Sistem Pembayaran dan Alat Pembayaran

Sistem Pembayaran dan Alat Pembayaran

Saat ini, kegiatan perekonomian kian pesat yang didukung oleh kemajuan teknologi dan komunikasi. Manfaat perkembangan teknologi ekonomi dan keuangan kian terasa seiring meningkatnya tuntutan zaman. Konsep kemudahan, efisiensi, dan efektivitas menjadi persaingan utama. Berbagai lembaga keuangan menawarkan kemudahan dalam bertransaksi, baik tunai maupun nontunai. Hal tersebut karena kegiatan perdagangan dalam perekonomian kian menuntut berbagai kemudahan dalam bertransaksi dan 2 sistem pembayarannya. Apalagi kinerja ekonomi yang cukup tinggi di tengah kesibukan masyarakat produktif makin membutuhkan sistem pembayaran yang mudah dan cepat. Maka, diluncurkanlah berbagai kemudahan alat pembayaran nontunai. Meskipun masih banyak kalangan masyarakat yang menggunakan alat pembayaran tunai. Berkaitan dengan hal tersebut, agar alat pembayaran yang digunakan untuk penyelesaian transaksi tersebut lancar, diperlukan sistem pembayaran yang bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat, dalam rangka mencapai kemakmuran dan kesejahteraan. Sistem pembayaran diatur oleh pemerintah, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Bank lndonesia.
Nah, apakah yang dimaksud dengan sistem pembayaran? Bagaimanakah peran Bank lndonesia dalam sistem pembayaran? Bagaimanakah mekanisme penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai oleh Bank lndonesia? Rasanya lebih menarik jika kamu mempelajari materi dalam bab berikut ini dengan rasa ingin tahu, tekun, pantang menyerah, dan gemar membaca harus ditekankan dalam kepribadianmu.
1. Sistem Pembayaran
Kita sering melakukan transaksi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Bagaimanakah cara kamu melakukan pembayaran terhadap transaksi yang kamu lakukan? Biasanya, sistem pembayaran yang kita lakukan terhadap transaksi kita sehari-hari cukup mudah dan sederhana, yakni dengan menyerahkan uang tunai dan kita menerima barang. Namun, sebenarnya sistem pembayaran memiliki definisi tertentu. Sebelum memahami pengertian sistem pembayaran, lebih baik kamu mengetahui arti tentang pembayaran.
Pembayaran adalah perpindahan nilai antara dua belah pihak (secara sederhana kita memakai istilah pembeli dan penjual), dimana secara bersamaan terjadi perpindahan barang dan jasa. Maka, proses pembayaran antara kedua belah pihak dalam kegiatan ekonomi digambarkan sebagai berikut.

IMG_20170526_003418

Dalam Pasal 1 UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. disebutkan pengertian sistem pembayaran adalah suatu sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme, yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Adapun pengertian umum mengenai sistem pembayaran adalah sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Dengan demikian, apabila kita berbicara mengenai sistem pembayaran berarti kita berbicara tentang alat pembayaran. prosedur perbankan sehubungan dengan pembayaran dan juga sistem transfer dana antarbank yang dipakai dalam proses pembayaran.
Bagaimanakah instrumen dalam sistem pembayaran?
Secara garis besar sistem pembayaran dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem pembayaran tunai dan sistem pembayaran nontunai. Perbedaan mendasar dari kedua jenis sistem pembayaran tersebut terletak pada instrumen yang digunakan. Pada sistem pembayaran tunai instrumen yang digunakan berupa uang kartal, yaitu uang dalam bentuk fisik uang kertas dan uang logam, sedangkan pada sistem pembayaran nontunai instrumen yang digunakan berupa alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, maupun uang elektronik.
a. Sistem Pembayaran Tunai Sistem pembayaran tunai sudah dilakukan sejak ditemukannya uang sebagai alat pembayaran tunai. Sistem pembayaran tunai biasanya terjadi di antara kedua belah pihak. baik individu, kelompok, lembaga, maupun negara. Sistem pembayaran tunai sudah sering terjadi setiap hari dalam kehidupan kita seharihari, seperti kamu membeli buku tulis di toko buku, ayahmu membeli keperluan kantor, dan ibumu membeli kebutuhan harian di pasar.

