungguhan niat untuk berbagi dengan sesama (sharing to the others). Secara umum manusia hampir dipastikan memiliki tujuan hidup yang hampir sama antara satu dengan lainnya, seperti; harta melimpah; rumah, sawah spread up every where in every location, deposito bejibun tidak habis 7 turunan,  istri cantik full-pressed body yang patuh pada suami, anak yang sholih/sholihah, bekerja tidak bersusah payah tetapi besar gajinya dan lain-lain. Itulah alasan mengapa orang dengan mudah dan lugas akan menjawab ketika ditanyakan: “apa tujuan hidup saudara?”. Tetapi coba anda rubah pertanyaannya dengan format yang kurang lebih sama tapi kaya makna, seperti “apa makna hidup buat saudara?”, saya yakin jawaban yang diberikan tidak akan semudah ia menjawab pertanyaan “tujuan Hidup” seperti tersebut diatas.
Pertanyaannya mengapa begitu sulit menjawab pertanyaan “apa makna hidup buat anda?” dengan “apa tujuan hidup anda?”. Jawabannya terletak pada muatan nilai“value”antara tujuan hidup dan makna hidup, nilai kemaslahatan dan asas kemanfaatan yang hadir pada masyakarat dengan eksistensi, kehadiran diri kita yang mempribadi. Mudah saja bagi orang mencapai kejayaan dan mencapai kekayaan, walau harus diakui upaya yang dilakukan terkadang dicapai dengan langkah tertatih-tatih bahkan bisa jadi mereka mencari jalan tercepat mencapai kekayaan dengan melacurkan harga dirinya dengan tindakan manipulasi anggaran, rekayasa proyek, mark-up pengeluaran, menistakan harga diri dengan menjadi mafia anggaran, preman proposal dan calo proyek dari beraneka ragam kegiatan yang dialokasikan pusat untuk daerah.
Tapi coba Saudara pikir dan renungkan pertanyaan berikut; “mudahkan membuat membuat teman kita tersenyum?”, atau “mudahkah membuat si miskin tertawa-tawa bahagia ?”, atau “atau mudahkah kita sebagai pendidik membuat para siswa, mahasiswa, santri kita bebas menyuarakan aspirasi, hati nurani tanpa tertekan oleh status “penguasa” yang kita miliki? Tentu sangat berat jawabannya, disamping itu diperlukan kesabaran diri serta kemahiran mengesampingkan ego kita sebagai manusia yang seringkali menjelma menjadi sosok homo homini lupus.
Tujuan hidup kita, saya dan saudara, selalu, selalu dan selalu individualistik-minded !,  pertanyaannya apakah mungkin kita mau merubah paradigma berpikir dari tujuan hidup ke makna hidup tentunya tanpa memalingkan diri sepenuhnya dari tujuan hidup kita yang sentralistik dan individualistik. Memang diperlukan sikap yang bijaksana untuk memahaminya dan salah satu yang menjadi kekuatan kita dalam mensikapi hidup adalah karena kita adalah pribadi yang “peduli” dengan orang lain.
Sifat Nilai
Sifat Nilai ada 4 yaitu
1. Universal.
2. Lintas Agama.
3. Lintas Budaya
4. Lintas Negara
·         Sifat Universal
Ada suatu keyakinan bahwa sekumpulan nilai universal dirumuskan untuk komunitas global. Nilai-nilai tersebut memungkinkan untuk dielaborasikan dalam bentuk hirarki. Pandangan ini dilontarkan dalam penyelidikan yang dilakukan baru-baru ini oleh Club of Rome for Unesco (1987).  Ada fakta yang jelas bahwa tidak mungkin ada kebudayaan tanpa persetujuan mendasar atau basis yang solid dari nilai-nilai beradab secara umum. Manusia bukan apa-apa, baik dari perilaku maupun moralnya jika dia menutup diri atau terisolasi. Nilai ini berada dalam hubungan antara manusia satu dengan manusia lain. Nilai ini berlaku dalam komunikasi dan komunikasi tidak mungkin terjadi jika banyak nilai yang secara umum berbeda membelit masing-masing individu.  Suka atau tidak, kita harus menghargai sistem peradaban dan nilai-nilai moral. Kita juga harus menyediakannn sekumpulan model yang merepresentasikan peraturan yang memungkinkan adanya komunikasi. Nilai seperti kelangsungan hidup manusia secara kolektif, keunggulan dan perlindungan bagi kehidupan manusia, pemeliharaan sifat dasar dan martabat umat manusia, keadilan, kebebasan dan kesetaraan, bentuk nilai yang diterima secara universal dengan konsensus nyata antarmanusia, bukan antarpemerintahan.
