Pengalaman bekerja sebagai IT Support di Perusahan Multinasional - Tata Consultancy Services at Cargill Palm Oil

Cargill merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dibanyak bidang pangan, salah satunya adalah Minyak kelapa sawit yang berpusat di dua pulau besar yang ada di indonesia yaitu pulau sumatra dan kalimantan. Sebagai daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit yang sangat luas kedua pulau ini memiliki pendapatan daerah yang cukup besar dari perkebunan kelapa sawit. Namun sebagai konsekuensinya yaitu terjadi deforestasi besar-besaran pada kedua pulau ini.

Sebagai pengantar cerita untuk dapat saya lanjutkan menuju inti dari masalah yang akan saya bagikan kepada kawan-kawan yang mungkin membutuhkan referensi untuk masuk kedalam sebuah perusahaan baru atau mungkin ingin bekerja di perusahaan yang sama.

Saya adalah lulusan salah satu perguruan tinggi yang ada di jakarta tepatnya di jakarta utara, sebut saja Universitas Bunda Mulia. Setelah dinyatakan lulus karena pada waktu itu dimasa pandemi, kami belum menerima ijazah sehingga saya memutuskan untuk tidak melamar pekerjaan terlebih dahulu dan ingin juga menikmati waktu santay dikampung halaman untuk sementara waktu. 

Akhir tahun 2021 ijazah sudah ditangan namun memang ingin mulai bekerja saya putuskan ditahun berikutnya yaitu tahun ini (2022), dalam mempersiapkan berbagai perlengkapan untuk melamar bekerja saya sudah mengincar salah satu perusahaan besar juga yang bergerak dibidang pengolahan hasil pertambangan yaitu PT.WHW AR(Well Harvest Winning Alumina Refinery) yang berjarak kurang lebih 100Km dari kampung halaman. Namun dalam perjalanan ternyata Tata Consultancy Services mengalami kekurangan orang untuk bekerja di perusahaan client mereka yaitu Cargill Palm yang berlokasi diseputaran kampungku. Ternyata salah satu anggota mereka resign dari pekerjaan ini, akhirnya karena saya mendapatkan info dari saudari perempuanku yang bekerja juga di yayasan pembelajaran di Cargill. Saya memasukkan CV (Curiculum Vitae) melalui kolega saudariku yang juga bekerja sebagai IT Support di Cargill Palm Oil. 

Singkat cerita mereka membutuhkan beberapa persyaratan tambahan seperti MCU (Medical Check Up), dan lain-lain. Pada saat saya melakukan MCU dikabupaten Kota ternyata saat itu pula mereka melakukan wawancara virtual, akhirnya saya dan tim Penerimaan bercakap-cakap via telepon. Sebagai fresh graduate tentu adrenalin meninggi, belum memiliki pengalaman wawancara kerja. Ternyata saat wawancara pertanyaannya tidak membuat saya terkejut karena hal-hal yang ditanyakan sudah biasa saya lakukan saat masih jadi mahasiswa dulu, seperti Crimping kabel, troubleshooting jaringan, social comunication, teamwork, bekerja dalam tekanan. 

Saya pikir pewawancara saya itu adalah HR (Human Resource) ternyata mereka adalah anggota IT Support di lokasi dimana saya akan bekerja dan juga Manager IT Support Tata Consultancy Services di Indonesia. Setelah berbincang mengenai kemampuan dasar dalam praktek lapangan mereka juga mengajak saya berbicara bahasa inggris, bahasa inggris dibutuhkan sedikit untuk bisa berkomunikasi dengan tim diluar negri karena setiap 2 minggu akan ada meeting global. Meeting ini sebenarnya tipis-tipis lah membahas major accident atau kadang sekedar ngobrol-ngobrol.

Hari pertama bekerja adalah selalu sesuatu yang sangat sulit dilakukan, perlu mengenal orang baru belajar memahami sistem yang berlaku, disuruh-suruh, pokoknya akan terasa sangat berat. Hari pertama saya rasa sangat capek. Mulai berjalan waktu ternyata pekerjaan yang kami lakukan perlahan menjadi rutinitas hari-hari yang tidak terlalu membuat capek, hanya saja yang membuat kita kesal adalah selalu memanggil tanpa mau bergerak padahal harusnya hanya perlu bergeser sedikit. Begitulah suasana yang membuat kita kesal didunia kerja. 

Pekerjaan yang biasa kami lakukan ya memastikan user bisa ngeprint, jaringan internet tetap ada, server pengolahan data perkebun berjalan semestinya, dan memastikan komputer user baik-baik saja. Saya pikir sebelum bekerja, jika menjadi IT Support itu kita akan kerjakan konfigurasi server, konfig jaringan, eh taunya kita memastikan perangkat selalu terjaga saja. Didalam perusahaan multinasional mereka memberikan pekerjaan kepada ahlinya, Jaringan ya ada team network, trus untuk urusan panjat radio tentu ada team khususnya karena beresiko tinggi dan untuk manjat itu banyak sekali aturannya.

Rule pekerjaan kami seharusnya adalah User membuat tiket lalu kami ambil tiket tersebut untuk dikerjakan, namun seringkali kami berkomunikasi dahulu dengan user setelah selesai barulah kami membuat tiket pekerjaan yang kami lakukan. Tiket inilah yang menjadi laporan pekerjaan kami, jadi sebuah tiket sangatlah penting, meskipun sebenarnya kalau ingin dibuat-buat ya bisa juga.

Lalu apa yang dapat saya pelajari didalam pekerjaan ini?

Dalam perusahaan yang sudah terstruktur seperti Cargill kita hanya perlu menyesuaikan diri dengan sistem yang sudah ada, akan sangat berbeda dengan perusahaan yang penting adalah laporan selesai. Bahkan hanya mengandalkan program excel, tidak salah memang hanya saja jika skala perusahaan multinasional mereka sangat mementingkan sisi keamanan, seperti yang ada didalam jaringan Cargill contohnya. Imaging OS(Operating System) Cargill sangat dibatasi sekali dengan disematkannya antivirus untuk memblok akses luar misal USB, bahkan update terbaru membaca sebuah printer sebagai USB dan diblock oleh antivirus tsb. 

Salah satu alasan mengapa user di Cargill sangat disiplin terhadap penggunaan komputer ya siap-siap dikenakan SP bahkan Pemecatan jika pelanggarannya merugikan perusahaan. 

Begitulah kira-kira gambaran bekerja di perusahaan multinasional Cargill Palm Oil Kalimantan location.


Comments

Popular posts from this blog

Suara Inap Walet Berkualitas - Suara Walet | Privacy & Policy

Ikhlaskan kau pergi - #Y2021

Antah berantah