Tumbuh Bersemi dan Mati - Way of Love #1

Ini kisah tentang diriku, kisah dimana aku menjadi bagian utama dalam cerita ini, Penulisannya tidak berdasarkan aturan yang benar hanya untuk dimengerti dan sebagai luapan emosi. Seringkali patah hati tak kuat berdiam diri, inilah kisah diri sendiri tanpa sajak tanpa rarik.

Semasa sekolah dasar tak banyak yang dapat dikisahkan, hanya kegiatan sebagaimana mestinya dengan anak seumuran diriku. Aku hanya bermain dan juga mengumpulkan berbagai barang yang menurutku menarik yaitu rongsokan mainan,tape,atau alat elektronik yang rusak wajar saja semasa kecilku masih belum begitu familiar dengan barang tersebut. 

Ya aku Tino dibesarkan dari 3 bersaudara dan diriku adalah yang paling kecil, aku memiliki saudara sulung laki-laki dan kakak perempun. Aku dan kakak perempuanku terpaut usia 2 tahun, kakakku dilahirkan pada tahun 1995. Aku pernah mendengar cerita bahwa saat aku dalam kandungan ada rencana dari ibuku untuk menghilangkanku, setelah tau hal tersebut aku pernah sedih dan tak begitu perduli jika aku tak ada dirumah atau bisa dibilang tak ingin diperhatikan dan sebagainya. Nyatanya meski pernah berencana meniadakanku tapi orang tua tetap menyayangi anaknya.

Kini usiaku sudah 24 Tahun lebih 23 Hari, tepat beberapa hari yang lalu aku baru saja mengalami lagi kegagalan dalam membina hubungan percintaan. 2 Kali sudah selama 24 tahun umurku merasakan kekecewaan dalam membangun hubungan percintaan.

Semasa SMP (Sekolah Menengah Pertama) aku tak begitu banyak melakukan kegiatan percintaan layaknya teman sebayaku yang memang sudah mulai memasuki masa-masa riang gembira dengan seorang wanita, aku bukan tipe aktif dalam berpacaran. Cukup melalui chating an saja, kala itu masih menggunakan nokia 1202 yang bahasanya kalau antara kami tentu tidak menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam melakukan chating. (21454ny4) ini artinya biasanya, itu seingatku.

Waktu itu ketika kelas 2 SMP aku pernah menyukai seorang wanita yang berbeda kelas dengan kami, kebetulan angkatan kami waktu itu dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas A dan B. Nah kami berada dikelas B sementara dia dikelas A, tinggalnya dipondok karena sekolah kami sekolah pesantren dan kami sebagai masyarakat daerah meski berbeda agama masih bisa bersekolah disana.

Mulanya aku menyukainya karna teman seangkatanku memiliki pacar anak pondok juga kebetulan mereka ini aktif berkirim curhatan melalui aku dalam bentuk binder, alhasil entah bagaimana ceritanya ada wanita yang meminta fotoku, Duar dia cantik kemayu, lemah lembut. Oke-oke akhirnya berfoto lah menggunakan kamera handphone yang jaman itu baru ada merk Nokia dipasaran sekitar kami yang booming dan itu belum semua orang memiliki HP yang berkamera. Cetak fotonya dimedia milik guru kami sendiri wkwkkwk tapi tetap bayar ya, waktu itu 5000/lembar ukurannya lupa yang jelas cukup besar tapi masih bisa diselip dalam buku.

Karena aku bukan tipe aktif jadi diantara kami cukup rasa sukaku saja tanpa tau perasaannya, setelah itu tidak berapa lama dia sudah berpacaran dengan sepupuku sekaligus temanku seangkatan juga. Apa hendak dikata memang sifatku masih kekanak-kanakan tanpa berpikir masalah pacaran.

Ketika dia masih berpacaran dengan sepupuku, aku mulai tertarik lagi dengan wanita lain yang sekelas dengannya, kuberi kejutan kepadanya kubelikan sebuah jam weaker dan kalung berlambang love dihari ulang tahunnya. 
Itu adalah usaha pertamaku mendapatkan hati seorang wanita, tidak kusangka-sangka itu juga menjadi penolakan pertama yang kudapatkan. Tak sedih saat itu ada seorang temannya yang meminta jam tersebut dan tanpa pikir panjang langsung ku iyakan permintaan tersebut, daripada dibuang menjadi barang tak berguna.

Eh aku capek nanti ya baru dilanjut dibagian kedua dari kisah ini 🙏

Comments

Popular posts from this blog

SP Walet Nusantara - Suara Panggil Walet | Privacy & Policy

Suara Inap Walet Berkualitas - Suara Walet | Privacy & Policy

Janji Penantian dan Luka