Tumbuh Bersemi dan Mati - Way of Love #2

Nglepas telo nyekel bara

Percobaan pertama langsung gagal, itu menjadi pembelajaran bagaimana rasanya kecewa. Kuketahui penolakan itu ketika sepasang kekasih bertemu ya mereka yang kuceritakan sering bertukar pesan melalui binder itu. Saat itu kami berkumpul dirumah temannya kekasih sahabatku, lalu diceritakanlah bagaimana sifatnya wanita yang kuinginkan hatinya. Ya, aku sadar bagaimana posisiku. Dia membandingkan apa yang dimilikinya dan yang kuberikan, cukup sakit semasa itu tapi tak ada apa-apanya jika dibanding saat ini (May 5,2021). 

Sampai lulus SMP tidak ada hubungan yang istimewa dalam keseharianku selain sesuatu yang membuatku malu dan juga cukup terkenal. Saat itu kami sudah berada dikelas 3, sebelumnya tak pernah aku pergi dengan wanita saat malam hari, Saat itu aku lupa bagaimana kejadiannya kami bisa bertemu dan pergi. Namun dalam insting seorang lelaki yang sudah mulai masa puber tentu akan berusaha menggiring ke arah yang sensitif. Malam itu kami bertemu tidak berapa lama, tanpa kusadari keesokan harinya disekolah beberapa teman mengejekku dan hampir saja diketahui kepala sekolah saat itu yang kebetulan sedang mengajar kelas kami, itupun dikompori oleh kawan-kawan....!
Aku menjadi cukup terkenal bahkan informasinya sampai kekota 🤣🤣🤣 sekalinya sudah berada dirumah dan berkaca. Ternyata oh ternyata ada bekas gigitan rangrang tadi malam.

Kenangan terbaik yang kudapat saat itu, sekarang hal itu menjadi sesuatu yang menggelikan untukku. Semasa SMP memang menyenangkan namun aku tidak berada didalam circle yang benar-benar dark, sehingga tidak bisa dibandingan dengan mereka yang lebih dariku atau yang tak sampai seperti aku.

Selepas SMP aku tak begitu pusing dengan harus memilih sekolah mana yang ingin kutuju, pada dasarnya yang penting bersekolah itu sudah cukup bagiku (dalam pikiranku), namun aku tertarik dengan 2 jurusan yaitu TKJ(Teknik keamanan jaringan) dan juga Otomotif. Keduanya berada dikota tepatnya dikabupaten, Setelah mengecek pendaftar yang sudah memasukkan nilai aku merasa tidak mungkin bisa berada diantara kedua jurusan tersebut. Sembari pulang ternyata ada baliho penerimaan siswa baru disalah satu SMK swasta, setelah kuputuskan niatku maka masuklah di smk tersebut dengan jurus RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), tanpa tahu hal tersebut apa.

Ketika sudah menjadi siswa ternyata sekolah kami bergabung dengan SMA yang tentu menjadi semakin seru, disitulah mulai berkenalan dengan teman-teman sampai ada seorang kakak kelas di SMA yang membuatku tertarik, tidak begitu cantik namun cukup asik diajak ngobrol dan dia chinese. Mula berkenalan sampai dekat dan juga membeli nomor handphone yang beda cuman belakangnya aja, kami berhubungan tanpa masalah meski hanya sebatas chating dan juga bertemu disekolah, karna aku adalah orang yang mager an.

Chating,telponan terkadang bisa 2 - 3 jam hahaha gatau itu ngobrolin apa gajelas dah.
Sampai hampir ujian kenaikan kelas, muncul lah alibi yang mana ingin fokus ujian agar bisa naik kelas, itu awal perpisahan kami setelah bersama selama 6 bulan dan itu adalah rekor pertamaku berpacaran dan jelas orangnya ada. 

