Lukaku MembahagiakanMu - Way of Love

Ketika senja telah pergi bersama datangnya kegelapan maka suara jangkrik tak juga terlupakan.

Hari itu adalah pertama pertemuan sejak terakhir berjumpa beberapa tahun yang lalu, pertemuan yang memang sudah direncanakan sejak beberapa bulan mungkin 9 bulan lebih, karna sudah biasa chatingan sebelumnya. Dalam hati sudah bahagia karna sejak lama ingin berjumpa namun terbatas jarak, kami sama-sama menuntut ilmu ditempat yang jauh yaitu beda pulau.

Kami mengenal sebagai teman bukan 1 atau dua hari, dulu kami menempuh pendidikan SMA dikota yang sama meski tidak berteman dekat namun kami sudah saling tahu satu sama yang lain. Tak banyak kenangan semasa itu sampai ketika saya lupa persis akhir tahun 2019 kami kembali bertatap muka melaui group video call, saat itu teman yang memiliki pasangan sekampung dengan Y hingga menambahkan Y ke group vidcall. 

Tidak berapa lama kembali dalam ingatan kalau Y adalah wanita yang seksi, ditambah lagi ketika tertawa membuat diri merasa aneh menanggapinya bagaimana. Berinisiatif meminta kontak Y ke salah seorang adik tingkat yang juga sekampung dengan Y eh dia gapunya tapi diingatkanlah supaya ambil dari history panggilan sebelumnya,,, Ternyata saya gaptek.

Lanjut cerita langsung saja menghubunginya dan berjalan semestinya, orangnya asik, enerjik, ya kadang2 cemberut seperti ingin dimanja. Karena aku adalah orang yang tak bisa melihat raut wajah yang cemberut dan juga sedih hingga membuatku selalu berusaha supaya Y riang. Y hampir tidak percaya bahwa dalam chating berdua bisa membuat beberapa kata yang baginya itu seperti bukan diriku, namun aku berusaha meyakinkannya bagaimana aku yang sebenarnya.

Aku dengan Y saling cerita pengalaman pribadi khususnya banyak tentang kisah percintaan, karna aku memang sudah lama tak menjalin kasih dan juga masih trauma masa lalu yang membuat nyaman tanpa hubungan. Selalu berkata apa adanya kepada Y bagaimana kisah asmaraku, dalam ingatanku yang samar. Y memiliki kisah yang sama, hingga tak memiliki pasangan. Tentu ini membuatku bersemangat karna selain tubuhnya yang ideal dengan kriteriaku Y juga memiliki kebiasaan seperti orang kampung pada umumnya, karna aku tidak begitu menyukai wanita kebarat-baratan. 

Sampailah pada pertemuan pertama kami setelah sekian lama tidak pernah bertemu namun aku sudah lupa persis tanggalnya itu dibulan desember. Y sudah bercerita banyak tentangku kepada orang tuanya, jadi ketika kami berkumpul cukuplah bahasan mengenai siapa aku dan orang tuaku, kebetulan ayah Y adalah teman dari bapakku juga dan mereka saling mengenal. Pokoknya seru kalau mengingat masa-masa seperti itu.

Desember 2020 pada perayaan natal tentu kusempatkan untuk berkunjung, sekitar jam 3 sudah berada dikampung Y, ternyata mereka sedang berkunjung dirumah teman lama juga si Idah itu bahkan lebih dekat denganku sejak SMA namun kini dia sudah menikah. Giliran lah kami berkunjung kerumah Y, orang berdatangan dan juga disambut dengan beberapa gelas susu kampung dan air nikisari botol segar. Sore itu datang juga seorang teman yang percakapannya mengisyaratkan kalau mereka pernah berhubungan atau hanya sekedar dekat saja dengan Y.
Malamnya kami berkeliling ke rumah keluarga, paman, bibi dan kakek Y. Mereka mengenaliku dengan mudah karna aku dan saudara laki-lakiku yang sulung cukup mirip bahkan mereka mengira aku adalah dia.

Setelah perayaan itu tidak pernah lagi kami bertemu sampai perayaan tahun baru pun tiba, kami tidak berjanji untuk bertemu namun tentu aku memiliki inisiatif untuk berjumpa. Sekitar jam 7 sampai jam 10 aku berkumpul dengan rombongan keluarga besar kami dari pihak bapakku dan setelahnya aku pergi menuju kampung Y. Mereka terlihat merayakan malam tahun baru dengan makan bersama joget bersama, aku sudah melihat Y sedang duduk namun tak kuhampiri, Motorku berada ditempat yang agak gelap sengaja untuk melihat Y dari kejauhan. Tak berapa lama Y menyadari kehadiranku hingga dia menghampiri, dan mengajak tuk bergabung. Malam itu terasa menyenangkan sampai dipenghujung acara sekali lagi aku menanyakan kalau Y bersedia atau tidak menjadi kekasihku, sebelumnya pertanyaan ini sudah kutunggu sejak lama karena sudah kuungkapkan melalui daring dan kutunggu berbulan-bulan untuk menerima jawaban ketika bertemu. Persisnya Y ingin menjawab bila bertemu secara langsung dan itu penantian panjang buatku karna harus menunggu selama 1 tahun.

Dengan sedikit pelan Y menjawab Ya, namun aku tidak puas dengan jawaban itu. Sekali lagi maukah Y menjadi kekasihku, sekali lagi juga Y menjawab Ya mau jadi kekasihmu. Akhirnya apa yang kutunggu tidak sia-sia kerinduan panjang terbalaskan bahagia, kini rasa sudah menjadi gula. itu terjadi saat jalan pulang ke rumahnya karena motorku sebelumnya sudah diparkir disana. Malam itu juga menjadi malam dengan ciuman pertamaku dengan Y tepat didepan rumahnya sebelum berpisah untuk pulang.

