Setelah Ahok Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ahok : “Bangga Saya” ?

DKI – Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Basuki Tjahaja Purnama memang banyak diperbincangkan neter. Kasus dugaan penistaan agama sendiri mulai dipermasalahkan setelah pidato Ahok di Kepulauan Seribu tersebar.

Saat itu eks Bupati Belitung Timur ini menyebutkan tentang adanya surat Al Maidah ayat 51 didepan warga. Bukan hanya warga akan tetapi juga beberapa stafnya yang ikut bersama dalam kunjungan ke salah satu daerah di Jakarta tersebut.

Saat ini namanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaaan agama. Lalu bagaimana tanggapan Ahok mengenai status hukumnya yang saat ini telah menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Calon Gubernur DKI Jakarta petahana ini mengaku tak malu mengenai statusnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Polri. Pasalnya ada sebab mengenai dirinya yang tak malu menyandang status sebagi seorang tersangka.

Ahok justru merasa bangga karena menjadi seorang tersangka karena kasus yang ia jalani bukan mengenai kasus korupsi. Selain itu dalam kasus ini ia juga mengaku tak memiliki rencana untuk membuat kasus dugaan penistaan agama.

Niat untuk membuat kasus yang sudah bergulir lebih dari satu bulan tersebut juga dinilai tak ada. Lebih lanjutnya ia mengatakan siap untuk segera menjalani prosesi hukum dan membuka kasusnya sehingga publik mengetahui.

Transparansi sendiri sebelumnya sudah diungkapkan oleh berbagai pihak dalam menangani kasus Ahok. Sedangkan saat ditemui awak wartawan di Rumah Lembang yang berada di kawasan Menteng ia juga sempat memberikan tanggapannya.

“Yang malu itu tersangka koruptor. Kalau tersangka belain orang, bangga saya.” ungkap Gubernur DKI Jakarta nonaktif saat ditemui oleh awak media. Selain mengenai hal tersebut ada juga kelakar yang dikeluarkan saat memberikan tanggapan lebih lanjut.

Ahok mengatakan ada pelajaran hidup yang dapat dipetik dari sosok Nelson Mandela yang dihukum karena menyuarakan pendapatnya. Presiden Afrika Selatan ini sempat dipenjara selama 35 tahun dan kemudian menjadi seorang presiden di Afrika.

Sementara itu Sirra Prayuna yang menjadi pengacara dari pihak terlapor memberikan tanggapan adanya pengajuan praperadilan. Ia mengatakan jika pengajuan tersebut harus melalui konsolidasi dari timnya.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.