Memahami Diri Melalui Agama Etika dan Moral

Blogtino – 
 
Memahami & Mengenal Diri
 
Pertanyaan dasar, apa yang saya tahu tentang diri saya? Kita mengetahui diri dari beberapa aspek:  fisik, temperamen, intelektual, bakat, adversity , dan   spiritual. Memahami diri berarti mengenal kekuatan dan kelemahan untuk menerimanya. Memahami diri sungguh-sungguh berarti kita tahu kekuatan dan kelemahan kita dari beberapa aspek di atas.
Kekuatan membuat kita bangga kelemahan membuat kita belajar untuk menerima dan memaksimalkan potensi sekecil apa pun dalam kekurangan itu untuk menghasilkan sebuah kekuatan baru.
Mengenal dan Menerima Diri Mengenal dan Menerima Diri
Kekuatan dan kelemahan menjadi sarana produktif untuk melihat arah  pencapaian kita ke depan.
Orang yang tidak mengenal diri tidak mampu melihat ke depan  kemana arah  tujuan hidupnya nanti. Orangorang ini akan menjadi orang  gagal, menjadi pecundang, losser /kalah sebelum mencoba,   quitter/ kalah/menyerah sebelum mencapai puncak prestasi.
1. Berpikiran terbuka (open minded (open minded ), menerima pendapat,saran, dan  kritik ), menerima pendapat,saran, dan  kritik orang lain. orang lain.
2.  Tidak egois, curiga, membela diri.
3.  Minta saran, masukan, pendapat orang lain/teman. Teman yang baik baik adalah mereka yang secara terbuka   menyampaikan    kekuatan dan adalah mereka yang secara terbuka   menyampaikan    kekuatan dan kelemahan kita. kelemahan kita.
4. Introspeksi diri, memeriksa, membuat evaluasi diri  berdasarkan Introspeksi diri, memeriksa, membuat evaluasi diri  berdasarkan masukan masukan dari orang dari orang-orang lain di sekitar kita. orang lain di sekitar kita.
5.  Merenungkan semua masukan orang lain tentang kita.
6.  Berdasarkan renungan diri dan masukan-masukan orang     lain, kita lalu masukan orang     lain, kita lalu merumuskan potret diri kita yang sebenarnya. merumuskan potret diri kita yang sebenarnya.
Pendapat orang bisa keliru tentang kita, kita yang paling tahu diri kita. iri kita. Potret diri ditemukan berdasarkan pengalaman kita dan diperkaya Potret diri ditemukan berdasarkan pengalaman kita dan diperkaya oleh oleh masukan orang lain. masukan orang lain.
 
