Permasalahan pokok ekonomi serta Kelangkaan Sumber Daya

Permasalahan pokok ekonomi serta Kelangkaan Sumber Daya

Kelangkaan tidak berarti segalanya sulit diperoleh. Kelangkaan dapat diartikan adanya ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan dan sumber daya ekonomi yang ada karena jumlah kebutuhan beragam dan terus meningkat, sementara itu jumlah sumber daya ekonomi (alat pemuas kebutuhan) sangat terbatas. Kelangkaan merupakan suatu kondisi yang menunjukkan keterbatasan dalam jumlah, kualitas, tempat dan waktu atas sumber daya, barang dan jasa sehingga untuk mendapatkannya diperlukan pengorbanan atau biaya.
Mengapa terjadi kelangkaan? Keterbatasan manusia menyebabkan banyak hal terasa langka (scarcity) yang mencakup kuantitas, kualitas, tempat, dan waktu. Sesuatu tidak langka kalau jumlah (kuantitas) barang atau jasa yang tersedia mencukupi kebutuhan, berkualitas baik, tersedia di mana saja, dan kapan saja dibutuhkan. Akan tetapi. perlu diketahui bahwa kebutuhan manusia tidak terbatas, hal yang menyebabkan ketidakterbatasan kebutuhan manusia secara keseluruhan adalah pertambahan penduduk, kemajuan teknologi, taraf hidup yang semakin meningkat, keadaan lingkungan, dan tingkat kebudayaan yang semakin meningkat. Namun, barang dan jasa yang merupakan sumber daya ekonomi jumlahnya terbatas atau langka. Barang-barang yang langka umumnya merupakan barang ekonomi (economic good). Kelangkaan sumber daya ekonomi meliputi kelangkaan sumber daya alam, sumber daya manusia (wirausaha), dan sumber daya modal.

a. Kelangkaan Sumber Daya Alam

Pernahkah kamu mengamati pengeboran minyak di lepas pantai? Nah, apa yang akan terjadi bila pengeboran dilakukan secara terus-menerus? Ya, tentu saja cadangan minyak di dalam bumi akan berkurang yang bisa berakibat terjadi kelangkaan. Jadi, kelangkaan sumber daya alam dapat diartikan terbatasnya persediaan sumber daya yang terkandung di alam, baik sumber daya biotik (hewan dan tumbuhan) maupun sumber daya abiotik (tanah, udara, barang tambang, air, dan iklim).

b. Kelangkaan Sumber Daya Manusia (Wirausaha) .

Dalam menjalankan roda perekonomian diperlukan manusia yang memiliki keahlian dan pengetahuan tinggi. Kelangkaan sumber daya manusla di sini berarti sulitnya ditemukan manusia yang berkualitas, baik dari segi pengetahuan maupun keahlian yang mampu menjalankan kegiatan ekonomi, termasuk sumber daya kewirausahaan. Seorang wirausaha adalah orang yang memiliki sikap mental kewirausahaan. Kelangkaan sumber daya wirausaha merupakan dampak dan sedikitnya orang yang berpikir kreatif dan inovatif. Akibatnya, sumber daya-sumber daya ekonomi yang ada tidak dapat dikelola secara maksimal karena kurangnya kemampuan menjalankan gagasan kreatif tersebut.

c. Kelangkaan Sumber Daya Modal

Sumber daya modal sangat diperlukan dalam proses produksi barang atau. jasa. Sebagai negara berkembang Indonesia masih banyak menemukan berbagai kendala terutama masalah permodalan. Modal tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga bahan baku, gedung, dan mesin-mesin.