·         Lintas Budaya.
Lintas Budaya dekat sekali dengan isu-isu otonomi daerah, pluralisme ada multikulturalisme yang sedang hangat saat ini. Itu tidak hanya mengandung unsur-unsur kelokalan tapi juga bisa dikategorikan studi hubungan internasional apabila levelnya adalah internasional dan lintas negara.Lintas Budaya adalah studi ilmiah tentang perilaku manusia dan proses mental, termasuk variabilitas dan invarian, di bawah kondisi budaya yang beragam. Melalui memperluas metodologi penelitian untuk mengenali variasi budaya dalam perilaku, bahasa dan makna, ia berusaha untuk memperpanjang, mengembangkan dan mengubah psikologi.Menurut Seggal, Dasen dan Poortinga (1990) psikologi lintas budaya adalah kajian ilmiah mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Pengertian ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok, yaitu keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku individu dengan konteks budaya, tempat perilaku terjadi.Menurut Triandis, Malpass dan Davidson (1972) psikologi lintas budaya mencakup kajian suatu pokok persoalan yang bersumber dari dua budaya atau lebih, dengan menggunakan metode pengukuran yang ekuivalen, untuk menentukan batas-batas yang dapat menjadi pijakan teori psikologi umum dan jenis modifikasi teori yang diperlukan agar menjadi universal. Sementara Brislin, Lonner dan Thorndike (1973) menyatakan bahwa psikologi lintas budaya ialah kajian empirik mengenai anggota berbagai kelompok budaya yang telah memiliki perbedaan pengalaman, yang dapat membawa ke arah perbedaan perilaku yang dapat diramalkan dan signifikan. Triandis (1980) mengungkapkan bahwa psikologi lintas budaya berkutat dengan kajian sistematik mengenai perilaku dan pengalaman sebagaimana pengalaman itu terjadi dalam budaya yang berbeda, yang dipengaruhi budaya atau mengakibatkan perubahan-perubahan dalam budaya yang bersangkutan.
Manusia selain sebagai makhluk individu, manusia juga disebutsebagai makhluk sosial. Artinya manusia memiliki kebutuhan dankemampuan serta kebiasaan untuk  berkomunikasi dan berinteraksidengan manusia yang lain, selanjutnya interaksi ini  berbentuk kelompok.Kemampuan dan kebiasaan manusia berkelompok ini disebut  juga dengan zoon politicon.Istilah manusia sebagi zoon politicon pertama kali dikemukakanoleh Aristoteles yang artinya manusia sebagai binatang politik. Manusia sebagai insan politik atau dalam istilah yang lebih populer manusiasebagi zoon politicon, mengandung makna bahkan manusia memiliki kemampuan untuk hidup berkelompok dengan manusia yang lain dalamsuatu organisasi yang teratur, sistematis dan memiliki tujuan yang jelas,seperti negara. Sebagai insan politik,manusia memiliki nilai-nilai yangbisa dikembangkan untuk mempertahankan komunitasnya.Argumen yang mendasari pernyataan ini adalah bahkan manusia sebagaimana binatang,hidupnya suka mengelompok.Hanya saja antara manusia dan binatang berbeda memiliki cara mengelompok yang berbeda, hewan mengandalkan naluri,sedangkan manusia berkelompok dilakukan melalui proses belajar dengan menggunakan akal pikirannya.Sifat berkelompok pada manusia didasari pada kepemilikan kemampuan untuk berkomunikasi, mengungkapkan rasa dan kemampuan untuk saling bekerjasama. Selain itu juga adanyakepemilikan nilai pada manusia untuk hidup bersama dalam kelompok,antara lain nilai kesatuan, nilai solidaritas,nilai kebersamaan dan nilaiberorganisasi.Nilai adalah prinsip-prinsip dasar yang dianggap paling baik,paling bermakna, paling  berguna, paling menguntungkan, dan paling dapat mendatangkan kebiasaan bagi manusia.Nilai kesatuan mengandung makna bahkan komunitas politik merupakan kumpulan orang”orang yang memiliki tekad untuk bersatu dan komunitas politik hanya terwujud apabila ada persatuan.Nilai solidaritas mengandung makna bah!ahubungan antar manusia dalam komunitas politik bersifat saling mendukung dan selalu membuka kesempatan untuk  bekerja samadengan