Perilaku produsen dalam kegiatan ekonomi

Perilaku Produsen

segala macam kerja atau kegiatan bisa disebut produksi apabila berfungsi menciptakan atau menambah nilai. Apa sajakah kegiatan yang termasuk produksi. Coba amatilah lingkungan sekitarmu. Adakah pabrik-pabrik, home industri, ataukah perusahaan besar maupun kecil?
Coba perhatikan kegiatan pengangkutan atau transportasi di dekat tempat tinggalmu. Mengangkut barang dari suatu tempat ke tempat lain sehingga bertambah nilainya juga termasuk produksi.

Pengertian Produksi

Dalam percakapan sehari-hari, produksi diartikan sebagai tindakan mengombinasikan faktor-faktor produksi (tenaga kerja, modal, dan lain-lainnya)oleh perusahaan untuk memproduksi hasil berupa barang-barang dan jasa-jasa. Dalam arti ekonomi, produksi adalah setiap usaha manusia untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau benda untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya, menanam padi, menggiling padi, mengangkut beras, memperdagangkan, dan menjual makanan.

Tujuan Produksi

Dengan memproduksi barang dan jasa akan terbuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang meningkat mendorong pertumbuhan ekonomi yang akhirnya dapat meningkatkan kemakmuran. Adapun ditinjau dari kepentingan produsen, tujuan produksi adalah menghasilkan barang untuk mendapatkan laba. Tujuan tersebut tercapai jika barang atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sasaran kegiatan produksi adalah pelayanan kebutuhan masyarakat atau untuk memenuhi kebutuhanhidup masyarakat.

Produksi Total, Produksi Marjinal, dan Produksi Rata-rata

Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari panggunaan total faktor produksi. Produksi marginal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi. Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi.
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

Untuk memperoleh hasil perhitungan produksi marginal [MP] dan produksi rata-rata, digunakan rumus berikut.

Dari tabel diatas dapat dinyatakan dengan grafik berikut.

Dari Gambar 3.8 tampak bahwa penggunaan input X menunjukkan produksi total selalu mengalami peningkatan.Adanya penambahan input,mula-mula meningkatkan marginal product dan average product akan tetapi pada titik tertentu akan semakin menurun. Perilaku seorang produsen atau pengusaha dituangkan dalam mengambil keputusan tentang berapa input yang akan dipergunakan dan berapa output yang akan dihasilkan untuk mencapai keuntungan yang maksimum.
Proses produksi dapat diartikan sebagai proses urutan kegiatan yang harus dilaksanaan dalam usaha untuk menghasilkan barang maupun jasa. Agar proses produksi mencapai titik optimum, maka diperlukan adanya peningkatan produktivitas dengan jalan menambah faktor-faktor produksi. Akan tetapi, menurut David Ricardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan hasil yang sebanding, seperti yang digambarkan dalam hukum hasil lebih yang semakin berkurang atau the law of diminishing returns yang berbunyi ”Dengan suatu teknik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan penambahan hasil produksi yang sebanding”. Atau dengan kata lain tambahan hasil lama-kelamaan akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah. Untuk lebih ielasnya perhatikan contoh berikut. Contoh:
Law of diminishing retuns terjadi pada pekerja yang ke-4 dan seterusnya, yaitu setelah tercapai marginal product maksimum sebesar 13.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.