Memasuki kelas 2 mulailah chating dengan beberapa wanita salah satunya adik temanku yang baru saja menjadi siswa baru di yayasan sebelah hihi Dia cantik bodynya oke sebut saja dia Y.
Y tidak memiliki rasa kepadaku, namun kegigihan pantang mundur akhirnya bisa juga jadi selingkuhannya tanpa kuketahui wkwkwk
Karena kuberpikir positif tanpa a i u e o, maka jalani saja seperti akulah yang utama tanpa kuketahui, saat itu aku masih menggunakan sepeda untuk bersekolah dan kebetulan dia sering beribadah maka akupun juga ikut hihihi

Karena saat itu aku cukup excited dengannya makanya cukup banyak yang kukorbankan, perasaan, usaha, perubahan dan lain-lain. Beberapa kali terjadi masalah juga seperti yang masih kuingat jelas saat itu aku main ke kost an nya dan kami biasa ngobrol lama didepan kost. Ketika itu temannya si R berbalik arah dengan pakaian yang seksi tanpa sengaja aku refleks ingin menampar bagian belakangnya dan itu dilihat oleh Y, disitu terjadi perang beberapa minggu sampai akhirnya Y luluh juga dengan waktu. 

Beberapa kali putus nyambung dengan Y, dan itu sering terjadi karena berhubungan dengan teman wanitanya, dan akhirnya kami putus lagi. Hingga aku memikiki pacar baru C, berjalan beberapa bulan terjadi masalah yang sama yaitu kesalah pahaman. Aku mengantar I pulang namun I tidak mengaku bahwa aku mengantarnya pulang, dan itu dilihat langsung oleh C namun itu ditempat gelap jadi tak mengenali siapa yang kuantar. Akhirnya aku dan C juga bubar. 

Tak habis perjuangan berhubungan dengan wanita, ternyata masih banyak yang menarik didunia ini, sampai aku berkenalan dengan W dan berusaha mendekatinya berusaha mengikuti apa maunya, tak sampai aku menembaknya terjadilah komunikasi 4 arah, aku, Y, C, dan W. Menurut informasi Y mengetahui kalau W hanya memanfaatkan lalu C yang sudah mendapatkan informasi yang benar meminta untuk balik sementara aku dan W sudah mulai dekat. Disinilah salah satu keputusan besar kuambil saat itu.

Y sudah kukenal sifatnya dan belakangan mulai berubah, C tentu dia tak punya salah apa-apa kepadaku dan juga cerita buruk tentang kami, dan W belum begitu oke karena terlalu dingin terhadapku, meski aku selalu ada untuknya (setidaknya dalam pikiranku, tak tau apa yang dia rasa).
Kupilihlah untuk kembali bersama Y, dan 1 hal yang benar-benar membuatku menyayangi Y adalah ketika kami pergi ke teluk melano dimana aku berboncengan dengan Y dan R berboncengan dengan kekasihnya Y (cwo).
Disana Y berbaring dipangkuanku sambil tertidur, kutatap wajahnya kuelus rambutnya namun berusaha tak mengganggu tidurnya. Semakin kumelihat wajahnya semakin bersemi rasa dalam hatiku, kuputuskan untuk mencium keningnya. 
Saat itu kami berada dirumah bibi dari R, aku tak tau persis kami berkunjung kesana untuk apa, seingatku hanya ya melepas rindu dengan orang tua saja. 

Hubungan kami kali ini cukup langgeng, kalau permasalahan kecil mah sudah biasa terjadi lah, Hubungan kami pun sampai masuk saat perkuliahan, Aku yang setingkat diatasnya sudah pergi berkuliah di jakarta dan Y masih dikabupaten kota. 
Ketikaku pulang tidak lupa untuk berkunjung kerumah mereka, aku cukup akrab ngobrol dengan orang tuanya, kebetulan kampung kami sangat dekat sekali. 
Sampai ketika Y ingin masuk perguruan tinggi dan sudah mendaftar disalah satu perguruan tinggi di jawa tengah dan aku merasa akan sulit nanti untuk berkomunikasi dan menahan rindunya LDR. Y sebenarnya ingin juga berkuliah dikampus yang sama denganku, namun pendaftaran sudah terlalu mepet jadi kuputuskan untuk membiarkannya berkuliah di jawa tengah. 

Beberapa bulan berjalan semua baik-baik saja, ini yang kutahu karena aku memang orangnya lempeng sekali tanpa ingin tahu dia melakukan apa diluar sana dengan teman-temannya. Sampai ketika dia merasa bosan denganku dan akhirnya kami break sesuai keputusan bersama, ketika itu beberapa bulan lagi Y tidak tahan dengan breaknya hubungan kami dan harus memutuskan bagaimana selanjutnya. Disitulah aku memutuskan untuk lanjut lagi dengannya, aku tak pernah pergi menemuinya begitupun Y karena jarak yang cukup jauh sampai ketika kami sama-sama libur untuk pulang kampung.