manusia yang lain.Nilai kebersamaan mengandung arti komunitas  politik merupakan !adah bagi mereka untuk mewujudkan tujuan hidup yang diidamidamkan.Nilai organisasi mengandung maknabah!a komunitas politik yang dibangun manusia, mengatur dirinya dalam bentuk pengorganisasi yang memungkinkan tiap-tiap menudia mengambil perannya.Aktualisasi manusia sebagai makluk sosial, tercermin dalam kehidupan berkelompok. Manusia selalu berkelompok dalam hidupnya.Berkelompok dalam kehidupan manusia adalah suatu kebutuhan, bahkan bertujuan dan tujuan manusia berkelompok adalah untuk meningkatkan ke bahagiaan dan kesejahteraan hidupnya. Apapun bentuk kelompoknya,disadari atau tidak, manusia berkelompok mempunyai tujuan meningkatkan kebahagiaan hidupnya. Melalui kelompok manusia bisa memenuhi  berbagai macam kebutuhan hidupnya, bahkan bisa dikatakan kebahagiaan dan keberdayaan hidup manusia hanya bisa dipenuhi dengan cara berkelompok dan tanpa  berkelompok tujuan hidup manusia yaitu mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan tidak
 
akan bisa tercapai.Manusia merupakan makluk individu dan sekaligus sebagai makluk sosial. Sebagai makluk sosial manusia selalu hidup berkelompok dengan manusia yang lain. ‘erilaku  berkelompok (kolektif) pada dirimanusia, juga dimiliki oleh makluk hidup yang lain, seperti semut, lebah,burung bangau, rusa, dan sebagainya, tetapi terdapat perbedaan yang esensial antara perilaku kolektif pada diri manusia dan perilaku kolektif pada  binatang.Kehidupan berkelompok (perilaku kolektif) binatang bersifat naluri, artinya sudah  pemba!aan dari lahir, dengan demikian sifatnya statis yang terbentuk sebagai bawaan dari lahir.Contoh bentuk rumah lebah, sejak dahulu sampai sekarang tidak ada perubahan,demikianhalnya dengan rumah semut dan hewan lainnya. Sebaliknya perilaku kolektif manusia bersifat dinamis, berkembang, dan terjadi melalui proses belajar. Hal tersebut berlaku juga dalam kehidupan saya sendiri.Dalam hal pendidikan misalnya, sangat tidak mungkin saya dapat menimba ilmu dan pengetahuan sendirian, tanpa adaa sosok guru atau dosen yang membimbing, tanpa adanya peran besar orang tua dalam membiayai pendidikan, tanpa adanya bantuan teman dalam melakukan sesuatu. Sama hal nya dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat di lingkungan sekitar saya tinggal, keluarga saya khusus nya saya sendiri pasti dan harus menjalin hubungan baik dengan tetangga sekitar rumah saya, saya ambil contoh misalkan keluarga saya mengadakan acara peran tetangga sangat penting seperti membantu memasak, apalagi di keluarga ayah saya yang bersuku bangsa jalan, hubungan antara kami dan saudara sangat dekat, setiap ada yang berpesta misalnya, seluruh keluarga baik yang dekat maupun yang jauh pasti  berkumpul dirumah saudara saya yang berpesta, dalam hal ini sangat tidak mungkin kita mengurus semua kegiatan pesta tersebut sendiri.Contoh lain ketika kita sakit, apakah mungkin kita bisa menyembuhkan diri kita sendiri tentu saja tidak, pastilah ada keluarga yang merawat kita, atau pun dokter yang mengobati.Namun pada saat sekarang ini hubungan antar kita sebagai individu lebih didasari dengan manfaat, apakah kita melakukan ini memberi manfaat kepada kita, apakah kita melakukan itu memberi manfaat kepada kita, apakah kita menolong seseorang akan memberi manfaat kepada kita, bahkan dalam pertemanan pun tidak sedikit yang didasari oleh manfaat, apakah kita berteman dengan dia memberi manfaat terhadap kita. Hal ini dikarenankan kita terlalu mementingkan kepentingan diri sendiri, padahal ketika saya  berada dibangku sekolah dasar saya diajarkarkan untuk lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
Nilai Nilai Hidup Manusia
