Inti dari permasalahan ekonomi

Sebenarnya, permasalahan kehidupan ini berakar pada permasalahan ekonomi. Menurut ekonomi liberal akar permasalahan ekonomi adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan itu terbatas jumlahnya. Di satu sisi, kebutuhan manusia yang beraneka ragam menuntut untuk dipenuhi dan dari hari ke hari semakin meningkat. Dari sini terlihat bahwa manusia tidak pernah merasa cukup dengan kebutuhannya, sedangkan menurut Pancasila adalah bagaimana menjunjung tinggi nilai-nilai kelembagaan Pancasila dalam ilmu ekonomi.

Cobalah kamu amati keadaan di sekitarmu atau melalui televisi, tampak kesibukan manusia setiap hari yang semuanya berujung pada upaya untuk memenuhi kebutuhan. Amatilah, seorang ibu mengelola keuangan agar kebutuhan keluarga tercukupi, kamu merasa kesulitan untuk membagi uang saku agar kebutuhanmu tercukupi, ayahmu bekerja setiap hari tanpa kenal lelah agar kebutuhan keluarga tercukupi. Nah, manakah kegiatan ekonomi yang menunjukan tanpa ada upaya untuk menyelesaikan permaslahan ekonomi?.

Amatilah sekali lagi. Presiden jokowi melakukan pidato kenegaraan yang menghimbau agar para menteri berupaya penuh untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi negara, seperti kemiskinan, pengangguran, kelangkaan bahan pangan, dan inflasi. Segala kegiatan yang dilakukan oleh setiap manusia baik secara individu maupun kelompok hanya berupaya untuk memenuhi kebutuhan dan mengatasi kelangkaan. Mengapa permasalahan ekonomi hanya menitikberatkan pada kebutuhan dan kelangkaan? Apa sajakah kebutuhan manusia itu? Apa sajakah sumber daya ekonomi sebagai alat pemenuhan kebutuhan? Mengapa pula terjadi kelangkaan? Ayo, untuk memahami keterkaitan tahu antara kebutuhan dan kelangkaan sebagai inti permasalahan ekonomi, pelajari materi ini secara sungguh-sungguh, teliti, dan tanamkan sikap gemar membaca serta niatkan dalam hati agar kegiatan ini diridhoi oleh Tuhan sehingga kelak bermanfaat baik bagi dirimu maupun bagi orang lain.

Pengertian Kebutuhan

Kebutuhan manusia selalu meningkat seiring dengan perkembangan zaman. Kebutuhan yang semula belum ada, sekarang menjadi ada. Kebutuhan manusia ini tidak terbatas dan beraneka ragam jumlahnya sehingga tidak mungkin manusia dapat memenuhi semua kebutuhannya. Sebagai contoh, apabila kebutuhan sekolahmu seperti kebutuhan seragam, sepatu, tas, uang sekolah, les private, telah terpenuhi; kebutuhan yang lain akan muncul, seperti bermain musik, rekreasi, nonton film, beli pulsa, handphone baru, dan laptop. Berkaitan dengan hal tersebut, manusia melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan yang pada dasarnya tidak pernah berakhir. Oleh karena itu, manusia perlu bertindak rasional, artinya berbuat sesuatu untuk mencegah pemborosan dan mencegah ketidakefisien. Kebutuhan untuk memenuhi keperluan manusia agar mampu bertahan hidup disebut kebutuhan ekonomi. Namun, sayangnya sebagian besar orang mengenali kebutuhan sebagai bentuk dari keinginan. Padahal antara kebutuhan dan keinginan memiliki makna yang berbeda. Cobalah tanyakan pada dirimu sendiri, kamu ingin pergi rekreasi ke Bali dan keinginanmu pergi rekreasi ke Bali kamu anggap sebagai suatu kebutuhan. Di satu sisi, dana yang kamu gunakan untuk rekreasi Bali bisa kamu gunakan untuk membayar les privat bahasa Inggrismu atau membeli alat-alat sekolah. Jika kamu pergi ke Bali, keinginanmu terpenuhi, namun kebutuhan utamamu menjadi tidak terpenuhi. Nah, kamu tidak akan kebingungan membedakan antara kebutuhan dan keinginan selama kamu mengerti tentang definisi kebutuhan. Setelah kamu mengerti, kamu bisa memilah antara kebutuhan dan keinginan dan bisa memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan.
Kebutuhan diartikan sebagai hasrat yang muncul dari dalam diri manusia dan harus dipenuhi karena jika tidak terpenuhi dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. Lain hal dengan keinginan, keinginan adalah hasrat yang muncul dalam diri manusia yang jika tidak terpenuhi tidak akan mengganggu kelangsungan hidupnya. Maka, bisa dibedakan bahwa kebutuhan harus dipenuhi oleh manusia sedangkan keinginan tidak harus dipenuhi. Seperti contoh di atas, keinginan untuk rekreasi ke Bali tidak akan mempengaruhi kelangsungan hidup seseorang; namun kebutuhan pokok terhadap makanan dan minuman yang tidak terpenuhi dapat berakibat fatal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan

