Cara Bijak Dalam Menentukan Pilihan Kebutuhan

Cobalah kamu amati dalam kehidupan sehari-hari. Manusia selalu dihadapkan pada suatu pilihan (choice), baik dalam memenuhi kebutuhannya maupun mengalokasikan seluruh pendapatannya. Akibatnya, kita harus bisa melakukan pilihan yang lebih menguntungkan terutama bagi diri sendiri. Dengan pendapatan yang terbatas, manusia harus bisa memikirkan kebutuhan mana yang seharusnya dipenuhi terlebih dahulu. Oleh karena itu, kita selalu dihadapkan pada masalah pilihan terhadap kebutuhan mana yang harus didahulukan maupun kebutuhan mana yang harus dipenuhi di kemudian hari.

Sebagai contoh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penghasilan yang terbatas, di samping membiayai kebutuhan sehari-hari di rumah juga membiayai kebutuhan sekolah. anaknya (SD, SMP SMA, dan Perguruan Tinggi). Pada suatu saat, anaknya yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi minta untuk dibelikan kendaraan (mobil) untuk memperlancar Maka, timbul pertanyaan, kebutuhan mana yang harus didahulukan? Apakah membeli kendaraan (mobil atau membiayai sekolahnya?

Berkaitan dengan perbuatan memilih agar kebutuhan terpenuhi dengan baik, kita harus mempertimbangkan hal-hal seperti skala prioritas kebutuhan, dan biaya peluang, pengelolaan keuangan.

1. Biaya Peluang
Tuhan menganugerahi berbagai sumber daya alam,seperti air udara, sinar matahari, dan barang galian dari alam.Sumber daya tersebut digunakan manusia untuk memproduksi barang. Di samping sumber daya alam, faktor yang sangat menentukan dalam proses produksi adalah sumber daya manusia atau tenaga kerja. Sumber daya modal juga tidak kalah pentingnya dengan sumber daya lain. Sumber daya modal merupakan investasi yang digunakan untuk pengembangan usaha. Bukankah harapan dari kegiatan perekonomian yang dilakukan manusia adalah makin berkembang dan bertambah luas usahanya?
Perlu kamu ketahui, jika suatu kegiatan perekonomian melakukan pengembangan usaha atau memperluas usaha dengan menghasilkan barang atau memproduksi barang yang lain,akan terjadi penambahan tenaga kerja yang sesuai dengan keahliannya. Ironisnya, perusahaan justru melakukan pengurangan tenaga kerja karena tidak sesuai dengan kemampuannya. Kenyataan tersebut menunjukkan jika perusahaan mengembangkan usahanya dengan mencari peluang-peluang produksi yang lain sehingga menjadikan hilangnya kesempatan tenaga kerja untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Hai ini menunjukkan adanya produksi barang yang harus dikorbankan agar barang lain dapat diproduksikan,atau sering dinamakan biaya peluang. Biaya peluang disebut juga biaya kesempatan atau ongkos alternatif (opportunity cost). Dengan demikian, biaya peluang adalah sejumlah barang atau pendapatan yang harus dikorbankan agar sejumlah barang yang lain dapat diproduksi/digunakan. Jadi, ongkos alternatif sejumlah barang X adalah sejumlah barang Y yang harus dikorbankan agar sejumlah barang X dapat diproduksi. Agar kamu lebih memahami materi biaya peluang, perhatikan contoh berikut.
Suatu ruangan toko disewakan dengan pendapatan sewa Rp150.000,00 per bulan. Pemilik mempertimbangkan untuk menggunakan sendiri karena jika digunakan sendiri diperkirakan akan menghasilkan Rp175.OO0,00 per bulan. Jadi, biaya kesempatan yang dikorbankan sebesar Rp150.000,00 dan keuntungan yang diperoleh atas keputusan ini sebesar Rp25.000,00 yang diperoleh dari Rp175.000,00 dikurangi Rp150.000,00.
Berdasarkan contoh tersebut, tentu kamu sudah memahami tentang biaya peluang. Maka, ketika kamu akan menentukan pilihan, kamu bisa bijak dalam mengambil keputusan. Hal-hal apa sajakah yang harus dipertimbangkan sebelum kamu memilih sesuatu, apa sajakah manfaat dari barang dan jasa tersebut, apakah yang akan terjadi jika kamu memiliki barang tersebut, adakah sisi negatifnya, dan sebagainya. Apabila kamu sudah merasa yakin, kamu bisa mengambil keputusan terhadap pilihan barang dan jasa tersebut.

