Posts

Kita awali bersama Ku akhiri Sendiri - Sebuah Perjalanan

Image
Pantang pulang sebelum Tampan, itu kata-kata disebuah barber shop dikota ketapang. Sebuah pernyataan memaksa dan tak mengikat, namun sebuah sugesti sebuah kesiapan untuk mengakhiri sesuatu secara elegan.  Saat ini kumerasa tak tampan tapi aku harus pulang, keadaan memaksa dari sebuah perjalanan. Perjalanan yang dimulai bersama namun akhirnya diakhiri sendiri, perjalanan yang membuat putus asa tetapi terpaksa tuk dinikmati.  Sebuah pekerjaan yang dimulai dan harus diselesaikan tanpa motivasi lagi, awalnya adalah harapan kini tinggal kehampaan.  #Y2021 Bahagialah dengan pilihanmu sementara kutetap disini mengakhiri perjalanan sendiri  #Start April, 7 2021 #Before & After #End May, 30 2021 Now you allready enggagement with your boy, thanks for all of our memory.

Tumbuh Bersemi dan Mati | Way of Love #3

Setelah jalan panjang menikmati luka yang membekas dan tak kunjung pulih, perlahan muncul tunas-tunas yang mekar dan siap tuk dibina. Meski memang rasa belum tumbuh namun tetap jalani sebuah hubungan baru, saat itu ada acara pernikahan sepupu dan kebetulan saat itu ada wanita yang cukup molek, mulailan berkenalan dan malam itu juga bercerita beberapa hal, yang menarik dan sedikit dalam karna ternyata dia sudah pernah menikah sebelumnya.  Setelah ngobrol-ngobrol ya kita jadi akrab, dan besoknya dia minta antar pulang. Berjalan beberapa lama hubungan itu saling chat, telpon juga, karna saat itu aku masih menempuh pendidikan diluar kota. Seiring berjalannya waktu ya orang-orang dikampung mulai ada bahan obrolan tentang hubungan kami, setelah beberapa lama akhirnya dengan ketidak mampuanku untuk bertahan dan memang belum tumbuh rasa karena luka yang belum sembuh akhirnya kami akhiri hubungan itu, ya aku tahu dia akan merasa sangat sakit, namun nyatanya akupun menyesali keputusanku itu. Dia

Logika dan Perasaan

Wanita adalah ciptaan yang diberikan indra perasa yang cukup sulit dipahami, logikanya terkadang mati. Tak semua begitu, hanya sebagian besar seperti itu. Rasa memang tak pernah bohong hanya saja kadang kelewat aja sampai menutup keadaan sebenarnya yang dirasakan. Nah bingung gak tuh Merasa memiliki nyatanya milik orang lain, kok bisa. Ya bisa aja, kelebihan dalam berpikir bahwa sesuatu itu sudah seakan milikmu, namun nyatanya masih bisa hilang dan pergi. Rasanya nyaman tapi terkadang harus pergi demi sebuah logika dan keadaan, juga sering terjadi.  Menempatkan rasa dan logika harus pada porsinya masing2, seperti yang kurasakan dan kulakukan terlalu terpaku dengan logika dalam ambil tindakan terkadang menyesal saat rasa itu tidak ada.  Mengambil tindakan berdasarkan rasa namun rasa itu menjadi hal yang salah, hal yang tak memberikan kenyamanan pada akhirnya.  Diawal manis diakhir pahit, itu sering terjadi ketika menggunakan rasa. Syukur saja jangan ambil pusing, nikmati saja itu semua