Selain banyak macamnya, kebutuhan manusia juga selalu bertambah. Mengapa kebutuhan dan keinginan manusia selalu bertambah? Bertambahnya kebutuhan manusia karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Antara faktor internal dan faktor eksternal tersebut memiliki keterkaitan yang akan saling memengaruhi sehingga mengakibatkan jumlah dan jenis kebutuhan manusia meningkat.
Berikut dijelaskan tentang faktor-faktor internal yang memengaruhi kebutuhan manusia.

a). Tingkat kepuasan dan gaya hidup

Tingkat kepuasan sangat berpengaruh terhadap kebutuhan manusia. Ada orang yang telah merasa puas jika kebutuhan yang telah dapat dipenuhi meskipun secara sederhana sekali, namun ada juga orang yang tidak puas dengan apa yang telah diperoleh. Selain itu, daya hidup seseorang juga mempengaruhi kebutuhannya meski seperti sikap materialisme yang menganggap tinggi harta.

b).Umur

Umur seseorang sudah tentu saja banyak mempengaruhi kebutuhan. Sebagai contoh, orang dewasa membutuhkan makanan lebih banyak daripada anak kecil.

c).Penghasilan yang diperoleh

Besar kecilnya penghasilan seseorang akan berpengaruh terhadap keanekaragaman kebutuhan dan pola konsumsinya. Jika penghasilan yang diperolehnya kecil, konsumsinya kecil tetapi jika penghasilannya besar, kemungkinan pola konsumsinya lebih besar.

d).Pendidikan

Tingkat pendidikan seseorang sangat berpengaruh terhadap keberagaman kebutuhan manusia. Misalnya, dalam mengisi waktu luang seorang lulusan perguruan tinggi lebih banyak menginginkan pekerjaan dibanding dengan seorang lulusan sekolah dasar.

e).Pekerjaan

Perbedaan pekerjaan bidang mempengaruhi kebutuhan seseorang. Sebagai contoh, seorang petani untuk menggarap sawahnya memerlukan bajak, cangkul, traktor, dan pupuk sedangkan seorang guru lebih memerlukan alat-alat tulis, buku buku pelajaran, alat peraga pelajaran, laptop, dan analisis belajar mengajar.

Adapun faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kebutuhan manusia, antara lain, sebagai berikut.

a). Keadaan alam
Perbedaan kondisi alam yang terdapat di berbagai daerah atau wilayah menyebabkan kebutuhan masyarakatnya juga berbeda. Masyarakat yang tinggal di daerah tropis lebih membutuhkan pakaian tipis dan terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat, berbeda dengan orang yang tinggal di daerah yang memiliki berbagai macam musim seperti misalnya Eropa dan Jepang lebih membutuhkan pakaian tebal dan berbulu untuk menghadapi musim dingin.

b). Tingkat kemajuan peradaban
Kemajuan peradaban manusia sangat mempengaruhi timbulnya keanekaragaman kebutuhan manusia. Semakin tinggi peradaban manusia, semakin tinggi pula keinginan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya, sehingga akan semakin banyak pula kebutuhannya, baik dari macamnya, jumlahnya maupun kualitasnya.

c). Agama dan kepercayaan
Agama dan kepercayaan yang dianut seseorang mengakibatkan kebutuhan tiap-tiap orang menjadi berbeda. Sebagai contoh dalam membeli makanan mereka akan memilih makanan yang diarahkan menurut agama dan kepercayaannya.

d). Adat istiadat
Perbedaan adat istiadat menimbulkan pola perilaku dan kebiasaan yang berbeda sehingga muncul berbagai macam kebutuhan sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang bersangkutan . Misalnya, pada bulan Zulhijah, penjualan hewan kurban meningkat pesat dibandingkan hari-hari biasa.

e). Tingkat kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi yang berkembang pesat mengharuskan manusia untuk mengikutinya. Bagi yang bisa mengikutinya, kebutuhan akan meningkat sehingga sarana hidup semakin mudah. Sebagai contoh, seorang tidak perlu telepon seluler bahkan cukup menggunakan kentongan, sekarang telepon seluler menjadi kewajiban untuk dimiliki.


Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa kebutuhan manusia (human needs) adalah suatu rasa yang timbul secara alami dari dalam diri manusia untuk memenuhi segala sesuatu yang diperlukan dalam kehidupannya. Munculnya berbagai macam kebutuhan dalam kehidupan manusia akhirnya mendorong timbulnya keinginan manusia (human wants) untuk memperoleh segala sesuatu yang dibutuhkan sebagai alat pemuas kebutuhan hidupnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.