Nilai-nilai apakah yang paling mulia dari kehidupan seorang manusia? Apakah karena kekayaaannya? Seorang konglomerat/taipan? Seorang Presiden, menteri, gubernur, atau seorang jendral? Apakah karena pula mereka-mereka ini adalah seorang professor, jenius, dokter? Apakah mereka yang sukses secara materi apapun bentuknya dapat dianggap “lebih mulia” dari mereka hidupnya sederhana-sederhana saja? Jadi sebenarnya dimanakah letak nilai mulia seorang manusia yang sejati? Kelihatannya memang benar demikianlah adanya, bahwa mereka orang-orang yang sukses dalam bidang apapun memiliki kehidupan yang sangat baik (mapan, nyaman, tidak ada yang kekurangan dalam hal apapun). Terlepas dari hal itu, sebenarnya semua orang, apakah orang itu sukses atau orang biasa, mereka semuanya memiliki kesamaan yaitu mereka semua pasti punya nilai tersendiri bagi orang lain. Apakah dia berguna bagi keluarganya (istri & anaknya), berguna bagi orang-orang yang dikasihinya (orang tua, saudara, dsb), ataupun mereka-mereka yang punya peran luar biasa berguna bagi masyarakat luas. Namun seiring jaman yang semakin “Materialistis” menyebabkan pergeseran sifat-sifat kemanusiaan kita. Kita semuanya menyadari bahwa hidup sangatlah bergantung pada materi yang cukup, tanpa materi yang cukup memadai tentu hidup kita akan sengsara. Jaman kian menambah besar volume kubutuhan manusia yang semakin beragam, dan ini semua tentu menambah beban berat biaya hidup tiap orang. Semuanya serba bayar, seakan-akan tak ada lagi yang gratis termasuk: air, udara, dan matahari tidak lagi gratis, dalam arti jika menginginkan kualitas yang baik tentu memerlukan biaya pula. Untuk mendapat air bersih dan udara bersih jelas butuh biaya dan butuh lingkungan hidup yang baik, jika seseorang tinggal didekat TPA (tempat pembuangan akhir) jelas tidak akan mendapat kualitas air dan udara yang baik bagi kesehatan. Dan jika hidupnya menyusuri jalan sepanjang hari tentu terpapar sinar matahari terlalu banyak jelas juga kuranglah baik. Tuntutan jaman kini yang hedonism (pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup) telah banyak mengubah sifat-sifat manusia menjadi Apatis. Apatis adalah sikap acuh tak acuh, masa bodoh, tidak peduli dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Semua orang mementingkan dirinya sendiri. Bahkan sebuah tragedy kemanusiaan terjadi di Tiongkok yang menimpa seorang anak gadis Wang Yue Yue (2th) dibulan Okt 2011 (www.youtube.com judul WTF!!YUE YUE bocah Terlindas Mobil, Orang Tak Peduli. mp4). Anak ini lolos pengawasan ortu dan berada dijalan raya kemudian tertabrak dan dilindas mobil hingga dua kali, tetapi orang-orang yang lewat dan mengetahuinya tidak ada yang peduli, sungguh kasihan. Sesaat kemudian datang seorang nenek (pemulung) yang menolong anak ini.
Sudah sedemikian parahkah jiwa sosial masyarakat kini? Kesulitan/masalah terbesar yang dihadapi manusia kini adalah hadangan ekonomi, karena masalah keuangan menyangkut kelangsungan hidup pribadi dan keluarga. Bagaimana untuk melanjutkan hidup kedepan. Sebenarnya masalah seperti ini adalah masalah semua jaman, tak terkecuali saat jaman Dewa Kwan Kong hidup sebagai manusia dijaman peperangan. Apakah beliau pernah mengeluh karena hidup susah, sengsara dijaman perang? Kenapa lahir dijaman perang? Dst.. Kalau beliau Cuma mengeluh dan menyerah kepada situasi dan keadaan saat itu, mungkin beliau sudah wafat lebih awal dan menjadi korban sia-sia dari perang itu. Tetapi beliau melawan keadaan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, melindungi masyarakat dan setia membela Negara. Jika kita membaca riwayat Dewa-i kita, tidak ada sedikitpun kata-kata yang menceritakan beliau semua tentang keluhan karena kesulitan oleh situasi jaman. Memang situasi jaman tidaklah mudah, persaingan semakin berat, dan semua manusia menghendaki kaya raya. Tetapi bila hal itu belum dapat kita raih, hal lain masih dapat kita perbuat asal baik bagi keluarga, baik bagi masyarakat dan baik bagi Tao kita. Keberadaan kita masih ada sumbangsihnya, ada manfaatnya bagi kehidupan itu sendiri. Menjadi kaya raya memang sangatlah enak, kita dapat berperan dan berbuat lebih banyak dalam segala hal, tetapi bagi mereka yang kurang beruntungpun dapat memberikan kebaikan hatinya bagi kebaikan semua orang. Hal ini adalah tindakan nyata yang terbaik, yang mulia yang dapat kita lakukan sebagai seorang manusia.      