Dengan demikian, kelangkaan sumber daya ekonomi merupakan suatu kondisi yang menunjukkan sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan barang dan jasa bersifat terbatas dan langka jumlahnya. Akibatnya, manusia harus melakukan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan barang atau jasa sebagai pemuas kebutuhannya dan menggunakannya secara bijak. Nah, bagaimanakah pula cara menggunakan sumber daya secara bijak?
Sumber daya ekonomi yang tersedia dalam jumlah yang terbatas harus digunakan secara bijak agar masalah kelangkaan bisa teratasi, antara lain, sebagai berikut.
a. Menentukan prioritas pemanfaatan sumber daya sehingga masyarakat masih dapat menikmatinya.
b. Peduli terhadap kerusakan lingkungan akibat adanya ulah manusia yang cenderung serakah.
c. Disiplin dalam menggunakan sumber daya sehemat mungkin.
d. Tanggung jawab atas kebutuhan masyarakat banyak .
e. Memanfaatkan sumber daya ekonomi secara selektif, dengan mempertimbangkan kelestariannya, agar anak cucu kita dapat menikmatinya.
f. Meningkatkan kemampuan sumber daya Indonesia untuk menguasai teknologi.
g. Menggunakan sumber daya yang terbatas untuk menghasilkan barang dan jasa agar dapat mengimbangi keinginan manusia yang tidak terbatas.

Nah, sebagai generasi muda penerus bangsa, kelak kamulah yang bertanggung jawab terhadap kelestarian sumber daya alam tanah air kita ini. Jaga dan pelihara agar sumber daya ekonomi di tanah air tidak lekas habis. Manfaatkan secara bijak agar tidak terjadi kelangkaan yang makin parah di kemudian hari.

Permasalahan Pokok Ekonomi

Pernahkah kamu dihadapkan pada dua pilihan kebutuhan yang sama pentingnya? Bagaimana caramu memilih? Sudah tepat bila kamu membuat skala prioritas kebutuhan sesuai tingkat kepentingannya. Manusia melakukan pilihan agar dapat tercapai tingkat kesejahteraan yang paling tinggi. Pada intinya, masalah ekonomi adalah bagaimana menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan cara sebaik-baiknya. Permasalahan pokok ekonomi tersebut dapat ditinjau secara umum, secara klasik, dan secara modern.

1. Masalah Pokok Ekonomi Secara Umum

Secara umum, masalah pokok ekonomi adalah kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas untuk memenuhi kebutuhan sifatnya terbatas, sehingga manusia harus dapat menentukan kebutuhan mana yang harus didahulukan agar seluruh kebutuhannya dapat terpenuhi.

2. Masalah Pokok Ekonomi Secara Klasik

Pada dasarnya, pemikiran ekonomi klasik bertujuan untuk kemakmuran. Pemecahan masalah ini dengan melakukan apa-apa yang dianggap perlu agar kemakmuran tersebut dapat dicapai. Permasalahan ekonomi klasik dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu masalah produksi, masalah distribusi, dan masalah konsumsi.

a. Masalah Produksi
Produksi artinya menghasilkan barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia merupakan tujuan sekaligus motivasi untuk melakukan kegiatan produksi. Namun, tidak semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi. Kebutuhan manusia akan terpenuhi apabila ia mengonsumsi barang atau jasa sesuai yang dibutuhkan. Padahal barang/jasa hanya akan tersedia apabila diproduksikan. Proses untuk memproduksi barang/jasa memerlukan sumber-sumber ekonomi, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun sumber daya modal serta keterampilan pengusaha (entrepreneurship).

b. Masalah Distribusi
Distribusi adalah menyalurkan barang/jasa hasil produksi kepada konv sumen. Sistem distribusi klasik adalah melalui transaksi langsung antara produsen dan konsumen, atau melalui transaksi yang dilakukan di pasar (pasar nyata, yaitu tempat untuk pertemuan penjual dan pembeli).

