NKRI Harga Mati: Indonesia Multi Etnis,Budaya & Agama

411411 Dikenal dengan aksi damai dimana ribuan masa turun ke jalan menuntut seorang Cina agar diproses secara hukum atas perkataan yang mereka anggap menista agama yang mereka anut.

Peristiwa yang dikenal dengan aksi damai tersebut akhirnya berakhir ricuh dan menimbulkan bentrokan antara pendemo dan juga aparat pengaman aksi damai tersebut.

Sebelumnya diduga aksi damai ini terjadi karena sebuah potongan video yang diupload oleh Buni Yani ke youtube. Sehingga video tersebut menjadi viral namun setelah dicocokkan dengan rekaman lengkap video aslinya terjadi perbedaan pengucapan tutur kata karena pada video yang di upload oleh Buni Yani ternyata tidak lengkap.

Masa yang sudah tersulut emosi akhirnya tidak mengindahkan lagi arti dari kata lengkapnya, ditambah lagi dengan beberapa isu dan juga ditumpangi oleh kegiatan politik sehingga lengkaplah sudah sumber terjadinya aksi damai 411.

ahok-pitungDari berbagai sumber dan peristiwa yang terjadi tersebut, maka hingga kini ditetapkannya Ahok (Pusat Aksi Damai 411) sebagai tersangka kasus penistaan agama oleh kepolisian polda metrojaya.

Dalam kasus ini ada beberapa analisa yang pada akhirnya dapat diambil kesimpulan bahwa ada segelitir orang yang memanfaatkan momentum kesalahan dalam kasus Ahok. Hingga berita ini ditulis Ahok masih berstatus tersangka dan sudah menjalani dua kali pemeriksaan oleh kepolisian.

Dari cerita di atas apakah hubungannya dengan judul artikel yang saya buat ini?

Ahok adalah etnis tionghoa dan kasarnya disebut cina adalah kaum minoritas di Indonesia.  Namun seharusnya di Negara yang mengusung Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar negara yang memiliki 5 Sila yaitu PANCASILA yang didalamnya terdapat makna persatuan yang artinya minoritas bukanlah musuh melainkan bagian dari mayoritas yang sepatutnya dapat berkolaborasi.

Indonesia berdiri atas perjuangan yang lebih dari 350 tahun dijajah oleh bangsa asing dan sudah merdeka karena pejuangnya yang bersatu dari sabang sampai merauke yang didalamnya pula terdapat banyak suku yang berjuan dan perbedaan agama. Sebut saja Iwa Kusuma Sumantri, Pahlawan Nasional yang berasal dari suku Sunda, T.B. Simatupang, Pahlawan Nasional dari suku Batak yang ber Agama Kristen , RA. Kartini, Pahlawan wanita yang berasal dari suku Jawa yang ber Agama Islam.

Masihkah Negara kesatuan ini akan dipecah belah demi kepentingan segelintir orang yang bermain politik dibelakang segala kegiatan yang mengatasnamakan Agama sebagai tameng.

Jika saya sebutkan nama Habib Rizieq, apakah yang ada dalam benak saudara?

Jika anda menggunakan logika berpikir dengan sebab akibat maka beberapa dari perkataan seorang Habib Rizieq ini tidak layak diungkapkan seorang ketua umum dari sebuah organisasi yang besar sebut saja FPI(Front Pembela Islam).

Ahok yang berjuang membangun daerah Jakarta namun seorang Habib Rizieq adalah orang yang mencemooh orang-orang yang sudah berjasa di Negara ini dan belum memiliki hasil kerja nyata.

ir.soekarnoPesan yang saya sampaikan dari artikel ini tertuang dari judulnya di atas Negara ini bukan Negara Agama,Bukan Negara Etnis,Bukan Negara miliki sekelompok orang yang memiliki kepentingan pribadi.

NEGARA INI NEGARA MILIK BERSAMA SEBAGAI NEGARA KESATUAN.

NKRI HARGA MATI……………………………………….!!!

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.