Sejak saat itu bulan pertama dilalui dengan biasa saja, tidak pernah berkunjung ke rumahnya, ya sering terjadi percakapan yang tak asik karna Y badmood dan aku selalu mengalah dan belajar bagaimana menanggapi perasaan seorang wanita. Kuutarakan kebiasaanku sambil belajar mengubah apa yang tidak disukainya. 

Sampai ketika Y sudah harus wisuda karna meski mereka lulus setelahku namun perayaannya lebih dulu karna perayaan wisuda kami tertunda karna covid. Biasa saja dia pergi dengan saudara wanitanya dijalan masih betukar kabar, sampai pelaksanaan wisuda selesai nampak foto-foto di story, facebook dll. Ada satu foto yang kuberi komentar yaitu foto dengan seorang pria, dia menjawab itu hanya teman. Yasudahlah hanya seorang teman pikirku. Melihat karangan bunga tanpa kucuriga siapa yang memberinya. 

Semua biasa saja sampai kembali pulang, beberapa waktu lagi ijazahnya keluar dan tentu harus pergi untuk menjemput ijazah. Y pergi dan ketika malamnya dia sampai di Lamandau kalau tidak salah ingatku dan Y menghubungiku via Vidcall, kami berbincang sebentar lalu aku berkata aku mau ke AU dan Y berkata hanya Oke. Tanpa aku menyadari perasaannya lelah dan ingin bercerita melepas kelelahan dan rindu akan diriku. Aku pergi dengan egoku untuk bermain billiard karna sudah janjian dengan teman semula siang, Ketidak mampuanku mengerti perasaan seorang wanita membuat Y kesal sampai memblokir akun WA ku. Tanpa banyak berpikir kukira paket habis, tak mau diganggu, sibuk, dsbg tanpa tahu dia kesal kepadaku. Hampir seminggu mulai kukorek info mengenainya kepada sepupunya kapan pulang, ternyata besok katanya oke sudah lega dalam hati, namun ternyata tak jadi pulang dan lusa baru benar-benar pulang.

Sesampainya dirumah Y masih marah dan kesal kepadaku, sepupunya vidcall denganku menunjukkan bagaimana kekesalan Y. Aku pikir sebelumnya itu sengaja dilakukan karna sebentar lagi Y genap berumur 25 tahun dan itu adalah prank itu pikiranku sejak aku diblok. 
Kurencanakanlah perayaan sejak kepergiannya menyiapkan kado, namun nyatanya Y benar-benar marah kepadaku. Kusiapkan kejutan juga kue ulang tahun yang diambil langsung oleh sepupunya. 
Sebelum perayaan ulang tahun blokir WA ku sudah dibuka dan kami sudah bertukar informasi meski Y masih uring-uringan.
Sampai perayaan ulang tahunya ternyata mereka juga melakukan sukuran terhadap usia ke 25 dan juga kelulusannya. Aku ada disana menyaksikan kata-kata ucapan dari keluarga dan juga Y langsung dengan tersedu-sedu.
Keluarga juga sudah menyinggung untuk memiliki pendamping tanpa mereka tahu kalau aku disana sebagai pasangan sementara ini.

Jujur aku tidak pernah melakukan hal seperti ini, memberikan kue ulang tahun didepan keluarga dan juga didepan wanita yang benar-benar kusuka, Y masih tidak merasa nyaman dengan kehadiran diriku. Aku tahu itu dari gerak tubuhnya dan juga perkataannya. 

Setelah beberapa hari kami mulai akrab lagi mulai mesra lagi, beberapa kali bertemu dan menceritakan secara langsung bagaimana perasaan dan juga sifat masing-masing. Aku mulai banyak berubah, menjadi lebih care, berusaha memahaminya. Oh iya terlupa tanggal ulang tahun kami terpaut 7 hari saja dan beda tahun, umurku lebih muda 1 tahun 7 hari darinya.

Sampai ketika pertemuan yang mungkin akan menjadi yang terakhir kami bisa bergurau tertawa, tanpa kuketahui itu pilihannya.
Malam itu tanggal 30 april tepat malam sabtu Y mengajakku bertemu, semulanya ingin berdua namun ibunya tak mengijinkan sehingga pergilah Y dengan sepupunya. Kami berkumpul disuatu tempat, aku sangat menikmati itu karna tanpa kusadari hubungan yang kukira baik-baik saja ini ternyata ada satu masalah yang sangat besar. 
Aku adalah orang ketiga dalam hubungan dan itu tanpa kuketahui menjadi orang ketiga, untung saja tak diketahui kekasihnya. Kalau tidak bagaimana nanti hubungan yang mereka jalin bertahun-tahun hancur hanya karna seorang pengacau yang tak tau datang dari antah berantah.

Pesan terakhir sebelum kepergiannya kuanggap biasa saja karna tanpa mengetahui keadaan sebenarnya. Terima kasih telah hadir dihidupku meski menyisakan kenangan indah dan pahit. Doaku bersamamu dan pilihan hatimu, aku tahu diriku datang diwaktu yang tidak tepat. Bahagiamu bahagiaku juga. 

Tino
Mei 4, 2021

Comments

Popular posts from this blog

SP Walet Nusantara - Suara Panggil Walet | Privacy & Policy

Suara Inap Walet Berkualitas - Suara Walet | Privacy & Policy

SBWK - Suara Burung Walet Kalimantan | Privacy & Policy