Berbuat kebaikan apakah mesti harus menunggu kita kaya raya? Mengejar kekayaan materi memang penting dan menggiurkan setiap manusia, tapi perlu juga diimbangi dengan kekayaan batin agar seimbang (Yin-Yang). Tidak bijak jika kita mengabaikan potensi diri kita yang lain yang mungkin bisa menonjol dan itu tidaklah kalah berharganya bila diusahakan untuk kebaikan bagi banyak orang atau untuk Tao ciaw kita. Kita dapat dapat berpartisipasi bagi kemajuan seni-budaya (tari, lukis, suara, kuliner), kemajuan pendidikan, kesehatan, lingkungan alam, dsb. Semua bidang pasti berguna bagi kehidupan manusia yang lebih baik. Apapun yang kita lakukan dan perbuat dalam hidup didunia ini pada akhirnya akan kembali kepada diri kita. Inilah hukum YIN GUO BAO YING (hukum Aksi-Reaksi), hukum alam semesta. Jika kita berbuat baik hasilnya akan menjadi baik, demikian juga sebaliknya. Menanam Padi, akan memanen padi pada saatnya, menaman jagung akan memanen jagung pula nantinya. Tidak menanam ya tidak ada hasil baik yang didapat. Jadi sebenarnya menolong orang lain sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri pada akhirnya. Karena memang hidup kita sebagai manusia didunia ini berada dalam lingkaran karma yang tak ada akhirnya, namun kita tidak menyadarinya. Dan yang terpenting adalah keberadaan hidup kita didunia ini menjadi lebih berarti, semuanya tidaklah sia-sia. Kita kaum Siu Tao berusaha untuk memaksimalkan waktu hidup yang sekarang ini untuk merevisi diri dalam segala hal, menyelesaikan hutang piutang sebaik mungkin, mencoba memahami arti masuk kedalam dunia dengan sebaik-baiknya. Hingga tiada sesal saat tiba waktunya nanti. Semuanya sudah kita laksanakan dengan sebaik-baiknya
Nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan; atau salah satu unsur kebudayaan adalah nilai-nilai hidup dan kehidupan? Kedua-duanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai kaitan erat. Jika kebudayaan dimengerti sebagai hasil cipta manusia untuk memperbaiki, mempermudah, dan meningkatkan kualitas diri; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan hasil kebudayaan. Akan tetapi, jika kebudayaan dimengerti sebagai keseluruhan kemampuan [pikiran, kata, dan tindakan atau perbuatan] manusia; maka nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan unsur-unsur kebudayaan yang digunakan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai sikonnya.
Pada interaksi antar manusia, biasanya mencerminkan etika, etiket, dan kata-kata maupun tindakan etis yang ada atau melekat pada diri mereka. Di samping itu, juga memperlihatkan nilai dan norma yang dianut atau diberlakukan dalam hidup dan kehidupannya. Menurut maknanya, etika, etiket, hal-hal etis, nilai, dan norma dapat berlaku atau mempunyai kesamaan secara universal.
Akan tetapi, jika diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk kata dan tindakan serta perilaku dalam interaksi antar manusia; maka berbeda sesuai sikon serta lingkungan interaksi itu terjadi. Orang-orang di benua Amerika, Eropa, Asia mempunyai pengertian atau pun pemahaman yang relatif sama tentang etika, etiket, hal-hal etis, nilai, norma. Namun, ada kata-kata, tindakan, dan perilaku keseharian yang telah menjadi kebiasaan orang-orang Amerika dan Eropa yang berbeda dengan masyarakat Asia maupun Afrika, dan seterusnya. Dan jika kebiasaan-kebiasaan itu dipraktekkan pada sikon Asia, maka dianggap [atau pun disebut dan dituduh] tidak etis dan tak sesuai nilai-nilai atau pun norma ketimuran, dan lain sebagainya.
Sedangkan hidup dan kehidupan merupakan seluruh aspek yang bertalian dengan manusia serta kemanusiaannya; dalam hubungannya dengan sesama dan Ilahi.