2. Skala Prioritas
Setiap hari kita selalu dituntut untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penghasilan yang kita terima dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan, baik untuk konsumsi dan produksi maupun ditabung. Karena jumlah kebutuhan konsumen tidak terbatas, sebaiknya disusun skala prioritas kebutuhan, agar pendapatan yang dimiliki dapat digunakan sesuai dengan urutan kepentingannya. Adapun hubungan antara pendapatan dan konsumsi adalah berbanding terbalik seperti yang dikemukakan oleh sarjana ekonomi Jerman bernama Engel yang terkenal dengan Hukum Engel, berbunyi “Semakin besar pendapatan, semakin kecil bagian pendapatan yang digunakan untuk konsumsi, dan sebaliknya”. Berdasarkan Hukum Engel, maka kamu perlu berperilaku hidup hemat dengan cara menyusun anggaran dan skala prioritas, sehingga antara besarnya penerimaan dan pengeluaran selalu seimbang.

Untuk menyusun skala prioritas pemenuhan kebutuhan perlu dipertimbangkan beberapa hal, antara lain, sebagai berikut.
a. Nilai kegunaan di masa kini ataupun di masa yang akan datang.
b. Ketepatan waktu pemenuhan kebutuhan.
c. Trend mode atau kecenderungan keadaan saat ini.
d.Adat dan kebiasaan yang dilakukan oleh manusia/masyarakat.

Bagaimanakah cara menyusun skala prioritas kebutuhan? Agar lebih mudah memahami, sebaiknya kamu perhatikan contoh berikut. Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan penghasilan sebulan sebesar Rp5.000.000,00 dan telah berkeluarga serta memiliki anak sebanyak tiga anak. Agar dengan gaji tersebut dapat terpenuhi segala kebutuhannya, maka disusun skala prioritas kebutuhan sebagai berikut.

Kebutuhan Primer

Makan dan Minum =Rp 1.200.000,00
Listrik air, telepon. dan Internet =Rp 500.000,00
Keperluan sekolah anak Rp =600.000,00
BBM =Rp 300.000,00

Kebutuhan Sekunder

Keperluan mandi dan cuci = Rp 500.000,00
Rekreasi dan jajan =Rp 750.000,00
Sosial dan keamanan =Rp 250.000,00

Kebutuhan Tersier
Tabungan untuk beli motor=Rp 400.000,00

Tabungan untuk masa depan= Rp 500.000,00
jumlah= Rp 5.000.000,00 .

Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan bahwa skala prioritas adalah tindakan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dengan mendahulukan kebutuhan yang intensitasnya lebih tinggi.

3. Pengelolaan Keuangan .

Tidak bisa dihindari bahwa pemenuhan kebutuhan harus dilakukan dengan menyesuaikan penghasilan. Maka, setiap orang harus bisa melakukan pengelolaan keuangan dengan baik agar kebutuhan bisa terpenuhi sesuai urutan kepentingannya. Pengelolaan keuangan dilakukan dengan membuat anggaran yang disesuaikan dengan penghasilan yang diperoleh seseorang. Apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam menyusun anggaran?

Dalam menyusun anggaran hal-hal yang perlu diperhatikan adalah menghitung jumlah penerimaan dalam kurun waktu tertentu yang diurutkan mulai dari penghasilan utama sampai ke penghasilan lain-lain, menyusun daftar kebutuhan yang akan dipenuhi, mengetahui harga pasar dari barang-barang yang dibutuhkan dan memerhatikan keseimbangan antara jumlah penerimaan dengan jumlah pengeluaran. Perlu diperhatikan bahwa, sebaiknya pengeluaran yang dilakukan menyesuaikan anggaran yang telah disusun agar tidak terjadi defisit anggaran. Agar tidak terjadi defisit anggaran, maka yang harus dilakukan adalah mengadakan penghematan pengeluaran dan menunda kebutuhan yang kurang penting dan dapat ditangguhkan.
Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa kelangkaan alat pemuas kebutuhan dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas merupakan akar semua masalah ekonomi. Masalah ekonomi tersebut memaksa manusia melakukan pilihan diantara berbagai kebutuhan berdasarkan urutan kepentingan yang disebut sebagai skala prioritas kebutuhan. Manfaat penyusunan skala prioritas kebutuhan, antara lain, manusia dapat mengetahui antara kebutuhan yang harus didahulukan dan kebutuhan yang dapat ditunda. Namun, perlu diingat bahwa penyusunan skala prioritas kebutuhan haruslah berdasarkan pertimbangan yang rasional dan ekonomis.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.