Cara Mengenal Diri Cara Mengenal Diri
Mengenal Diri dari Aspek Fisik
Pertanyaan dasar, apa yang saya tahu tentang tubuh/fisikku? Manusia adalah makluk paling mulia karena memiliki tubuh  yang dilengkapi dengan jiwa, perasaan, akal budi,  pancaindera yang lebih lengkap dari makluk lain.  Fisik seseorang berkembang dalam hubungan dengan  keluarga, suku, ras, dan warga dari sebuah budaya tertentu.
Tapi perlu diingat bahwa kita tidak pernah memilih untuk lahir sebagai bagian dari budaya atau lingkup sosial tertentu. Kita harus menerima apa adanya kita dengan keadaan fisik apa pun. Secara fisik pertumbuhan kita ditentukan oleh faktor tadi. Ada yang lahir dengan fisik yang membanggakan (cantik, ganteng, atletis, dll), mungkin juga ada yang kurang beruntung atau mengalami ketidaksempurnaan fisik (seperti cacat bawaan, kurang gizi, sakit-sakitan, kurus, kegendutan, hidung pesek, keriting/lurus, kulit hitam/putih, tinggi/pendek. Semuanya adalah ciri kita secara fisik. Kemuliaankita terletak pada tubuh yang diciptakan Tuhan, apa pun keadaaannya. Kita wajib menerimanya sebagai anugerah.Kesuksesan seseorang tidak saja ditentukan oleh fisiknya tetapi juga oleh faktor-faktor lain: intelektualitas, emosi,  motivasi, kemauan, dan kerja keras.
Kalau secara fisik kita kurang sempurna maka kekurangan tersebut diimbangi dengan  pengembangan aspek pengetahuan, keterampilan, semangat,  cita-cita untuk meraih kesuksesan. Orang yang menerima keadaan fisiknya berhasil dalam  hidupnya, sebaliknya orang yang tidak menerima fisiknya  karena keterbatasan tertentu akan minder, tidak percaya diri, sering mengeluh bahkan protes, dll.
Orang yang memiliki fisik sempurna pun masih banyak yang gagal, apalagi yang tidak sempurna. Menjadi pengemis, hidup bergantung pada belaskasihan orang lain;  Merasa tidak berguna,  dan tidak percaya diri. Pertanyaannya, bagaimana dengan anda, memiliki keunggulan fisik dan ekonomi cukup, apakah masih tidak percaya diri juga?
Mengenal Diri dari Aspek Emosi
Apa yang saya tahu tentang emosi saya? Mengenal emosi tidak sama dengan mengenal fisik. Emosi hanya mungkin  kita kenal lewat kepribadian, watak, dan temperamen.
Ketiganya berkaitan satu sama lain. Kepribadian dan watak sering disamaartikan. Kepribadian adalah sifat/pembawaan khas seseorang yang dibawa sejak lahir, dalam perjalanan ditempah dan dibentuk oleh lingkungan di mana ia hidup. Watak melekat pada kepribadian. Temperamen ditentukan oleh struktur biologis yang relatif menetap dalam diri seseorang yang tidak bisa berubah. Atau, temperamen adalah bagian kepribadian yang bersifat tetap dalam diri seseorang.
Ada empat jenis temperamen manusia, yaitu: sanguinis,koleris , melankolis, dan phlegmatis.
       1.       Sanguinis memiliki ciri bawaan, antara lain: bersifat hangat, meluapluap, linca, bersemangat, pribadi    menyenangkan, mudah beradaptasi (pengaruh luar), terbuka, ramah, suka bicara, optimis, ekstrovert.
      2.       Koleris memiliki ciri: hangat, linca, praktis, kemauan keras, mandiri/independent,  tegas/pendirian keras, mudah memuat keputusan, terbuka, ekstrovert/tidak seperti sanguinis, penuh gagasan, ambisi,  berpengaruh dalam lingkungan.
      3.       Melankolis  memiliki ciri: perfeksionis, suka berkorban, sangat sensitif, mudah tersinggung, nilai seni tinggi, perasaan lebih dominan,  introvert.
      4.       Phlegmatis memiliki ciri: tenang, tidak mudah terusik, jarang marah, mudah bergaul, memiliki keseimbanganemosional, selalu bergembira, sangat dingin. Konon, paling menyenangkan dari semua jenis temperamen.
Tidak semua orang memiliki satu temperamen secara utuh, tetapi perpaduan temperamen yang lain: sankol, sanmel, sanphleg, kolsan, kolmel, kolphleg, melsan, melphleg, phlegsan, phlegkol, phlehmel. Tidak semua orang sama temperamennya. Bisa perpaduan lebih dari satu temperamen. Mengenal Emosi
 