Jadi, nilai-nilai hidup dan kehidupan merupakan keseluruhan tampilan diri, sikap, kata, perbuatan manusia sesuai sikonnya. Nilai-nilai hidup dan kehidupan manusia biasanya dipengaruhi oleh masukan-masukan dari luar dirinya sejak kecil. Hal-hal tersebut, antara lain,
    agama atau ajaran-ajaran agama, biasanya bersifat mutlak; artinya tertanam dan berakarnya nilai-nilai dalam diri seseorang, yang kadang telah menjadi prinsip hidupnya, merupakan akibat dari pemahaman keagamaan yang kuat dan mendalam; dan seringkali ia tidak bisa menjelaskan alasan-alasan mempunyai prinsip [yang mungkin orang lain menganggap sebagai suatu kekakuan], namun karena imannya, ia tetap pada pendiriannya
    norma atau pun kebiasaan yang berlaku dalam komunitas; norma-norma yang berlaku pada suatu komunitas biasanya bersifat warisan bersama; artinya semua anggota komunitas menyetujui dan mempraktekkannya. Karena merupakan warisan bersama, maka hal itu terus-menerus diturunkan kepada generasi berikut; dan bisa dipakai sebagai salah satu indentitas bersama pada komunitas tersebut; dengan demikian, sampai kapan atau dimana pun ia berada, maka selalu mempertahankan nilai-nilai tersebut
    pendidikan formal dan informal, disiplin, latihan, bimbingan orang tua maupun guru; semuanya itu merupakan penanaman nilai-nilai yang dilakukan sejak dini oleh orang dewasa ke dalam diri seseorang atau anak-anaknya. Proses penanaman itu dilakukan secara sengaja maupun tidak, dengan tujuan tertanam nilai-nilai luhur, baik, dan benar, yang menjadikan seseorang, dapat diterima oleh sesamanya
    interaksi sosial yang membawa perubahan pikiran dan tujuan mengungkapkan kata serta melakukan tindakan
    pengalaman serta wawasan yang didapat karena adanya interaksi dengan orang lain serta keterbukaan menyerap hal-hal baru
Dengan demikian, ada kesamaan nilai-nilai hidup dan kehidupan yang ada di suatu komunitas masyarakat; kesamaan yang berlaku dan diterima oleh seluruh anggota komunitas. Hal tersebut, termasuk nilai-nilai keagamaan, berlaku untuk semua umat yang menganut agama. Walaupun demikian, pada masing-masing orang [tiap-tiap pribadi] ada nilai-nilai yang khas, sesuai dengan masukan-masukan yang didapatkannya. Dan bisa saja [seringkali] terjadi, nilai-nilai hidup dan kehidupan pada pribadi seseorang berbeda dengan yang berlaku dalam masyarakat. Nilai-nilai hidup dan kehidupan dalam masyarakat pun mempunyai aneka perbedaan tertentu karena berbagai latar belakang anggotanya.
Masukan-masukan [ajaran] keagamaan yang dominan pada seseorang sangat mempengaruhi nilai-nilai hidup dan kehidupannya. Orang yang mempunyai nila-nilai keagamaan yang baik, kokoh, dan kuat, akan menjadikan ia mampu bersifat kritis terhadap hal-hal ada di sekitarnya. Namun, nilai-nilai hidup dan kehidupan yang dominan [karena] ajaran agama tidak boleh menjadikan fanatisme keagamaan yang sempit. Nilai-nilai keagamaan dapat menjadi suatu saringan untuk mampu menahan diri terhadap semua pengaruh buruk. Dengan itu, jika seseorang yang mendapat masukan-masukan ajaran Kristen, maka ia akan mempunyai nilai-nilai kristiani dalam hidup dan kehidupannya.
Nilai nilai pada manusia juga ada sebagai berikut
·         Empati
Sikap turut merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Sikap empati terutama timbul karena adanya
penderitaan yang dialami orang lain, seperti musiba,
bencana alam, berbagai tragedi hidup, dan lain.
Pendorong empati: kasih & ketulusan hati, pertemanan,
persaudaraan, dan solidaritas sosial dan
kesetiakawanan sosial.
Ekspresi empati: air mata, sumbangan barang, ikut
bersedih, dan saling mengunjungi.
·         Memaafkan
Memaafkan adalah tindakan manusia untuk melupakan
kejadian atau peristiwa buruk yang dilakukan orang lain
terhadap kita. Biasanya kejadian/peristiwa itu
menyakitkan. Tidak mudah memaafkan orang lain karena
sangat mengandaikan kebesaran hati dalam
melakukannya atau mengalahkan sikap egoisme diri.
