Tumbuh Bersemi dan Mati | Way of Love #3

Setelah jalan panjang menikmati luka yang membekas dan tak kunjung pulih, perlahan muncul tunas-tunas yang mekar dan siap tuk dibina.
Meski memang rasa belum tumbuh namun tetap jalani sebuah hubungan baru, saat itu ada acara pernikahan sepupu dan kebetulan saat itu ada wanita yang cukup molek, mulailan berkenalan dan malam itu juga bercerita beberapa hal, yang menarik dan sedikit dalam karna ternyata dia sudah pernah menikah sebelumnya. 

Setelah ngobrol-ngobrol ya kita jadi akrab, dan besoknya dia minta antar pulang. Berjalan beberapa lama hubungan itu saling chat, telpon juga, karna saat itu aku masih menempuh pendidikan diluar kota. Seiring berjalannya waktu ya orang-orang dikampung mulai ada bahan obrolan tentang hubungan kami, setelah beberapa lama akhirnya dengan ketidak mampuanku untuk bertahan dan memang belum tumbuh rasa karena luka yang belum sembuh akhirnya kami akhiri hubungan itu, ya aku tahu dia akan merasa sangat sakit, namun nyatanya akupun menyesali keputusanku itu. Dia adalah seorang yang baik, pekerja keras, dan tangguh. Terakhir aku menegurnya saat ada acara adat kebetulan dia datang dengan suaminya. Ya kini dia sudah menikah sementara aku masih ditempat yang sama tanpa tujuan.

Setelah itu aku tak ada berhubungan dengan wanita sampai semester 8 atau 9 aku lupa persisnya, hubungan disini yang kumaksud adalah PDK. Akhir hubungan kami itu seingatku disemester 7 awal dan hubungan kami berlangsung kurang lebih 8 bulan saja.
Nah saat itu aku tersambung dalam panggilan Video Call Whatsapp yang dimana itu ada teman yang sedang menghubungi pacarnya dan juga teman pacarnya, jadilah disitu aku suka dengan teman pacarnya yang kebetulan sudah kenal sih namun tidak akrab.

Lanjut cerita akhirnya kontaknya kuambil dari history panggilan itu dan mulai chatting, didalam chat kami aku mulai merayu dan menanyakan hubungan pribadinya, sampai akhirnya kuingin dia jadi pacarku saat itu namun, dia hanya mau menjawab pertanyaan itu ketika tatap muka langsung. Karena dia seperti masih memberi harapan kepadaku akhirnya kutunggu lah sampai pertemuan itu, ya cukup lama sih baru bisa bertemu, itu kurang lebih 1 tahun untuk menunggu sebuah jawaban. 

Pada akhir tahun 2020 kami sama-sama ada dikampung dan bisa bertemu, dan tentu tujuanku adalah menanyakan jawaban dari pertanyaanku sebelumnya, dan betul akhirnya pada malam tahun baru 2021 jawaban itu kudapatkan. 
Sebenarnya sembari menunggu jawaban itu selama satu tahun, ada beberapa wanita yang sudah dekat denganku, namun karna janji dalam hati dan juga memang sepertinya dia sangat cocok untukku akhirnya aku tak menggubris yang lain selama jawaban itu belum kudapatkan.
Sambil menyambut awal yang baru ditahun yang baru, akupun akhirnya memiliki pacar baru dengan rasa yang benar-benar bisa kurasakan bahwa saat itu seperti jiwa yang hidup kembali.

Masuk januari, februari, hubungan kami baik-baik saja, sembari aku belajar mengerti dan memperlakukan wanita. Maret seingatku Dia pergi untuk mengambil ijazah dan saat inilah awal semuanya berubah. Dimulai dari kekuranganku untuk memahami wanita sampai akhirnya aku diblok dan dalam pikiranku itu biasa saja atau prank karena sebentar lagi dia akan ulang tahun. Namun nyatanya Dia benar-benar dalam keadaan marah kepadaku, akhirnya setelah aku tahu apa kesalahanku, kucoba untuk memperbaiki itu ketika Dia berulang Tahun. Datang dengan keacara syukuran kelulusan sekaligus ulang tahunnya sembari membawa kejutan, memang sih saat itu aku melihat bahwa Dia masih tidak nyaman kepadaku. Namun itu berubah beberapa hari kemudian dan kami mulai dekat, bertemu beberapa kali dalam 2 minggu setelah ulang tahun itu, mulai bercerita tanpa ada yang ditutupi, itu dalam perasaanku. Namun nyatanya dibelakang itu semua ada hal yang tak kuketahui 😭, kami akrab dan nyaman.

Sampai akhirnya aku diajak bertemu itu malam sabtu seingatku diakhir bulan april, dibulan kelahiran kami berdua. Awalnya ingin bertemu berdua saja, namun orang tuanya tak mengijinkan akhirnya Dia membawa sepupunya dan kami nongkrong, tanpa ada pembahasan serius, cuma senda gurau. 

Kami pun pulang tanpa ada rasa curigaku, keesokan harinya ketikaku pergi dan saat ditengah jalan ternyata ada chat masuk dari Ma Girl, dengan cukup panjang dia menjelaskan bahwa kita harus berpisah, karna aku tak tahu alasannya berpisah kupikir memang biasa saja seperti bosan mungkin. Aku cukup tenang, tak berpikir aneh atau sebagainya, setelah 1 hari ternyata aku akhirnya tahu alasannya pergi. Ternyata selama ini aku hanyalah orang ketiga diantara mereka, dan itu membuatku merasa kecewa. 
Sampai cerita ini ditulis rasanya masih ingin bersamanya, namun apa hendak dikata beberapa hari lagi mereka akan bertunangan dan aku belum siap untuk menghadiri pertunangan mereka meski sebenarnya sangat ingin sekali aku pergi.

Saat ini aku dikota ketapang untuk menghibur diri dan juga supaya ada kegiatan agar tak mudah ingat kenangan yang lalu.

Comments

Popular posts from this blog

SP Walet Nusantara - Suara Panggil Walet | Privacy & Policy

Suara Inap Walet Berkualitas - Suara Walet | Privacy & Policy

SBWK - Suara Burung Walet Kalimantan | Privacy & Policy