Pengertian dan pembagian alat pembayaran

Alat Pembayaran

Mari kita review kembali mengenai alat pembayaran yang kita kenal saat ini hingga ke asal mula terjadinya alat pembayaran. Alat pembayaran sekarang ini berkembang sedemikian pesat dan maju. Coba kamu amati dalam kehidupan sehari hari. Sudah banyak orang di lingkup negara manapun mengenal alat pembayaran. Sekarang cobalah kamu menengok ke belakang, yakni awal mula alat pembayaran itu dikenal, sistem barter antarbarang yang diperjualbelikan adalah kelaziman di era pramodern.
Dalam perkembangannya, mulai dikenal satuan tertentu yang memiliki nilai pembayaran yang lebih dikenal dengan uang. Hingga saat ini, uang masih menjadi salah satu alat pembayaran utama yang berlaku di masyarakat. Selanjutnya, alat pembayaran terus berkembang dari alat pembayaran tunai (cash based) ke alat pembayaran nontunai (noncash) seperti alat pembayaran berbasis kertas (paper based), misalnya, cek dan bilyet giro. Selain itu dikenal juga alat pembayaran paper less seperti transfer dana elektronik dan alat pembayaran memakai kartu [card-based) (ATM, kartu kredit, kartu debit, dan kartu prabayar). Maka, perhatikan materi alat pembayaran berikut.
a. Alat Pembayaran Tunai
Kamu sudah sering menggunakan alat pembayaran tunai. Alat pembayaran nontunai kita kenal dalam bentuk uang kertas dan uang logam. Berbagai jenis uang kertas dan uang logam dikeluarkan oleh pemerintah dari tahun ke tahun, ada yang ditarik dari peredaran dan diganti dengan bentuk atau model baru. Berikut gambar uang kertas dan uang logam yang sering kita gunakan sehari-hari.

565248_620
Apakah Pengertian alat pembayaran tunai? Bisa disimpulkan bahwa Pengertian alat pembayaran tunai adalah alat pembayaran dengan memakai uang kartal (uang kertas dan logam), yang terdiri atas uang dengan nilai nominal Rp100, Rp200, Rp500, Rp1000, Rp2000, Rp5000,Rp10000, Rp20000, Rp50000, dan Rp100000. . Alat pembayaran tunai berupa uang kartal tersebut masih berperan penting dalam lalu lintas pembayaran dalam transaksi sehari-hari yang tentu saja bernilai kecil. Dalam masyarakat modern seperti sekarang ini, pemakaian alat pembayaran tunai seperti uang kartal memang cenderung lebih kecil dibanding uang giral.

Alat Pembayaran Nontunai Pastilah tidak ada yang asing dengan alat pembayaran nontunai ini. Salah satu bentuk alat pembayaran nontunai yang sering kita pakai adalah ATM. ATM merupakan salah satu bagian dari uang elektronik. Lalu, apakah pengertian alat pembayaran nontunai itu? Alat pembayaran nontunai adalah alat pembayaran dengan tidak memakai uang kartal(uang kertas dan logam), yang terdiri atas paper based ( cek/BG), APMK( Alat Pembayaran Menggunakan Kartu),dan uang elektronik. Alat pembayaran nontunai sudah berkembang dan semakin lazim dipakai di masyarakat. Kenyataan ini memperlihatkan kepada kita bahwa jasa pembayaran nontunai yang dilakukan bank maupun lembaga selain bank (LSB), baik dalam proses pengiriman dana, penyelenggara kliring maupun sistem penyelesaian akhir (settlement) sudah tersedia dan dapat berlangsung di indonesia. Transaksi pembayaran nontunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank lndonesia melalui sistem Bl-RTGS (Real Time Gross Settlement), dan sistem kliring.
Apabila masyarakat melakukan pembayaran nontunai ia akan menggunakan alat pembayaran nontunai. Adapun pembayaran nontunai adalah pembayaran yang dilakukan tanpa menggunakan uang tunai yang beredar melainkan menggunakan CEk atau bilyet giro (BG) dan alat pembayaran menggunakan kartu (ATM, kartu kredit, kartu debit, prabayar). ,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.