Maju sakit mundur Malu

Mudik kehulu hanyut kehilir Ya, kadang kita perlu ikut arus aja gausah berontak, cukup nikmati perjalanannya jangan mengeluh tapi terus bersyukur. Ketika kau tak nyaman kau berontak, ketika kau nyaman kau bahagia, itu sifat dasarnya. Berontak merasa benar, ingat itu cuman menurutmu jangan lupa pandangan sekitarmu atau kekasihmu bisa saja berbeda. Hargai perbedaan tapi jangan juga kepala batu. Bosan sering datang gaperlu dipikirin cukup jalanin + sedikit usaha, diem boleh tapi ingat juga gak gerak gak makan. Jadi tadi siang aku main ke studio tattoo kawan yang kami cukup akrab, kebetulan ada pasien dan sedang ngejob. Biasa gaya hidup jaman sekarang suka sekali dengan tattoo, sembari pasien dieksekui karna ada aku disitu kebetulan obrolannya nyambung jadi cukup berisiklah yekan. Setelah kurang lebih 2 jam aku disitu mulai lah pasiennya meringis menikmati jarum yang bergerak sesuai keinginan tattoo artist. Disini aku mulai teringat satu hal ketika aku bertattoo dulu, ketika tattoo belum s

Jalan berliku bersamamu

Menangis tak tentu berair mata Membenci tak harus menyakiti Mencinta tak tentu bersama Menyakiti tak harus membenci Sekarang sudah 3 minggu lebih sejak saat terakhir kita berjumpa, hanya sisa kenangan dalam ingatan. Tak seperti yang kubayangkan saat bersama dulu, kini aku sendiri kau disana berdua. Apalagi yang kau tangisi, apalagi yang kau sesali, kini hanya perlu dijalani, kutahu ini tak seperti yang kubayangkan dan mungkin tak seperti yang kau inginkan.  Tak perlu bersedih, saat ini kita terluka besok akan pulih membawa suka. Sekitar bak seperti rumput ilalang, diam tak bergeming dikala petang, bergerak liar dikala angin datang. Jalani seperti hari-hari lalu, bercana, gurau, kumpul-kumpul, jangan lupa singgah ke sanak saudara. Mereka akan ada disampingmu, perlahan namun pasti akan sampai dititik itu (bahagia), berhentilah berpikir apa yang kau lakukan salah, mereka saja yang tak mengerti posisimu seperti apa. Aku bukan siapa2 mungkin tak menganggap yang terjadi padamu masalah bagiku

Ikhlaskah kita saat ini

Tahu apa sih elu soal ikhlas?? tegas orang tua berpangkat yang saat itu sudah berumur.(tukang bubur naik haji) Seringkali yang lebih tua merendahkan anak muda yang baru belajar, disini kita dapat pahami pengalaman dan perilaku seseorang tidak tentu sejalan dengan umur. Sepatutnya manusia semakin berumur semakin menyadari bahwa rendah hati dan ikhlas itu tanpa harapan imbal balik, namun kenyataannya mengucap kata ikhlas dengan mengagungkan namanya sendiri.  Apakah aku sudah ikhlas bila diriku tetap menceritakaan apa yang kuikhlaskan, semoga saja aku sadar dan juga berubah dari kata ikhlasku yang terucap. Tak perlu lagi mengatakan ikhlas bila tetap diceritakan... #Y2021

Cinta tak butuh Pengorbanan

Tulisan ini diinspirasi dari percakapan penjual bubur dan pelanggan disela hujan Bagaimana dirimu yang berjuang namun tak dihargai? Seringkali terjadi dalam hidup kita bahwa usaha yang kita lakukan tidak dihargai atau tidak mendapatkan perhatian (pacar,anak,teman,dll). Bagaimana diri kita menyikapinya? Lebih banyak orang akan berpikir bahwa tanpanya mereka tidak akan menjadi apa2 seolah dialah yang paling berjasa, Namun pernahkah kalian berpikir bahwa kecintaanmu kepada anak, teman, pacar, itu tidak tercermin bila kau masih berpikir bahwa kaulah sesungguhnya yang membuat mereka berhasil dan kaulah yang layak mendapatkan balasan dari mereka. Sesungguhnya jika kamu saat ini berpikir seperti itu maka, saat ini dirimu tidak menyayangi seutuhnya. Namun dirimu hanya ingin benefit dari usahamu. Mari kita renungkan 🙏