b.Sistem Pembayaran Nontunai Sistem pembayaran nontunai melibatkan lembaga perantara agar dana tersebut dapat benar-benar efektif berpindah dari pihak yang menyerahkan ke pihak penerima. jika kedua pihak yang terlibat merupakan nasabah pada bank yang sama, proses perpindahan dana lebih sederhana. Bank tersebut cukup melakukan proses pemindahbukuan dari rekening yang satu ke rekening lainnya. Namun,tidak demikian halnya jika kedua pihak merupakan nasabah bank pada bank yang berbeda. Untuk hal tersebut diperlukan suatu lembaga lain yang dikenal sebagai lembaga kliring yang mengakomodir transaksi antarbank tersebut.
Implikasi dari suatu transaksi pembayaran adalah adanya pihak yang harus membayar dan pihak penerima pembayaran. Dalam transaksi nontunai, pihak yang bertransaksi biasanya menggunakan jasa lembaga perantara seperti bank untuk melakukan pembayaran lewat mekanisme kliring antarbank dan menggunakan warkat bank seperti cek dan bilyet giro sebagai instrumen pembayaran nontunai.
Dalam transaksi seperti ini salah satu faktor penting dalam mekanisme operasional yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mekanisme settlement dilakukan. Settlement adalah proses terjadinya perpindahan nilai uang yang dilakukan dengan mendebit rekening pihak pembayar dan mengkredit rekening pihak penerima, Dengan dilakukannya settlement maka transaksi tersebut akan bersifat final dan irrevocable (tidak dapat dibatalkan).
Dalam sebuah sistem pastilah terdapat komponen atau unsur-unsur. Apa sajakah komponen-komponen yang ada dalam sistem pembayaran?
Komponen-komponen yang membangun sebuah sistem pembayaran terdiri atas sebagai berikut.
a. Regulator berwenang mengatur aturan main, ketentuan, dan kebijakan yang mengikat seluruh komponen sistem pembayaran.
b. Penyelenggara adalah lembaga yang memastikan penyelesaian akhir dari seluruh transaksi yang terjadi di penggunanya.
c. lnfrastrukur adalah sarana fisik yang mendukung operasional sistem pembayaran.
d. instrumen adalah alat pembayaran baik tunai maupun nontunai yang disepakati oleh para pengguna dalam melakukan transaksi.
e. Pengguna adalah konsumen yang memanfaatkan sistem pembayaran.
Saat ini terdapat kecenderungan penyelenggaraan sistem pembayaran secara elektronis. Keberadaan sistem ini tentunya memerlukan perangkat hukum yang mengatur bukti pembayaran elektronis dan file elektronis. jika tidak, maka penyelenggaraan sistem tersebut bisa menjadi kurang efektif.

Bagaimanakah ruang lingkup sistem pembayaran di Indonesia?
Saat ini sistem pembayaran di Indonesia diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan pihak di luar Bank Indonesia atau industri sistem pembayaran. Sistem Bl-RTGS (Bank lndonesia-Real Time Gross Settlement) Bl-SSSS (Bank lndonesia-Scripless Securities Settlement System), dan SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia) merupakan sistem pembayaran yang diselenggarakan oleh Bank lndonesia, sementara APMK (alat pembayaran menggunakan kartu), uang elektronik, dan kegiatan usaha pengiriman uang (KUPU) atau transfer dana diselenggarakan oleh industri sistem pembayaran, baik berupa bank maupun lembaga selain bank.
Sistem pembayaran yang berlaku di lndonesia tersebut, biasanya diklasifikasikan atas dua jenis, yaitu sistem pembayaran nilai besar (high value payment system) dan sistem pembayaran nilai kecil/ retail (retail payment system).

a. Sistem Pembayaran Nilai Besar (High Value Payment system) ,
Nilai besar, diselenggarakan oleh Bank lndonesia, yaitu terdiri atas Sistem Bl-RTGS, BI-SSSS, dan SKNBI.
1) Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS)
BIRTGS merupakan sistem transfer dana elektronik antarpeserta dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual.
2) Bank Indonesia Scripless Securities Settlement ( BI-SSSS)
BI-SSSS merupakan sarana transaksi dengan Bank Indonesia termasuk penatausahaannya dan penatausahaan surat berharga secara elektronik. Dalam kegiatan setelmen, Bl-SSSS terhubung langsung dengan Bl-RTGS secara seamless.

Sistem Pembayaran Nilai Kecil/Retail (Retail Payment system) Nilai kecil, berupa instrumen pembayaran elektronis, diselenggarakan oleh industri (bank dan nonbank). yaitu sebagai berikut.
1) Alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) terdiri atas kartu kredit, kartu . ATM / debit, kartu prabayar (prepaid), dan uang elektronik (e-money).
2) Kegiatan usaha pengiriman uang (KUPU), diselenggarakan oleh industri (bank dan nonbank).
3) Sistem Kliring Nasional Bankindonesia (SKNBI) SKN merupakan sistem kliring antarbank untuk alat pembayaran cek, bilyet giro, nota debet lainnya dan transfer kredit antarbank. Point 1 dan 2 diselenggarakan oleh industri sedangkan point 3 diselenggarakan oleh Bank lndonesia.
Penyelenggara sistem pembayaran nonbank saat ini terdiri atas institusi jasa keuangan, koperasi, dan institusi penyedia jasa telekomunikasi. Selain hal-hal di atas, masih terdapat instrumen pembayaran lain, yaitu e-wallet. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori e-waIIet adalah PayPal, Doku, Rakuten, dan Rekber. Kategori e-waIIet belum diatur oleh Bank Indonesia meskipun sudah banyak masyarakat yang menggunakan instrumen e-wallet. Ruang lingkup sistem pembayaran yang berlaku di indonesia tersebut, apabila digambarkan dalam bentuk bagan, akan tampak sebagai berikut.

IMG_20170526_003357

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.