·        Kesabaran
Kebesaran hati adalah sikap dan kesadaran diri bahwa
kesalahan apapun yang orang lain lakukan bukan
halangan bagi saya untuk memperbaiki relasi dengan
orang lain. Kebesaran hati hanya timbul dari hati
seseorang yang:
1. Tidak menaruh dendam terhadap orang lain.
2. Tidak angkuh.
3. Rendah hati.
Kesabaran
Kesabaran adalah sikap mengalahkan kecenderungan egoistis
dalam diri. Tidak semua orang bisa sabar, karena ia dipaksakan
keluar dari dirinya (ego) masuk ke dalam ego lain yang sama-sama
menuntut adanya obyek pemenuhan atas kebutuhan yang sama.
Orang sering tidak sabar melakukan pembalasan atas ketidakadilan
yang dialami. Orang tidak sabar selalu menampilkan diri dalam
tindakan-tindakan:
1. Cepat memberontak.
2. Cepat bereaksi negatif.
3. Cepat marah.
Kesabaran ada hubungannya dengan sikap memaafkan. Kalau
orang melakukan tindakan ketidakadilan terhadap kita maka
kesabaran akan mendatangkan sikap memaafkan. Orang sabar
biasanya mempertimbangkan sesuatu berdasarkan kalkulasi
refleksif (rasio) dan emosional sebelum melakukan sesuatu. Orang
sabar adalah orang yang dewasa dan matang dalam memutuskan
sesuatu.
·         Toleransi.
Toleransi adalah sikap memahami dan menerima kenyataan
akan adanya perbedaan, misalnya:
1. Perbedaan pendapat.
2. Prinsip.
3. Cara memandang sesuatu.
4. Ideologi.
5. Agama.
6. Suku, dan lain-lain.
Toleransi adalah sikap dasar keterbukaan menghadapi realitas
kebinekaan/keberbedaan. Toleransi harus ditempatkan secara
sentral sehingga mampu memandang perbedaan sebagai
sesuatu yang memperkaya kebersamaan.
Toleransi menghindarkan kita dari sikap:
1. Memandang sesuatu secara sempit.
2. Menang sendiri.
3. Menerima hanya satu kenyataan tunggal kebenaran.
4. Kesadaran bahwa kebenaran ada pada orang atau
kelompok orang yang lain.
Toleransi adalah buah langsung pluralitas (sosial dan
individual).
Kita perlu mentoleransi adanya perbedaan di sekitar kita,
siapa dan apapun yang melatarbelakangi perbedaan
tersebut
·         Keramahan.
Keramahan adalah sikap menerima orang lain sebagai sahabat.
Keramahan merupakan ekspresi kedamaian dan ketulusan hati
yang paling mudah dilakukan. Senyum adalah salah satu bentuk
ekspresi hati yang tulus yang tidak menguras banyak energi untuk
melakukannya tetapi bernilai persahabatan yang tinggi. Semua kita
bisa melakukannya.
Keramahan adalah sikap mau berkawan, berdialog, berkenalan.
Keramahan harus pula didasari sikap:
1. Terbuka.
2. Rendah hati.
3. Tidak angkuh.
Kepribadian kita akan sangat bernilai kalau kita memiliki keramahan
dan menerima siapa pun tanpa membedakan ras, suku, agama, dan
ideologi.
·         Kesetiaan.
Kesetiaan adalah komitmen dasariah yang melandasi ikatan
cinta seseorang terhadap seseorang. Kesetiaan diikat
komitmen, antara lain: cinta, pertemanan, kesamaan nasib,
dan lain-lain.
Kesetiaan suami/isteri, misalnya, diikat oleh komitmen janji
pernikahan. Atau cinta seorang pacar/teman selalu didasari
pada komitmen. Faktor-faktor yang memperkuat cinta, antara
lain: cinta, kedekatan, komitmen, dan internalisasi nilai-nilai
luhur yang dibentuk keluarga, dan lain-lain.
Sebaliknya kesetiaan akan luntur bahkan hilang karena:
uang, pangkat, materi, harga diri, dan kedekatan dengan
berbagai kesenangan/kenikmatan dunia
·         Saling pengertian
Saling pengertian adalah sikap memahami, mengerti, dan menerima
orang lain apa adanya.
Memahami orang lain dalam keadaan apapun, termasuk dalam
kesulitan. Saling pengertian adalah upaya lanjutan dari beberapa
nilai, seperti: sabar, toleransi, dan kesetiaan.
Saling pengertian timbul dari dalam diri dua orang yang
berkeputusan menjadi suami istri, pacaran, teman, atau anggota
suatu organisasi atau kumpulan tertentu.