Mengenal  Aspek Intelektual
Apa yang saya tahu tentang kekuatan intelektualitas saya? Salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makluk lain adalah kemampuan belajar karena otaknya. Kemampuan belajar memungkinkan manusia untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan.
Dewasa ini, penghargaan tinggi diberikan kepada orang yang memiliki pengetahuan tinggi daripada yang tidak memiliki pengetahuan. Kemampuan otak untuk berpikir, memperoleh informasi, menganalisis, menyimpan, dan menyampaikan informasi disebut sebagai kekayaan/harta intelektual ( intelectual capital ). Intelectual capital sangat dibutuhkan manusia modern. Persaingan karier ditentukan intelectual capital .  Kita perlu mengenal otak dan cara kerjanya sehingga kita bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan kita dari aspek intelektual.
Ned Herrmann membagi otak manusia ke dalam empat Quadrant:
Quadrant A, yaitu otak kiri atas, yang disebut dengan analyzer (analisis). Quadrant ini didominasi oleh: berpikir logis, analisis, berdasarkan fakta empiris, suka memproses angka-angka.
Quadrant B, yaitu otak kiri bawa, yang disebut dengan organizer (organisator). Qudrant ini didominasi oleh: perencanaan matang, merencanakan sesuatu secara detail, rinci, tidak gegabah, teknis.
Quadrant C, yaitu otak kanan bawa yang disebut dengan personalyzer (personalis), didominasi oleh: hubungan interpersonal, intuitif, emosional, dan ekspresif.
Quadrant D, yaitu otak kanan atas yang disebut dengan strategis, didominasi oleh: konsep, imaginasi, gagasan strategis, berpikir holistik, sintesis, dan visioner.
90 % manusia memiliki multidominasi quadrant otaknya, artinya paling kurang setiap orang memiliki paling sedikit dua quadrant otak paling dominan.
Dari gambaran yang ada, kira-kira kita pada pada quadrant otak yang mana?
Kemampuan dan cara kerja otak mempengaruhi karakteristik pekerjaan yang kita pilih, cara berpikir kita, karakter dan perilaku hidup kita sehari-hari.
Mengenal  Bakat
Apa itu bakat? Bakat adalah potensi bawaan/kemampuan kodrati yang dimiliki seseorang sejak lahir.
Ia diturunkan karena faktor genetis. Ia bertumbuh optimal dalam lingkungan yang kondusif. Bakat dapat dilihat sebagai potenskecerdasan seseorang.
Howard Garner, mengatakan bahwa semua orang memiliki kecerdasan dengan bakatnya sendiri-sendiri. Ada 9 kecerdasan yang disebutnya dengan multyintellegence , yaitu: linguistik, logis, matematis, spasial, musikal, kinestetik, jasmani, interpersonal, intrapersonal.
 