c. Masalah Konsumsi
Masalah konsumsi menyangkut permasalahan apakah benda pemuas kebutuhan yang diproduksi memang benda yang dapat dimiliki oleh konsumen. Pokok masalah ekonomi klasik merupakan bahan pembahasan teori ekonomi klasik. Teori ini berdasarkan pemikiran Adam Smith, David Ricardo, dan john Stuart Mill. Teori ini melihat pentingnya masalah ekonomi sebagai kesatuan dari proses produksi, distribusi, dan konsumsi untuk kesejahteraan (kemakmuran). Pendukung teori ekonomi klasik sangat menekankan kekuatan pasar sehingga menolak campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi.
Untuk melakukan kegiatan konsumsi dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.
1) Faktor intern, meliputi sikap, kepribadian, motivasi diri, pendapatan seseorang, selera dan watak (karakter).
2) Faktor ekstern, meliputi kebudayaan, adat istiadat, lingkungan masyarakat, status sosial, keluarga, dan pemerintah.
Dengan demikian, masalah ekonomi dalam teori klasik sangat memerhatikan masalah produksi, konsumsi, dan distribusi sebagai satu kesatuan dalam usaha mencapai kemakmuran.

3. Masalah Pokok Ekonomi Secara Modern

Seiring perkembangan zaman dan semakin modern masyarakatnya maka kebutuhannya semakin banyak dan kompleks. Pokok masalah fundamental perekonomian di era modern, meliputi pertanyaan what, how, dan for whom.

a. Barang Apa yang Akan Diproduksi dan Berapa Banyak (What)
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat.

b. Bagaimana Cara Memproduksi Barang Tersebut (How)
Masalah ini menyangkut cara berproduksi, yaitu penggunaan teknologi dan pemilihan sumber daya yang dipakai, serta memilih untuk menggunakan tenaga manusia atau tenaga mesin.

c. Untuk Siapa BarangBarang Tersebut Diproduksi (For Whom)
Masalah ini menyangkut persoalan siapa yang memerlukan barang/jasa, dan siapa saja yang akan ikut menikmati hasilnya.
Selain itu, masalah ekonomi saat ini yang dihadapi oleh pemerintah, antara lain, sebagai berikut.

a. Masalah Pertumbuhan Ekonomi yang Relatif Masih Rendah
Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan perekonomian untuk menyediakan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah, dan kemakmuran masyarakat meningkat.

b.Masalah Ketidakstabilan Kegiatan Ekonomi
Perekonomian suatu negara tidak selalu berkembang secara teratur atau dengan kata lain kegiatan perekonomian mengalami naik turun. Adakalanya perekonomian berkembang sangat pesat sehingga menimbulkan kenaikan harga-harga. Namun, pada periode yang lainnya perekonomian mengalami kemunduran, bahkan adakalanya mengalami kemerosotan dan berada pada titik terendah.

c. Masalah Pengangguran Atau Kesempatan Kerja
Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja dan ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum memperoleh pekerjaan.

d. Masalah Inflasi
lnflasi merupakan kondisi ekonomi suatu negara mengalami kenaikan harga yang terus-menerus, sehingga sangat merugikan masyarakat, terutama golongan ekonomi lemah.

e.Masalah Kemiskinan
Kemiskinan merupakan suatu keadaan ketidakmampuan yang bersifat ekonomi (ekonomi lemah). Jadi, seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok (kebutuhan primer) karena pendapatannya rendah. Di satu sisi kemiskinan merupakan indikator rendahnya pendapatan yang menyebabkan rendahnya daya beli dan rendahnya pendidikan masyarakat sehingga masyarakat tidak mendapatkan hidup yang layak dan sebagainya.

f. Masalah Ketidakstabilan Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran merupakan suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan negara lain ke dalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain. Apabila neraca pembayaran mengalami defisit yang berarti ekspor lebih kecil daripada impor, akan berakibat buruk terhadap kegiatan perekonomian, karena pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri.

Berdasarkan inti masalahxekonomi di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum masalah ekonomi merupakan masalah kelangkaan sumber daya ekonomi, baik masalah produksi, distribusi maupun konsumsi serta secara modern masalah ekonomi tersebut yang berkaitan dengan masalah what, how, dan for whom.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.