·         Adil
Secara teoretis adil berarti memberikan sesuatu kepada
orang apa yang menjadi haknya. Sifat dasar keadilan
adalah netral (tidak memihak) pada satu orang atau
kelompok orang. Tidak bersikap curang atau berlebihan.
Banyak kekacauan berhubungan dengan sikap adil
karena para penguasa tidak bersikap adil dalam
memutuskan sesuatu.
Adil adalah keseimbangan hak dan kewajiban. Kita
bersikap tidak adil kalau hanya menuntut hak dan
mengabaikan kewajiban. Atau tidak adil, kalau kewajiban
sudah dilakukan tetapi belum menerima apa yang
menjadi hak. Penguasa tidak adil kalau menuntut hak
tanpa ada kewajiban sedikit pun.
·         Egaliter
Egaliter adalah sikap menempatkan orang sama tanpa
dibatasi oleh adanya perbedaan (ras, agama, suku,
ideologi, dll). Secara sederhana sikap egaliter dapat
ditunjukkan oleh cara hidup tidak membedakan orang
dalam berkawan.
Sejak diciptakan kita ditempatkan egaliter, berasal dan
diciptakan oleh Tuhan yang sama. Sikap membedakan
adalah musuh utama sikap egaliter. Musuh itu, antara
lain: pertentangan, protes, menyebarkan permusuhan,
dan perkelahian.
·         Jujur
Jujur adalah keterbukaan mengakui dan menyatakan
sesuatu sebagai benar atau sebagai salah. Lawan
kejujuran adalah kebohongan, artinya mengungkapkan
sesuatu yang tidak benar. Ada banyak alasan mengapa
orang tidak mengungkapkan kebenaran atau
menyembunyikan kebenaran, antara lain: takut, rakus,
kepentingan diri, dan adanya maksud terselubung.
Sikap tidak jujur diekspresikan melalui tindakan: korupsi,
curang dalam bekerja, menyontek waktu ujian, dan lainlain.
Tidak jujur merusak diri sendiri dan orang lain, seperti:
merusak kepercayaan, degradasi reputasi/nama baik,
dan cinta diri.
·         Kebenaran
Kebenaran dan kejujuran saling berhubungan. Kejujuran
adalah keterbukaan mengungkapkan kebenaran.
Kebenaran adalah ungkapan/ekspresi tertinggi dari
kejujuran seseorang. Orang jujur mengungkapkan
kebenaran apa adanya. Mengapa orang tidak jujur
mengungkapkan kebenaran? Ada faktor tekanan dan
pengaruh orang lain. Setiap kebenaran yang diungkap
akan merugikan diri dan orang lain. Sulit mengungkapkan
kebenaran kalau kebenaran yang mau diungkap
berhubungan dengan kepentingan tertentu. Secara moral,
prinsip kebenaran harus diungkapkan apa pun risikonya.
Saling menghormati, Kerja sama, dan Hidup bersama
Kebenaran dan kejujuran saling berhubungan. Kejujuran
adalah keterbukaan mengungkapkan kebenaran.
Kebenaran adalah ungkapan/ekspresi tertinggi dari
kejujuran seseorang. Orang jujur mengungkapkan
kebenaran apa adanya. Mengapa orang tidak jujur
mengungkapkan kebenaran? Ada faktor tekanan dan
pengaruh orang lain. Setiap kebenaran yang diungkap
akan merugikan diri dan orang lain. Sulit mengungkapkan
kebenaran kalau kebenaran yang mau diungkap
berhubungan dengan kepentingan tertentu. Secara moral,
prinsip kebenaran harus diungkapkan apa pun risikonya
·         Kebaikan
Kebaikan adalah sikap yang dimiliki seseorang untuk
mengungkapkan sesuatu kepada orang lain. Kebaikan selalu
mengarah kepada orang lain. Tindakan kebaikan selalu dikuti
rasa kepuasan batin kalau dilakukan. Orang yang melakukan
kebaikan mendapat rasa penghargaan dari tindakan
kebaikannya. Kebaikan menginginkan sikap yang lain:
1. Kedamaian.
2. Kenyamanan.
3. Keindahan.
Kebaikan adalah suatu perilaku hidup harian yang dapat
dipraktekan setiap saat melalui berbagai tindakan perhatian,
kasih sayang, dan saling menghormati.
Menjadi orang baik berarti menempatkan kebaikan sebagai
kebutuhan yang harus dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Internet:
2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.