Memahami  Adversity
Adversity artinya keteguhan, semangat, ketekunan, dan kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan (goal) . Ada tiga tipe orang untuk menjelaskan aspek adversity ini: tiper Quitter, Camper, Clim ber.
Quitter: artinya menyerah/merasa kalah sebelum berusaha melakukan sesuatu.
Camper: artinya orang yang sudah mencoba melakukan sesuatu dalam perjalanan ia menyerah (tidak mampu atau merasa puas dengan yang didapatnya), berhenti di tengah jalan.
Climber: artinya orang yang berusaha dengan sekuat tenaga, mengalahkan semua hambatan, berniat sungguh, menempatkan target setinggi-tingginya, dan meraihnya dengan berbagai jalan.
Aspek spiritual berhubungan dengan kehidupan beragama seseorang. Hidup manusia tidak pernah lepas dari peran iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Kehidupan manusia selalu melibatkan Tuhan. Dia malah menentukan hidup dan masa depan manusia. Keluarga, masyarakat, bahkan negara adalah tempat bertumbuhnya rasa keberagamaan manusia. Lemah atau salahnya pendidikan agama dalam keluarga, masyarakat, atau negara melahirkan sikap keberagamaan yang timpang dalam diri seseorang.
Taqwa atau takut kepada Tuhan adalah sikap keberagamaan yang dilandasi kepercayaan bahwa Tuhan yang mengatur seluruh manusia. Karena itu kehidupan beragama kita hayati karena sungguh-sungguh sebagai pengalaman pribadi ataukah karena diturunkan secara alamiah dari keluarga atau orangtua?
Secara umum istilah agama dipakai untuk menunjukkan institusi atau lembaga kebaktian kepada Tuhan atau kepada yang Ilahi,  dalam aspek yang formal, dengan peraturan-peraturan, hukum-hukum, ajaran, dan tradisinya yang khas dan unik.
Pengertian agama secara konseptual hanya bisa ditelusuri  dalam pandangan agama-agama yang ada. Bagi Islam agama adalah ketundukan kepada Allah. Memeluk agama Islam berarti menaati kehendak Allah dengan setia. Konsekuensinya, tidak akan menyembah Allah lain atau wujud lain yang dipertuhankan karena Allah itu satu dan tidak tertandingi oleh kuasa apapun.
Dalam pandangan Kristen agama adalah jalan untuk menghayati dan mengamalkan ajaran cinta kasih diajarkan Yesus Kristus. Cinta kasih dalam agama Kristen diarahkan untuk mencintai Tuhan dan sesama. Tidak ada gunanya mencintai Tuhan kalau tidak mencintai sesama. Mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri.
Bagi penganut Hindu, agama adalah jalan pembebasan (moksha) dari lingkaran reinkarnasi yang tidak habis-habisnya (samsara). Pembebasan dicapai melalui tiga jalan:
1. Karma-marga: melakukan karya, askese badani, yoga, tapa, dan taat aturan kasta.
2. Jnana-marga : penyucian diri, askese budi, dan meditasi untuk menyadari kesatuan dengan Sang Brahma.
3. Bhakti-marga:menyucikan diri dengan penyerahan diri utuh menuju pertemuan dalam cinta kasih dengan Tuhan.
Sementara  dalam Budha, agama merupakan panggilan untuk mewujudkan Dharma.
Dalam Budha terdapat empat kebenaran yaitu: kebenaran tentang dukkha, asal mula derita, lenyapnya penderitaan, dan kebenaran tentang jalan menuju lenyapnya penderitaan.
Untuk melenyapkan penderitaan, ditawarkan jalan: pengertian yang benar, pemikiran yang benar, ucapan yang benar, perbuatan yang benar, mencari nafkah yang benar, semadi atau konsentrasi yang benar.
Jadi agama merupakan pengungkapan iman dalam arti luas. Dalam agama, iman mendapat bentuk yang khas, yang memampukan manusia beriman, mengkomunikasikan imannya dengan orang lain.
Dalam agama, orang memperlihatkan sikap hatinya di hadapan Tuhan. Sikap manusia di hadapan Tuhan antara lain tampak dalam tanggung jawabnnya terhadap dirinya sendiri, alam semesta (lingkungan), dan  sesama manusia.
Unsur Penting Agama: Unsur Penting Agama:
-Umat
-Pemimpin Agama
-Ibadat
-Kitab Suci
-Hari Raya.
Kritik terhadap Agama
Kritik terhadap agama-agama, dapat  dibedakan dalam dua  hal, yaitu:
1.Kritik yang bersifat ilmiah (muncul pada abad pencerahan).
2.Kritik yang bersifat praktis (dikumandangkan oleh tokohtokoh humanis, atau ateis pada saat itu).
 