Persis 2 hari sebelum natal aku baru ada di kampung dan pada 25 desember kami memutuskan untuk pergi berwisata. Y memberi tahu beberapa pacarnya dulu yang kami temui dijalan, dan aku merasa biasa saja dalam hatiku "saat ini aku yang bersamamu mereka siapa" itulah pikirku. 
Pulah dengan basah kuyup tertimpa hujan motor mulai ngadat setelah berhenti neduh, untunglah kami masih bisa sampai rumah dengan selamat. Dirumah tentu kami disambut kedua orang tuanya yang biasa menemani ngobrol dulu, ayahnya kalau dalam percakapan selalu bilang begini dalam menyebutkan dirinya misal "bapak minum susu kamu sih tidak" kebetulan aku biasa cuman minum air putih hihi.

Aku merasa cukup dekat dengan orang tuanya, tanpa kusadari bagaimana perasaan anaknya yang sesungguhnya. Saat itu aku sudah berjanji memberinya sebuah kado ulang tahun beberapa bulan yang lalu namun selalu sulit untuk menemuinya, banyak sekali alasannya meski kampung kami begitu dekat. Sampai suatu malam aku sepulang dari mengantar sepupuku mengikuti ibadah perayaan natal, aku berjanji untuk bertemu Y dan kami bertemu di persimpangan jalan disinilah aku membuat kesalah yang cukup besar dalam hidupku dan membuatku sadar bagaimana aku harus belajar mengontrol emosiku. 

Tanpa nada tinggi aku berkata "Masa bertemu pun sulit sekali untuk memberikan kado ini" disaat itulah Y merasa tidak lagi nyaman denganku dan dia memberikan lagi pemberianku lalu pulang, akupun menuju pulang. Namun setengah jalan aku menyadari kesalahanku dan menyusulnya, kutelfon, kuketuk rumahnya dan kutanya denga orang tuanya bahwa Y belum ada pulang. Kucoba hubungi namun nomornya tidak aktif, dan ternyata aku dikirimi sms bahwa dia sudah tidak mau lagi denganku.

Beberapa hari kemudian ketika aku sedang disebuah warung yang biasa menjadi tongkrongan kami ternyata ada 1 orang lelaki yang duduk didepan dan tak berapa lama Y datang menemuinya. Akhirnya aku tau selama ini yang membuat hubungan tak begitu baik, dengan degup jantung yang tinggi kuhampiri mereka dan kuucapkan selamat hari natal kepada sang pria. Sebagai info pria ini pernah mengirim sms untuk menyuruhku mundur padahal mereka baru lagi bertemu saat kuliah, kebetulan dia adalah pacarnya Y waktu SMP.

Mulai masuk semester 4 aku hancur dalam kegiatan perkuliahan bangun siang tidur subuh, mana harus kuliah jam 7:30 pagi kadang ku skip saja dan hasilnya mata kuliah statistiku jadi ngulang hihi meski itu harusnnya mata kuliah semester 6.

Kujalani perkuliahanku sembari kuselingi dengan kegiatan luar seperti game, billiard dan tidur. 
Oh iya masa ini aku masih rajin menulis di blog namun datanya sudah hilang semua karna hosting yang kusewa habis kontrak dan tak terback up dengan baik. 

1 buah Handphone tulalit jadi korban saat itu menjadi amukanku ketika mengetahui semuanya dari Y secara langsung. Banyak hal yang disembunyikannya dariku, namun kini itu sudah jadi misteri dan hubungan mereka berlanjut kejenjang lebih tinggi sementara aku masih seperti ini. Acara pernikahan mereka kuhadiri dengan pelukan terakhir untuknya dan juga salam bagi kedua orang tuanya. Kini mereka sudah memiliki penerus semoga saja menjadi anak yang berbakti kelak.

Tak semuanya yang kau inginkan harus menjadi milikmu, apa yang kau miliki tak juga tentu bersamamu.

Ikhlasku tangisku lirihku sudah pergi bersama kebahagiaan, kini diriku hanya selembar kertas basah tak tau bagaimana membacanya. Kalian dan aku atau tuhanku dan semesta yang tahu?  Siapa yang tahu!

Tino
May 5, 2021

Comments

Popular posts from this blog

SP Walet Nusantara - Suara Panggil Walet | Privacy & Policy

Suara Inap Walet Berkualitas - Suara Walet | Privacy & Policy

SBWK - Suara Burung Walet Kalimantan | Privacy & Policy