Kritik Ilmuwan Periode Abad Pencerahan
Karl Marx  (1818-1883 ) Marx beranggapan bahwa agama adalah candu masyarakat yang mengelabui kesadaran manusia (opium for the people). Manusia seharusnya berjuang untuk kebutuhan yang dirasakannya di dunia ini, yakni kesejahteraan ekonomi, tetapi agama telah mengalihkan perhatian ke tempat lain sehingga manusia terasing dari kenyataan yang sesungguhnya.
Bagi Marx, ideologi para pemuka agama didukung oleh struktur borjuis, yakni kelompok kelas yang menikmati keuntungan ekonomis karena kedudukan mereka  sebagai pemilik modal.  Agama seperti ini adalah refleksi yang mencerminkan kebusukan sosial yang terjadi dalam bentuk penindasan.
Friedrich Nietzsche (1844-1950) Menurut Nietzshe, agama merupakan topeng  yang digunakan manusia untuk menutupi kesadaran yang sejati. Manusia yang sejati adalah manusia yang sadar dan berani  “mengiyakan”hidupnya, artinya menerima hidup apa adanya.
Hidup yang apa adanya menurut Nietzsche adalah hidup yang menuruti naluri kehidupan.  Nietzshe melawan agama yang dianggapnya sebagai sumber budak yang mengiringi manusia  menjadi makhluk-makhluk yang seragam. Jadi agama sebenarnya merupakan ungkapan kesadaran luar yang memperlihatkan manusia lemah dan penakut.
Sigmund   Freud (1858-1939) Freud berpendapat bahwa hidup manusia didasari oleh hasrat libido, hasrat seks,  yang menguasai seluruh kegiatannya.  Karena hasrat seks ini sangat berhahaya, manusia takut memenuhinya secara langsung.
Praktek keagamaan merupakan sublimasi dari nafsu seksual. Tuhan dibayangkan sebagai pemenuhan total dari hasrat manusia yang tidak terpuaskan. Ini merupakan gambaran dari ayah yang sekaligus melarang dan memperkenankan. Agama seperti ini  menurut Freud adalah agama yang mengelabui kesadaran manusia yang sesungguhnya.
 
Kritik Kaum Humanis & Ateis
Para humanis dan ateis mengatakan bahwa kegiatan  agama dalam tataran sosial praktis  bersifat mandul. Sementara banyak orang berjuang dalam bidang HAM & demokrasi, nasib kaum minoritas, kerusakan alam lingkungan (pencemaran karena limbah industeri besar), agamawan tetap mempersoalkan konsep ketuhanan, berlomba mencari umat  & berebut wilayah.
Agama sibuk dengan dirinya sendiri dan  acuh  tak acuh terhadap dunia manusia.
 
Etika  & Moral
Etika (bhs. Yunani ‘ ethos ), berarti: adat kebiasaan, watak dan perilaku. Etika mengandung dua arti: 1.  Sebagai ilmu, dan 2.  Pedoman tingkahlaku manusia.
Sebagai ilmu,  etika adalah disiplin pengetahuan  yang merefleksikan masalah-masalah moral atau kesusilaan secara kritis.
Sebagai pedoman tingkahlaku, etika adalah nilai-nilai, normanorma, dan asas-asas moral yang dipakai sebagai pegangan bagi penentuan baik/buruk perilaku dan benar/salah tindakan manusia.
Nah, moral manusia muncul dari pemahaman etika sebagai pedoman tingkalaku dan asas perilaku hidup sehari-hari.
Moral dalam pengertian etimologis sama dengan etika sekalipun asal bahasanya berbeda (etika: ethos bhs Yunani; moral: mos;mores bha Latin).
Etika dan moral merupakan ciri khas manusia. Perbuatan dan tingkalaku manusia selalu berkaitan dengan baik atau buruk dan benar salah.
Baik buruk/benar salah tindakan manusia selalu dilakukan dalam proses kesadaran diri. Hal ini yang membedakan manusia dengan makluk lain.
Pemahaman etika dan moral dapat dikaji lebih jauh dalam tiga pendekatan:
1.Deskriptif: melukiskan tingkahlaku manusia dalam arti luas; menunjukkan adat kebiasaan, dan tindakantindakan yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Etika deskriptif mempelajari moralitas yang terdapat pada individu-individu.
2.Normatif: melibatkan diri dengan mengemukakan penilaian tentang perilaku manusia (sosial).
3.Metaetika (melebihi atau melampaui). Logika khusus untuk memahami ucapan etis seseorang dipandang dari sisi tata bahasa.
Semoga artikel ini bermanfaat ya, salam Blogger….!!!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.